bontangpost.id – Komisi V DPR RI bersama Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) meninjau tanjakan RSUD Taman Husada Bontang.
Pemangkasan tanjakan tersebut dianggap prioritas, sebab menyangkut keselamatan masyarakat.
Kepala BBPJN Kaltim Reiza Setiawan mengatakan pemangkasan akan dilakukan pada badan jalan di sisi kanan dari arah Tugu Selamat Datang, dengan panjang pemangkasan sekitar 600 meter.
“Satu sisi yang bakal dipangkas. Kalau ketebalannya sekitar 10 meter,” katanya.
Konsep penanganan yang dilakukan berupa galian dan pemasangan secant pile sebagai penahan tanah di sisi jalan.
Diungkapkannya, anggaran yang diusulkan untuk pemangkasan tersebut senilai Rp 70 miliar. Sementara saat ini, Detail Engineering Desain (DED) sedang dikaji dengan target penyelesaian akhir tahun mendatang.
“Setelah DED selesai, kami dorong anggaran serta pengerjaan tahun depan,” sambungnya.
Di samping itu, lanjut dia, jalur keluar rumah sakit harus dievaluasi karena lokasinya yang berada tepat di turunan.
“Nah kalau persoalan traffic light, itu menjadi kewenangan Dinas Perhubungan (Dishub) skemanya nanti seperti apa,” pungkasnya.
Terpisah, Anggota Komisi V DPR RI Irwan Fecho menyebut kunjungan yang dilakukan dapat menjadi pesan prioritas.
“Ini sebagai wujud keseriusan kami. Tadi sudah dijelaskan juga soal skema pemangkasannya seperti apa,” sebutnya.
Kunjungan Komisi V DPR RI ini juga sebagai momentum untuk memastikan agar tahun depan pemangkasan bisa diselesaikan.
“Mudah-mudahan tahun depan bisa terealisasi. Tapi kalau bisa dimasukkan ke multiyears Bontang-Sangatta, akhir tahun bisa lelang dini,” tandasnya. (*)







