• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Mengenal Faringitis, Penyakit yang Serang Ratusan Napi di Lapas Bontang

by M Zulfikar Akbar
13 Februari 2019, 15:03
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
dr Muhammad Reyhan Syawal. (Foto: Lukman/BontangPost.id)

dr Muhammad Reyhan Syawal. (Foto: Lukman/BontangPost.id)

Share on FacebookShare on Twitter

FARINGITIS menjadi biang jatuh sakitnya ratusan narapidana (napi) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bontang. Media penularan yang mudah, ditambah kondisi lapas yang padat, membuat pihak lapas kerepotan menangani para napi yang mengalami beragam gejala penyakit ini. Lantas, apa sebenarnya faringitis tersebut?

Faringitis adalah inflamasi atau peradangan pada faring, yakni salah satu organ di dalam tenggorokan yang menghubungkan rongga belakang hidung dengan bagian belakang mulut. Dalam kondisi ini, tenggorokan akan terasa gatal dan sulit menelan.

Sebagian besar kasus faringitis disebabkan virus. Beberapa kasus lainnya disebabkan bakteri. Faringitis karena virus atau bakteri ini dapat menular pada orang lain. Penyebaran tersebut bisa terjadi melalui udara, misalnya menghirup butiran air ludah atau sekresi hidung yang dikeluarkan oleh penderita atau melalui benda-benda yang sudah terkontaminasi oleh virus dan bakteri.

Baca Juga:  Makanan untuk Cukupi Kebutuhan Kalori Anak

Dokter Umum Puskesmas Bontang Lestari, dr Muhammad Reyhan Syawal menjelaskan, gejala-gejala faringitis akut meliputi batuk, pilek, dan demam. Demam tinggi bisa mendera penderitanya dari pagi  sampai malam. Tergantung pada kekebalan tubuh masing-masing.

“Kekebalan tubuh masing-masing orang kan berbeda-beda. Ada yang kekebalannya bagus. Gejala penyakitnya tidak seperti dengan (pasien) yang kekebalan tubuhnya rendah,” jelas Reyhan.

Salah satu gejala faringitis yaitu muntah-muntah dan tidak bisa menelan makanan. Hal ini dikarenakan penyakit ini menyerang di faring yang berada pada bagian tenggorokan. Alhasil, ketika menelan makan terasa nyeri. Nyeri ini bisa merangsang refleks muntah penderitanya.

“Apalagi bila ditambah pasiennya tidak makan atau kurang makan. Jadi perutnya kosong, asam lambung naik,” imbuhnya.

Baca Juga:  Layani Pemudik, Diskes Sebar Posko Kesehatan 

Diakui, penyakit ini memang sangat gampang menular. Apalagi dengan cuaca yang panas dan dingin, ditambah kepadatan lingkungan. Kata Reyhan, dengan kontak bicara dan batuk pilek saja, penyakit ini sudah bisa menular. Termasuk juga melalui bersin dan air liur. Karenanya, pencegahan penularan pertama yang dilakukan yaitu dengan menggunakan masker.

“Selanjutnya kita tingkatkan daya tahan tubuh. Misalnya dengan pola makannya agak diperbaiki. Banyak minum, kurangi merokok, kemudian konsumsi vitamin kalau ada dan buah-buahan,” terangnya.

Reyhan menjelaskan, penyakit faringitis ini termasuk golongan penyakit ringan untuk saluran pernapasan atas. Meski begitu, bila penderitanya tidak dipelihara dengan baik, tidak diintervensi, tidak diberikan obat-obatan, atau tidak diberikan terapi, daya tahan tubuhnya akan semakin menurun.

Baca Juga:  Selain Penghilang Stres, Ini Manfaat Lain Membaca untuk Kesehatan

“Sehingga bisa dihinggapi dengan penyakit lain seperti pneumonia atau sesak. Bisa juga demam berdarah dengue (DBD),” tambah Reyhan.

Kasus faringitis di Lapas Bontang sendiri menurut Reyhan bukan sesuatu baru. Malah dia menyebut sering terjadi. Hal ini didapati dari kegiatan puskesmas keliling (Pusling) yang rutin dilakukan Puskesmas Bontang Lestari ke lapas di setiap bulannya. Namun kuantitasnya tidak semasif yang terjadi Ahad (10/2/2019) lalu.

“Jadi ketika kami memeriksa pasien-pasing yang bermasalah kesehatan, memang mayoritas (faringitis). Kebetulan saja mungkin tahun ini sangat banyak. Saya kurang mengerti juga (penyebabnya). Mungkin faktor cuaca atau daya tahan tubuh yang menurun, jadi lebih gampang merebak. Selain semakin lama kan (lapas) semakin padat juga,” tandasnya. (luk)

Tags: faringitiskesehatanlapas bontangpuskesmas bontang lestari
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Anak Jenderal Dipecat dari Akpol, IPW Bilang Begini

Next Post

Anggaran BPJS untuk PBI Sudah Cair Rp 14,7 Triliun

Related Posts

Terpidana Narkotika di Lapas Bontang Meninggal, Sempat Dua Kali Cuci Darah
Bontang

Terpidana Narkotika di Lapas Bontang Meninggal, Sempat Dua Kali Cuci Darah

12 Oktober 2026, 13:57
Viral Dugaan Pungli di Lapas Bontang, Plt Kalapas Janji Telusuri dan Tindak Jika Terbukti
Bontang

Viral Dugaan Pungli di Lapas Bontang, Plt Kalapas Janji Telusuri dan Tindak Jika Terbukti

15 Juli 2026, 15:52
Keluarga Korban Ungkap Sejumlah Kejanggalan dalam Kasus Kematian Napi di Lapas Bontang
Kriminal

Keluarga Napi yang Meninggal di Lapas Bontang Benarkan Sudah Cabut Laporan Polisi

29 Maret 2025, 22:38
Terus Bergulir, Berkas Kasus Investasi Apderis Masih Diteliti Kejaksaan
Kriminal

Keluarga Napi yang Meninggal di Lapas Bontang Cabut Laporan, Penyelidikan Dihentikan

28 Maret 2025, 20:20
Sifilis Peringkat Teratas Penyakit Menular Seksual yang Diderita Orang Indonesia
Kesehatan

Sifilis Peringkat Teratas Penyakit Menular Seksual yang Diderita Orang Indonesia

15 Desember 2024, 20:36
Mitos atau Fakta? Belau untuk Gondongan, Benarkah Efektif? Mengenal Penyakit dan Cara Penanganannya secara Ilmiah
Kesehatan

Mitos atau Fakta? Belau untuk Gondongan, Benarkah Efektif? Mengenal Penyakit dan Cara Penanganannya secara Ilmiah

23 September 2024, 17:25

Terpopuler

  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemadaman Listrik Ganggu Usaha Kuliner Bontang, Mesin Kopi Rusak hingga Pesanan Batal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.