BONTANG – Akibat merasa tersinggung, seseorang bisa tersulut emosinya hingga terjadi adu fisik. Perkelahian tersebut kali ini terjadi pada 2 murid kelas V SD, EK dan AK di salah satu SD Negeri di Bontang Utara. Merasa tak terima anaknya EK terkena tendangan AK, orang tua pun mendatangi dengan balik menampar AK.
Kesalahpahaman itu terjadi pada Senin (23/1) lalu saat keduanya sedang latihan upacara. Kapolres Bontang, AKBP Andy Ervyn melalui Kapolsek Bontang Utara Iptu Muklas Hariyanto menceritakan bahwa saat sedang latihan itu tiba-tiba AK menganggu EK, akhirnya EK menendang AK. “Saat pulang, AK mengadu ke orang tuanya, tak terima, ayah AK datang bersama tantenya dan langsung menampar EK,” jelas Muklas saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (25/1) kemarin.
Setelah ditempeleng ayah dan tantenya AK, EK pulang ke rumah sambil menangis. Orang tua EK tentu heran melihat anaknya pulang sekolah dengan keadaan menangis. Akhirnya, EK menceritakan kejadian bahwa dirinya telah ditempeleng oleh ayah dan tantenya AK.
Orang tua EK pun tak terima anaknya diperlakukan seperti itu, lantas, mereka pun pergi ke sekolah dan menemui orang tua AK. “Saat kedua orang tua saling bertemu, tiba-tiba mereka terlibat cekcok saling membela anaknya, adu mulut pun tak terhindarkan,” ujarnya.
Atas kejadian tersebut, guru sekolah pun melaporkan ke Bhabinkamtibmas Loktuan, Bripka Ahmad Bajuri. Akhirnya, Bripka Bajuri memanggil kedua orang tua dari dua siswa SD tersebut ke Subsektor Loktuan. Setelah dimediasi, keduanya sepakat menyeselesaikan permasalahannya dengan cara kekeluargaan. (mga)







