• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Meski Tolak Dipulangkan, Pemerintah Pertimbangkan Anak-Anak WNI Eks ISIS

by M Zulfikar Akbar
12 Februari 2020, 10:30
in Nasional
Reading Time: 1 min read
0
Mahfud Md Miftahulhayat 13 640x447

Mahfud MD. (Miftahul Hayat/JawaPos.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Pemerintah memutuskan untuk tidak akan memulangkan ratusan WNI eks ISIS atau terlibat dalam Foreign Terrorist Fighters (FTF). Keputusan itu diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.

Meski begitu, kata Mahfud, pemerintah tetap membuka peluang menerima anak-anak yang tidak terkait langsung dengan kelompok penganut radikalisme itu.

“Pemerintah tidak ada rencana memulangkan terorisme, bahkan tidak akan memulangkan FTF ke Indonesia,” ujar Mahfud usai mengikuti sidang paripurna kabinet di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/2/2020).

Meskipun begitu, pemerintah juga akan menghimpun data yang lebih valid tentang jumlah dan identitas orang-orang yang dianggap terlibat teror, bergabung dengan ISIS. “Jadi itu saja kesimpulannya,” kata Mahfud.

Baca Juga:  Densus 88 Antiteror Tangkap 7 Terduga Teroris Anggota Jemaah Islamiyah di Sulawesi Tengah

Menurut Mahfud, keputusan itu diambil pemerintah setelah membahas isu tersebut di dalam sidang paripurna kabinet. Bersama Presiden dan menteri lainnya.

Menurut data yang diterima, kata Mahfud, ada 689 WNI di beberapa negara, seperti Turki dan Suriah yang mengikuti kelompok terorisme.

“Keputusan rapat tadi, pemerintah dan negara harus memberi rasa aman dari ancaman terorisme dan virus-virus baru teroris terhadap 267 juta rakyat Indonesia. Karena kalau FTF ini pulang, itu bisa menjadi virus baru yang membuat rakyat 267 juta itu merasa tidak aman,” kata Mahfud.

Meski begitu, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini mengaku memberikan pengecualian terhadap anak di bawah usia sepuluh tahun. Namun, pemerintah akan melakukan profiling yang ketat sebelum mengambil keputusan.

Baca Juga:  ISIS Serukan Serang Negara Arab

Apabila anak itu tercatat pernah mengikuti latihan menembak dan sebagainya, maka pemerintah mempertimbangkan untuk menolak.

“Anak-anak di bawah sepuluh tahun akan dipertimbangkan case by case. Apakah anak itu di sana ada orang tuanya atau tidak,” tambah Mahfud. (jpc)

Source: Jawa Pos
Tags: isismahfud mdmenkopolhukamterorisme
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Tarif Sewa Lapak Pasar Termurah Se-Kaltim, Diskop UKMP Minta Perda Retribusi Direvisi

Next Post

Badan Wakaf Usulkan Dana Abadi Daerah

Related Posts

Densus 88 Antiteror Tangkap 7 Terduga Teroris Anggota Jemaah Islamiyah di Sulawesi Tengah
Nasional

Densus 88 Antiteror Tangkap 7 Terduga Teroris Anggota Jemaah Islamiyah di Sulawesi Tengah

20 April 2024, 10:00
Mahfud Sebut Hak Angket Tidak Akan Mengubah Hasil Pilpres 2024
Nasional

Mahfud Sebut Hak Angket Tidak Akan Mengubah Hasil Pilpres 2024

26 Februari 2024, 12:00
Densus 88 Tangkap Tiga Terduga Teroris di Sampit dan Palangka Raya
Nasional

Densus 88 Tangkap Tiga Terduga Teroris di Sampit dan Palangka Raya

24 Desember 2021, 14:57
Terduga Teroris di Balikpapan Anggota Komunitas Media Sosial
Kaltim

Terduga Teroris di Balikpapan Anggota Komunitas Media Sosial

16 Agustus 2021, 10:55
Pasutri di Balikpapan Diamankan Densus 88
Kriminal

Pasutri di Balikpapan Diamankan Densus 88

15 Agustus 2021, 10:15
Pendatang “Terancam” Pindah Memilih
Nasional

Tahun Depan UU Pemilu Direvisi

1 November 2019, 11:30

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.