bontangpost.id – Sebanyak 100 warga binaan pemasyarakatan di Lapas Kelas II A Bontang, Kaltim, menjalani program penghapusan tato. Ini merupakan program kerjasama antara Lapas Kelas II A Bontang dan lembaga kemanusiaan ICare Bontang.
Kalapas Bontang, Ronny Widiatmoko menjelaskan kegiatan ini memiliki 3 tujuan. Pertama, dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan. Sebagai tempat pembinaan, Lapas merasa berkepentingan memfasilitasi seluruh niat baik warga binaanya. Tak terkecuali menghapus tato, sebagaimana perintah agama.
Kedua, sebagai kepanjangan tangan negara, Lapas berusaha memberi pelayanan terbaik kepada warga binaan. Memanusiakan mereka. Dengan cara menghapus tato ini, diharapkan hidup mereka bakal lebih sehat dan benar.
Terakhir, memberikan pembinaan kepribadian. Sebaik mungkin, Lapas memfasilitasi keinginan warga binaan untuk hijrah. Melakukan perjalanan spiritual. Dari pribadi yang dahulu kurang baik, menjadi seorang yang lebih baik.
”Ini semua bagian dari pelayanan terbaik yang kami beri kepada warga binaan,” beber Ronny ketika ditemui di Klinik Lapas Bontang, Rabu (7/4/2021) kemarin.
Pada prinsipnya, seluruh warga binaan diberi kesempatan untuk menghapus tato. Namun karena kuota hanya dibatasi 100 orang dari 1300-an warga binaan, maka yang paling berniat lah diberi kesempatan. Ke depan, Lapas rencana gelar program ini lagi. Tapi pembiayaan mandiri. Alias ditanggung sendiri warga binaan.
”Kalau sekarang semua difasilitasi kami. Gratis. Kalau ke depan, akan mandiri,” terangnya.
Katua iCare Bontang, Sutarwanto Teguh mengatakan ini program kerjasama perdana dengan Lapas. Mereka diminta melakukan penghapusan tato untuk 100 warga binaan. Program ini digelar 3 hari. 6-8 April 2021.
Dijelaskan, penghapusan tato menggunakan teknologi laser. Penembakan laser dilakukan 3-12 kali tergantung kualitas tato yang dihapus. Semakin lama usia tato, semakin berkualitas tinta digunakan, maka semakin sukar dan lama tato bisa dihapus.
”Awalnya dilaser dulu. Beberapa kali. Nanti memang masih kelihatan tatonya. Tapi beberapa hari kedepan, biasa seminggu itu akan luntur sendiri. Dipecah sama sel darah putih,” urainya.
Salah seorang warga binaan Jamal (40), mengatakan sangat antusias dengan program penghapusan tato ini. Sejak dahulu ingin menghapus tato, maka kesempatan ini tidak disia-siakannya.
Kendati dimensi tato yang dihapus dibatasi, hanya seukuran ponsel 6 inci, tapi dia tetap merasa senang. Ke depan dia rencana ikut program hapus tato lagi. Hingga seluruh tato di tubuhnya sirna.
”Sudah 10 tahun punya tato. Mau dihapus karena mau hijrah,” tandasnya. (*)





