• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post | Mencerdaskan dan Menginspirasi
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post | Mencerdaskan dan Menginspirasi
No Result
View All Result
Home Kolom Redaksi

Menggali Ekonomi Alternatif, Membangun Kaltim 2030 Tanpa Pertambangan (3-habis)

by BontangPost
1 Desember 2017, 11:31
in Kolom Redaksi
Reading Time: 3 mins read
0
Oleh: Dirhan
Kepala Biro Metro Samarinda

Oleh: Dirhan Kepala Biro Metro Samarinda

Share on FacebookShare on Twitter

CATATAN

Oleh: Dirhan

Kepala Biro Metro Samarinda

Bercermin dari kondisi ekonomi dunia yang serba tidak menentu saat ini, menempatkan sektor pertambangan sebagai pijakan ekonomi pembangunan, sudah harus dievaluasi pemerintah. Selain tidak ramah lingkungan, proses eksploitasi besar-besaran terhadap sumber daya tidak terbarukan, juga dapat merusak ekosistem alam. Sebagai sumber daya tidak terbarukan, batu bara dan migas secara perlahan memasuki titik kritis, di mana ketersediaan bahan kedua sektor itu semakin menipis.

Langkah bijak yang bisa diambil pemerintah, yakni menggerakan ekonomi berbasis kerakyatan, seperti menumbuh kembangkan usaha kecil menengah (UKM) dan koperasi. Caranya bisa dengan men-support program pendanaannya, seperti memberikan kemudahan bagi pelaku usaha kecil untuk mendapatkan modal di perbankan. Selain melakukan pemberdayaan terhadap masyarakat, keberadaan UKM dan koperasi bisa menjadi pilar bagi terwujudnya kemandirian ekonomi. Karena masyarakat dilibat secara langsung dalam geliat ekonomi tersebut.

Untuk menjaga iklim usaha dan ekonomi kerakyatan, beberapa terobosan yang bisa dilakukan pemerintah, seperti mengodok regulasi khusus terkait peran UKM dan koperasi. Sehingga pelaku UKM bisa mendapatkan peran yang maksimal dalam pengembangan bisnis. Menyiapkan pasar bagi hasil usaha masyarakat juga penting agar UKM dan koperasi masyarakat dapat berkembang, serta bisa ikut mengambil peran dalam menentukan pasar komoditi, baik di dalam daerah maupun di tingkat nasional.

Baca Juga:  Bertandang Ke Makassar, Borneo FC Tanpa Kiper Utama

Jika sektor UKM dan koperasi bisa berkembang secara masif dan memiliki peran ekonomi, selain meningkatkan taraf kesejahteraan hidup masyarakat, sektor ini akan membuka kesempatan kerja yang cukup besar, khususnya bagi para ibu rumah tangga (IRT).

Jika pemerintah jeli melihat peluang pasar dan kebutuhan ekonomi global saat ini, maka pemberdayaan terhadap IRT melalui industri ekonomi kreatif, seyogyanya bisa menjadi pilar untuk menumbuhkan kemandirian ekonomi masyarakat kelas bawah dan menengah. Meski memang, untuk memetik hasil dari sektor tersebut tidaklah seperti hasil pertambangan.

Dibutuhkan konsisten kebijakan dan dorongan program pembinaan yang terstruktur dari pemerintah agar UKM dan koperasi bisa jadi pilar ekonomi dan pembangunan bagi Kaltim dalam 10 atau 20 tahun ke depan.

Sektor lain yang tidak kalah penting yang harus segera digali yakni, pengembangan industrialisasi pariwisata. Dengan segudang potensi alam yang dimiliki Kaltim saat ini, jika mendapatkan dikelola secara baik dan serius, tidak menutup peluang akan menjadi Kaltim sebagai ladangnya pariwisata seperti daerah lainnya di Indonesia.

Dari mulai pariwisata alam, sungai, dan pantai terbentang luas di 10 kabupaten/kota di Benua Etam. Salah satu potensi pariwisata yang sedang naik daun saat ini yakni pariwisata di Kabupaten Berau. Saat ini, Berau telah menjadi satu satu pilihan destinasi wisata bagi kalangan pecinta traveling tanah air maupun mancanegara.

