BONTANG – PT Pertamina mulai menyiapkan tambahan pasokan gas elpiji bersubsidi 3 kg alias gas melon. Untuk periode akhir tahun ini. Mengingat pada periode ini, kebutuhan masyarakat akan gas melon diprediksi mengalami peningkatan. Bersamaan dengan momentum perayaan Natal dan tahun baru.
Sales Eksekutive LPG II Samarinda Widhi Tri Adi Hidayat mengatakan, mulai Senin (17/12) kemarin, Pertamina memberikan tambahan kuota gas melon sebanyak 5.000 tabung. “Untuk sementara tambahan pasokan tabungnya 5.000. Tetapi akan kami pantau terus, jika masih membutuhkan tambahan lagi,” jelas Widhi, Senin (17/12) kemarin.
Kata Widhi, dengan adanya tambahan kuota tersebut, maka pengiriman perhari akan bertambah. Mengingat tambahan kuota tersebut dibagi hingga tanggal 24 Desember mendatang atau selama satu pekan. “Pengiriman perharinya menyesuaikan dengan kapasitas armada agen kami,” ungkapnya.
Terkait harga, Widhi sebut tak ada kenaikan dari Pertamina. Pun di para agen harga eceran tertinggi (het) diklaim tetap pada Rp 18.000 per tabung.
Terpisah, Direktur Agen PT Pantai Subur, Masriadi menyatakan baru mendapat informasi jika ada tambahan kuota elpiji 3 kg. Pihaknya mendapat tambahan kuota sebanyak 3.360 tabung jelang Natal dan tahun baru. “Biasanya per hari kami dikirim 2.800 tabung,” ujar dia.
Tetapi, dengan adanya tambahan kuota tabung elpiji otomatis pengiriman harian bertambah. Karena dari tambahan 3.360 tabung tidak dikirim sekaligus dalam sehari, melainkan dibagi beberapa hari atau selang-seling. “Paling ada tambahan 560 tabung perharinya. Karena cuma 6 ret saja (3.360 tabung, Red). Maksimal pengambilan hingga 31 Desember,” bebernya.
Sementara itu seorang ibu rumah tangga, Mayang Sari mengatakan penambahan kuota gas melon dianggap mempermudah dirinya saat membutuhkan gas. “Seharusnya bakal lebih mudah (didapat) kan kalau ditambah kuotanya. Saya juga berharap harganya tidak naik. Takutnya jelang tahun baru malah naik,” tukasnya. (mga)







