• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Catatan

Menuju Nihi Watu

by M Zulfikar Akbar
27 Juni 2018, 04:58
in Catatan, Dahlan Iskan
Reading Time: 2 mins read
0
Dahlan Iskan

Dahlan Iskan

Share on FacebookShare on Twitter

Saya beruntung: dapat tempat duduk di sebelah wanita muda Prancis ini. Namanya: Christine Authemayou. Ahli geologi.

Umur 25 tahun sudah bergelar doktor. Duduk di sebelahnya terbang 1,5 jam dari Ngurah Rai ke Tambulaka menjadi sangat singkat.

Mengapa Christine sering ke Sumba? ”Sumba itu pulau yang daratannya selalu naik,” katanya.

Mengapa? ”Karena terungkit oleh daratan Australia yang kian turun,” tambahnya.

Daratan Sumba yang terungkit itu, kata Christine, adalah yang wilayah timur. Yang paling dekat dengan Australia.

Karena itu Sumba Timur sangat kering. Gersang. Beda sekali dengan Sumba Barat yang hijau. Subur.  Indah.

Melihat dataran Sumba Timur memang beda sekali. Seperti tanah yang belum jadi. Ibarat masakan yang belum matang.

Saya ceritakan pada Christine humor orang Sumba. Tentang anehnya tanah di Sumba timur itu: konon bumi itu diciptakan Tuhan dalam 7 hari. Pada hari ketujuh giliran Sumbalah yang diciptakan. Ciptaan itu belum begitu jadi harinya sudah keburu lewat.

Baca Juga:  “Zaman Now VS Zaman Batu”

Christine tertawa. Mungkin menertawakan saya yang tidak paham geologi. “Daratan Sumba Timur itu dulunya dasar laut,” ujar Christine.

Kali ini Christine (lihat foto) akan 20 hari di Sumba. Sendirian. Perjalanan seperti itu sudah biasa baginya.

Untuk memperoleh gelar doktor dulu, dia berbulan-bulan di Iran. Meneliti fenomena geologi di Iran utara. Yang sering menderita. Akibat gempa berulang-ulang.

Christine juga ke Guatemala. Untuk penelitian yang sama.

Kebetulan. Setelah merasakan satu malam di villa Nihi Sumba saya akan ke Sumba Timur.

Setir sendiri. Membelah Sumba dengan jalan yang berliku. Di akhir Juni: udara tersejuk di Sumba. Ketularan musim dinginnya Australia. Di Sumba Timur saya mampir ke perkebunan tebu milik grup Djarum.

Baca Juga:  Pemilu Pilu dari Lima Srikandi Amerika

Membangun perkebunan tebu di Sumba Timur? Yang gersang itu? Yang kering kerontang itu? Yang dulunya dasar laut itu? Yang batunya dan koralnya dan pasirnya lebih banyak dari tanahnya itu? Tidak masuk akal Djarum melakukan itu.

Grup Djarum memang punya perkebunan sawit yang luas di Kalbar. Juga punya pabrik gula di Sumsel (Oku). Tapi bikin kebun tebu di Sumba Timur?

Memang banyak yang bilang grup Djarum kelebihan uang. Tapi ‘membuang’ uang untuk bercocok tanam di Sumba Timur rasanya terlalu heroik. Idealis sekali.

Dulu, saya pikir itu hanya mimpi. Saya begitu ingin menyaksikannya sendiri. Setelah melihat video-video kebun penelitiannya. Yang dilakukan pada tahun 2014.

Baca Juga:  Tindak Tegas Pelaku Pesta Seks Gay

Tapi waktu itu saya sibuk sekali. Setelah itu saya sibuk lagi di pengadilan: sibuk yang sia-sia.

Baru kali ini saya tekati untuk mengunjunginya. Sekaligus untuk melihat perkembangan terbarunya.

Di kantor grup Djarum itu saya ceritakan pertemuan saya dengan Christine itu. Semua yang hadir mengikuti cerita itu dengan serius. Tentang tandusnya bumi Sumba Timur. Yang mereka geluti saat ini.

”Pantas kita sering menemukan kerang di kebun tebu kita,” ujar salah seorang staf di kebun itu. “Kadang besarnya sampai 1,5 meter,” tambahnya.

Orang Sumba timur juga sering menemukannya. Biasanya mereka gunakan kulit kerang itu untuk tempat makanan ternak. (dis)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: catatandahlan iskan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Lalin Macet, Truk Sampah Terjebak 

Next Post

Warga Pesisir Tak Kenal Calon Gubernur

Related Posts

Maafkanlah Gubernur
Opini

Maafkanlah Gubernur

13 April 2026, 18:21
Kotak Kosong, Pesta para Oligarki
Opini

Kotak Kosong, Pesta para Oligarki

21 Juli 2024, 13:20
Brigadir Jenderal Dendi Suryadi: Setelah 30 Tahun, Memilih Jalan Sipil di Kukar
Opini

Brigadir Jenderal Dendi Suryadi: Setelah 30 Tahun, Memilih Jalan Sipil di Kukar

21 Juli 2024, 12:19
Merokok Bikin Kekasih Cacat
Catatan

Merokok Bikin Kekasih Cacat

16 Desember 2023, 11:27
Kursi vs Nurani
Opini

Kursi vs Nurani

3 Juni 2023, 13:08
Milenial dan Optimisme di Tengah Pandemi
Opini

Milenial dan Optimisme di Tengah Pandemi

30 Agustus 2020, 09:16

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dana 10 Persen Nelayan Muara Badak Dipersoalkan, Polisi Lakukan Pemantauan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1.700 Personel Kawal Demo 21 April di Samarinda, Kantor Gubernur dan DPRD Jadi Sasaran Aksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpol PP dan Dishub Kembali Tertibkan PKL dan Parkir Liar di Trotoar Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.