Baca Juga:  Terlalu Panjang, Durasi Dipotong

Berau dikenal sebagai surga dunia setelah Bali dan Lombok, karena memiliki destinasi wisata pantai yang luar biasa indahnya. Sebut saja pulau Derawan yang jadi pusatnya wisata bersansel, ubur-ubur dan kura-kura. Selain itu, ada juga pulau kakaraban yang jadi surganya pecinta snorkeling, ataupun pantai Biduk-biduk, dan Labuan Cermin.

Potensi yang sama juga dimiliki kabupaten/kota lainnya di Kaltim. Misalnya, Kutai Timur yang dikenal dengan wisata pulau Birah-birahan. Hanya saja dukungan infrastruktur, serta sarana dan prasarana memadai masih jauh dari kata layak. Akibatnya, potensi pariwisata yang sejatinya bisa menjadi sektor andalan bagi pendapatan daerah, justru tidak memberikan apapun.

Bahkan cenderung terabaikan dari sentuhan program dan kebijakan pemerintah. Yang harus disadari pemerintah, bahwa potensi industrialisasi pariwisata tidak akan bisa dikelola dengan baik, manakala tidak didukung sarana dan prasarana memadai.

Potensi lain yang tidak kalah menterengnya jika dikelola secara serius oleh pemerintah yakni, pariwisata sungai. Aliran sungai Mahakam misalnya, bila dilihat dalam sudut pandang bisnis, bisa menjadi destinisasi wisata yang sangat menarik dan memiliki daya pikat yang cukup besar. Apalagi keberadaan sungai Mahakam di kanca nasional telah cukup dikenal sebagai salah satu sungai terpanjang dan memiliki segudang cerita sejarah yang luar biasa bila digali secara serius.

Baca Juga:  Ribuan Armada Diterjunkan Layani Pemudik 

Hal serupa juga terjadi di sektor pertanian. Dengan potensi lahan yang dimiliki Kaltim, seharusnya bisa mengantarkan Benua Etam menjadi lumbung pertanian. Namun kenyataan berkata sebaliknya. Hingga sekarang ini, kebutuhan pangan Kaltim masih bergantung dari daerah tetanggan seperti Sulawesi Selatan, atau dari pulau Jawa.

Sesuatu yang terkesan lucuk, bahkan sangat ironi, ketika bentang lahan di Kaltim hanya dijadikan lahan tidur. Minimnya kebijakan pemerintah yang bersentuhan langsung dengan hal itu juga menjadi penyebabnya. Sehingga tidak heran ketika banyak masyarakat Kaltim rame-rame melakukan alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan perkebunan kelapa sawit.

Dari mata penulis, jika ketiga sektor itu digarap dengan serius oleh pemerintah, serta didukung program berkesibangunan antara provinsi dan kabupaten/kota, maka Kaltim pada tahun 2030 mendatang dapat menuju kemandirian ekonomi. Serta menjadi surganya destinasi dan lumbung nasional. Jika sudah demikian, bayang-bayang pertambangan sebagai sektor andalan bagi ekonomi Kaltim, lambat laut akan bisa digantikan. Namun semua itu, butuh keseriusan dan dukungan semua stakeholder. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Kolom RedaksiMetro Samarinda
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Rusmadi Selangkah Lagi

Next Post

APBD Kaltim 2018 Disahkan

Related Posts

Brigadir Jenderal Dendi Suryadi: Setelah 30 Tahun, Memilih Jalan Sipil di Kukar
Opini

Brigadir Jenderal Dendi Suryadi: Setelah 30 Tahun, Memilih Jalan Sipil di Kukar

21 Juli 2024, 12:19
Merokok Bikin Kekasih Cacat
Catatan

Merokok Bikin Kekasih Cacat

16 Desember 2023, 11:27
Polling dan Pilkada Bontang
Kolom Redaksi

Etha Rimba

16 Agustus 2020, 15:00
Polling dan Pilkada Bontang
Kolom Redaksi

Polling dan Pilkada Bontang

25 Juni 2020, 17:30
Bontang

Guntung Juga Bontang

11 Juni 2019, 18:54
Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30

Terpopuler

  • Kecelakaan di Jalan Cipto Mangunkusumo Bontang, Pemotor Luka Berat Usai Tabrak Truk

    Kecelakaan di Jalan Cipto Mangunkusumo Bontang, Pemotor Luka Berat Usai Tabrak Truk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemotor Korban Laka di Cipto Mangunkusumo Bontang Meninggal Saat Perjalanan ke Rumah Sakit

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Beda dengan Bontang, Pemkab Kutim Pangkas TPP ASN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Silau Lampu Diduga Jadi Pemicu, Xenia dan Truk Adu Banteng di Jalan Poros Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wawali Bontang Tinjau Langsung Trotoar MT Haryono, Siswa dan Orang Tua Apresiasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
No Result
View All Result

Komentar Terbaru

    Arsip

    • Desember 2025
    • November 2025
    • Oktober 2025
    • September 2025
    • Agustus 2025
    • Juli 2025
    • Juni 2025
    • Mei 2025
    • April 2025
    • Maret 2025
    • Februari 2025
    • Januari 2025
    • Desember 2024
    • November 2024
    • Oktober 2024
    • September 2024
    • Agustus 2024
    • Juli 2024
    • Juni 2024
    • Mei 2024
    • April 2024
    • Maret 2024
    • Februari 2024
    • Januari 2024
    • Desember 2023
    • November 2023
    • Oktober 2023
    • September 2023
    • Agustus 2023
    • Juli 2023
    • Juni 2023
    • Mei 2023
    • April 2023
    • Maret 2023
    • Februari 2023
    • Januari 2023
    • Desember 2022
    • November 2022
    • Oktober 2022
    • September 2022
    • Agustus 2022
    • Juli 2022
    • Juni 2022
    • Mei 2022
    • April 2022
    • Maret 2022
    • Februari 2022
    • Januari 2022
    • Desember 2021
    • November 2021
    • Oktober 2021
    • September 2021
    • Agustus 2021
    • Juli 2021
    • Juni 2021
    • Mei 2021
    • April 2021
    • Maret 2021
    • Februari 2021
    • Januari 2021
    • Desember 2020
    • November 2020
    • Oktober 2020
    • September 2020
    • Agustus 2020
    • Juli 2020
    • Juni 2020
    • Mei 2020
    • April 2020
    • Maret 2020
    • Februari 2020
    • Januari 2020
    • Desember 2019
    • November 2019
    • Oktober 2019
    • September 2019
    • Agustus 2019
    • Juli 2019
    • Juni 2019
    • Mei 2019
    • April 2019
    • Maret 2019
    • Februari 2019
    • Januari 2019
    • Desember 2018
    • November 2018
    • Oktober 2018
    • September 2018
    • Agustus 2018
    • Juli 2018
    • Juni 2018
    • Mei 2018
    • April 2018
    • Maret 2018
    • Februari 2018
    • Januari 2018
    • Desember 2017
    • November 2017
    • Oktober 2017
    • September 2017
    • Agustus 2017
    • Juli 2017
    • Juni 2017
    • Mei 2017
    • April 2017
    • Maret 2017
    • Februari 2017
    • Januari 2017
    • Desember 2016

    Kategori

    • Advertorial
    • Bontang
    • Breaking News
    • Catatan
    • Celoteh Edwin
    • Cerpen
    • Dahlan Iskan
    • Dispopar
    • DPRD Bontang
    • ekonomi
    • Entertainment
    • Feature
    • Hikmah
    • Hoaks atau Tidak?
    • Infografis
    • Internasional
    • Kaltim
    • Kesehatan
    • Kolom Redaksi
    • Kriminal
    • Kriminal
    • Kuliner
    • Lensa
    • Lifestyle
    • Lingkungan
    • Loker Bontang
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Pemkot Bontang
    • Pendidikan
    • Pilihan Editor
    • Politik
    • Polling
    • PON 2021 Papua
    • Pupuk Kaltim
    • Ragam
    • Society

    Meta

    • Masuk
    • Feed entri
    • Feed komentar
    • WordPress.org
    • Indeks Berita
    • Redaksi
    • Mitra
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Pedoman Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
    • Kontak

    © 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

    No Result
    View All Result
    • Home
    • Bontang
    • Kaltim
    • Nasional
    • Advertorial
      • Advertorial
      • Pemkot Bontang
      • DPRD Bontang
    • Ragam
      • Infografis
      • Internasional
      • Olahraga
      • Feature
      • Resep
      • Lensa
    • LIVE

    © 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.