Bupati: Kutim Patut Dicontoh
SANGATTA – Sungai Majai di Kecamatan Sangatta Utara yang ditengarai menjadi penyebab banjir, karena memang kondisinya hampir mati, kini mulai dinormalisasi dengan cara dikeruk. Kegiatan normalisasi ini tinjau langsung Bupati Kutim Ismunandar, Rabu (12/4).
Kegiatan ini dilakukan usai melantik pengurus forum koordinasi daerah aliran sungai (DAS) Kutai Timur (Kutim) di Ruang Meranti, kawasan Pusat Perkantoran Pemkab Kutim, Bukit Pelangi, Wakil Bupati Kasmidi Bulang bersama rombongan forum DAS juga langsung menyusul Bupati meninjau kegiatan dimaksud.
Dalam blusukan ini Bupati Ismunandar menjelaskan keadaan normalisasi terkini. Tanah yang mengendap yang diyakini menjadi penyebab banjir di Sangatta Utara, kini berangsur pulih. Pasalnya ada gerakan kesadaran masyarakat setempat membersihkan sampah dan kotoran menumpuk serta menurunkan satu excavator sebagai alat bantu. Program ini menjadi inisiatif warga yang tergabung dalam Kerukunan Keluarga Kampung Hijau (KKKH) peduli terhadap lingkungan sekitar.
“Setiap hari warga bergotong royong dalam pembersihan Sungai Majai. Sebelumnya saya bersama warga turun langsung bersih-bersih Sungai Masabang di Sangatta Selatan Februari lalu. Ini upaya dini pencegahan dan darurat yang bergerak cepat tanpa menunggu APBD. Gerakan ini pun murni dari dana masyarakat dan bantuan CSR perusahaan seperti PT Kaltim Prima Coal, PT Pamapersada, dan Thiess,” ungkap Ismu.
Bupati cukup antusias setelah Forum DAS dilantik. Organisasi ini membantu Pemkab Kutim mencari solusi ataupun merekomendasikan perumusan kebijakan pengelolaan DAS di Kutim.
“Normalisasi ini terus dilakukan secara giat,” kata orang nomor satu di Pemkab Kutim.
Sementara Kepala Balai Pengelola DAS dan Hutan Lindung Mahakam Berau Aris Sutjipto mengapresiasi Kutim terkait percontohan pemanfaatan DAS. Pastinya ke depan bisa menjadi contoh kabupaten lain untuk melaksanakan normalisasi DAS tanpa APBD.
“Kutim bisa melakukannya tanpa APBD dan normalisasi berjalan tanpa hambatan. DAS harus dikelola dengan baik karena merupakan ekosistem dengan sungai dan anak-anak sungai yang berfungsi menampung, menyimpan, dan mengalirkan air yang berasal dari curah hujan ke danau atau laut secara alami,” terangnya saat menemani Bupati Ismunandar meninjau lokasi DAS. (hms13/drh)







