• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Feature

Mentawir, Taman Indah di Calon Ibu Kota Negara

by M Zulfikar Akbar
30 Oktober 2019, 11:00
in Feature, Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Warga Kelurahan Mentawir, Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU) kini giat membangun dan mengembangkan wisata mangrove. Mereka sadar, mangrove yang selama ini ada bisa dimanfaatkan dan menghasilkan banyak keuntungan. Terutama dalam meningkatkan perekomian mereka. (prokal)

Warga Kelurahan Mentawir, Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU) kini giat membangun dan mengembangkan wisata mangrove. Mereka sadar, mangrove yang selama ini ada bisa dimanfaatkan dan menghasilkan banyak keuntungan. Terutama dalam meningkatkan perekomian mereka. (prokal)

Share on FacebookShare on Twitter

Ibu Kota Negara (IKN) sudah diumumkan berada di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU). IKN baru itu nantinya akan memiliki “taman” berupa hutan bakau atau mangrove yang terhampar luas.

M Rizqi, Samarinda 

Warga Kelurahan Mentawir, Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU) kini giat membangun dan mengembangkan wisata mangrove. Mereka sadar, mangrove yang selama ini ada bisa dimanfaatkan dan menghasilkan banyak keuntungan. Terutama dalam meningkatkan perekomian mereka.

Saat ini wargapun sudah mengambil manfaat banyak dari mangrove. Mulai dari membuat sirup, membuat dodol, tepung bahkan membuat kosmetik yang berasal dari mangrove. Produk di atas sudah mendapatkan perhatian dunia, bahkan kemasan sirup mangrove Mentawir pernah menjadi juara ketiga dunia di Bali.

Ketua Pokok Sadar Wisata (Pokdarwis) Mentawir, La Male mengaku, setelah dilatih Kementerian Pariwisata di Semarang, dirinya akhirnya menyadari melihat selama ini ada potensi besar yang belum dimanfaatkan dengan baik pada hutan Mangrove.

Baca Juga:  Tujuh Lapangan Timnas Dibangun di IKN

“Alhamdulillah, dengan adanya inovasi kami dalam mengelola sektor wisata ini, penghasilan warga juga semakin meningkat. Bahkan di sini, tidak hanya sektor wisatanya saja yang kami kembangkan, tapi juga seluruh pemanfaatan alam yang tidak merusak, itu yang kami tanamkan kepada seluruh masyarakat. Hasilnya semua masyarakat di sini dengan senang hati untuk terlibat menjadi anggota Pokdarwis,” ujarnya, Minggu (27/10) kemarin.

Bahkan tidak hanya tumbuhan, fauna yang ada di kawasan mangrove pun begitu beragam dan unik. Mulai dari dugong, Lumba-lumba sampai yang paling sering ditemui adalah bekantan. Semua satwa itu biasa mencari makan di hutan mangrove tersebut.

“Kami akan terus berupaya meningkatkan objek wisata dan kenyamanan wisatawan di sini. Rencananya kami akan bangun jalan lebih panjang, kalau sekarang kan masih 500 meter. Nantinya mungkin bisa 2 ribu meter. Selain itu juga akan ada menara pantauan, agar wisatawan bisa melihat seluruh kondisi hutan mangrove di kawasan ini,” ungkapnya.

Baca Juga:  Kampus Unggulan Ekspansi di IKN

Mentawir memiliki luasan sebesar 500 hektare dari 7.000 hektare luas kawasan mangrove yang juga masih dalam wilayah konsesi milik PT Inhutani. Namun La Male mengutarakan, hingga saat ini belum ada perhatian dari pemerintah daerah. Dirinya berharap, apa yang dikerjakan masyarakat bisa didukung, agar mereka bisa terus semakin berkembang.

Sementara itu, Konsultan Development Social FCPF Carbon Fund, Ahmad Wijaya mengatakan, mangrove merupakan sektor penyumbang stok carbon terbesar kedua setelah hutan gambut. Sehingga hal ini menjadi target dari perlindungan hutan FCPF untuk tetap menjaga hutan mangrove ini.

“Mangrove ini nomor dua, kalau dari kami ada 10 titik yang kami pantau untuk menghitung stok karbon yang ada di sini. Kalau yang dipantu ada sekitar 2.000 hektare saat ini,” ujarnya.

Baca Juga:  Bappenas Ajak KPK Awasi Pembangunan IKN Lebih Tajam

Jaya, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa pihaknya sudah mengajak warga untuk bekerjasama dalam program yang ada. Bahkan menurutnya, wargalah yang langsung menawarkan diri untuk ikut serta, sehingga tidak ada kesulitan dalam mengajak warga menjaga kawasan hutan mereka. (*/beb/prokal)

Tags: featureibu kota baruiknmentawir
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Rekrutmen CPNS Baru 2019, Tidak Ada Lowongan Bidang Administrasi

Next Post

Tarif BPJS Kesehatan Naik, 2,5 Juta Rakyat Miskin Terdampak

Related Posts

Akses Tol dari Bandara Sepinggan ke IKN Ditarget Tuntas 2028
Bontang

Akses Tol dari Bandara Sepinggan ke IKN Ditarget Tuntas 2028

14 Oktober 2026, 13:00
Di Balik Rambu Solo’ Terbesar di Bontang, Kisah Penghormatan Terakhir untuk Tokoh Adat Toraja Ester Madao
Feature

Di Balik Rambu Solo’ Terbesar di Bontang, Kisah Penghormatan Terakhir untuk Tokoh Adat Toraja Ester Madao

29 Juli 2026, 16:02
Regulasi Berbenturan, 15 Ribu Pekerja Tambang di Lingkar IKN Terancam PHK Massal
Kaltim

Regulasi Berbenturan, 15 Ribu Pekerja Tambang di Lingkar IKN Terancam PHK Massal

6 Juli 2026, 08:00
Tangis Warga Adat di Tengah Pembangunan IKN, Kini Air Bersih pun Harus Dibeli
Lingkungan

Tangis Warga Adat di Tengah Pembangunan IKN, Kini Air Bersih pun Harus Dibeli

25 Mei 2026, 15:17
4.236 Hektare Tambang Ilegal Kepung IKN, Smart Forest City Terancam
Kaltim

4.236 Hektare Tambang Ilegal Kepung IKN, Smart Forest City Terancam

14 Mei 2026, 17:00
IKN Diserbu 143 Ribu Pengunjung saat Lebaran, UMKM Raup Omzet Belasan Juta
Kaltim

IKN Diserbu 143 Ribu Pengunjung saat Lebaran, UMKM Raup Omzet Belasan Juta

30 Maret 2026, 09:00

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.