• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Organisasi Pemuda Serukan Pilgub Damai 

by BontangPost
9 Juni 2018, 11:31
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
SERUAN: Gabungan organisasi mahasiswa dan pemuda di Samarinda menyerukan agar penyelenggara pemilu, paslon, dan timses menghindari politik uang, golput, dan kampanye negatif dalam Pilgub Kaltim 2018.(PMII FOR METRO SAMARINDA)

SERUAN: Gabungan organisasi mahasiswa dan pemuda di Samarinda menyerukan agar penyelenggara pemilu, paslon, dan timses menghindari politik uang, golput, dan kampanye negatif dalam Pilgub Kaltim 2018.(PMII FOR METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Gabungan organisasi pemuda dan mahasiswa di Samarinda belum lama ini menyerukan pada masyarakat, tim sukses (timses), dan empat pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim 2018 agar menghindari politik uang (money politic), golongan putih (golput)/tidak menggunakan hak pilih, dan kampanye negatif.

Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Samarinda, Agus Setiawan menuturkan, meski pun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan paslon/timses telah bersepakat menghindari money politic, namun potensi dan pelaksanaannya di lapangan belum mampu sepenuhnya dibendung.

“Money politic ini soal mentalitas paslon dan timses yang ingin menang dengan cara kotor. Mereka telah menyerukan anti-money politic, tetapi siapa yang bisa menjamin 19 hari menjelang pemilihan  ini tidak ada money politic?” ujarnya, Jumat (8/6) kemarin.

Baca Juga:  Dominasi Wisman Tiongkok di Kaltim

Ketua Gerakan Mahasiswa Peduli Kaltim (GM-Pekat), Heriman menuturkan, mental ingin menang dengan politik uang, lanjut dia, masih tertanam dalam diri setiap timses, maka paslon harus memberikan contoh agar politik uang dapat diperangi.

“Paslon harus memberikan contoh positif. Mereka harus menjual program demi menarik simpati masyarakat. Bukan menarik perhatian pemilih dengan uang. Apabila ada money politic, paslon yang terlebih dulu menegur timsesnya. Jika perlu, berikan hukuman pemecatan dari timses,” imbuhnya.

Upaya memerangi mentalitas tersebut harus diimbangi dengan penegakan aturan pemilu. Bawaslu sebagai ujung tombak penegakan hukum pemilu perlu memberikan sanksi berat bagi siapa saja yang terbukti secara sah dan meyakinkan telah menjadi otak dan pelaku politik uang.

“Apabila ada timses yang terbukti melakukan money politic, berikan efek jera. Saya sarankan Bawaslu beserta Sentra Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu, Red.) mendiskualifikasi paslon yang terbukti melakukan money politic,” katanya.

Baca Juga:  Dewan Tak Restui Sekwan? 

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Samarinda, Hengky menyebut, dalam Pilgub Kaltim 2018 ini, golput masih menjadi ancaman.

Belajar dari Pilgub Kaltim 2013 lalu, angka golput hampir mencapai 46 persen dari seluruh pemilih yang jumlahnya 3,5 juta jiwa. Jika dikalkulasi, sekitar 1,2 juta jiwa tidak menggunakan hak pilihnya.

Dia menerangkan, angka golput tersebut naik tiga persen dibandingkan Pilgub Kaltim 2008. Golput berkisar di angka 43 persen. Artinya dalam kurun waktu lima tahun, penyelenggara pemilu belum bekerja maksimal untuk memerangi golput.

“Makanya tahun ini menjadi tugas terberat KPU beserta timnya di bawah memerangi golput. Caranya penyelenggara pemilu di tingkat PPS (Panitia Pemungutan Suara) harus menjemput bola. Pastikan di setiap TPS (Tempat Pemungutan Suara), tidak ada pemilih yang golput,” saran dia.

Baca Juga:  Logika Hukum, Warga Layak Dapat Kompensasi

Terakhir, Ketua Himpunan Mahasiswa Buton (Himab) Kaltim, Dayat menyoroti munculnya kampanye negatif. Dia melihat, masih banyak tersebar di media sosial (medsos) postingan yang saling menyudutkan antar paslon. Mestinya Bawaslu mengontrol dan memastikan tidak ada lagi timses yang saling menjatuhkan dalam Pilgub Kaltim 2018.

Dia menyarankan, mestinya paslon beserta timsesnya mengadu gagasan melalui program, visi, dan misi untuk memenangkan hati rakyat. Sementara saling menjatuhkan dan menjelekkan antar paslon, sama saja menampakkan rendahnya kualitas paslon dan timsesnya.

“Rakyat tidak butuh lagi ujaran kebencian dengan saling menjatuhkan. Mereka butuh solusi terkait banjir, kemiskinan, kerusakan lingkungan, lapangan kerja, dan peningkatan kualitas pendidikan. Harusnya itu yang dikampanye paslon. Menampilkan program terbaik di hadapan pemilih,” tutupnya.  (*/um)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Metro SamarindaPilgub Damaipilgub kaltim 2018
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Sekolah Belum Dapat Dana BOS, Guru Honorer Terancam Tak Digaji 

Next Post

Pejabat Dilarang Menerima Parsel 

Related Posts

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10
Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat
Kaltim

Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat

22 Desember 2018, 16:00
Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 
Kaltim

Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 

21 Desember 2018, 16:30
2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 
Kaltim

2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 

21 Desember 2018, 16:20

Terpopuler

  • Creative Night Market Bontang Kembali Digelar, 100 UMKM Ramaikan Jalan Cut Nyak Dien

    Creative Night Market Bontang Kembali Digelar, 100 UMKM Ramaikan Jalan Cut Nyak Dien

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Daftar Tempat Parkir di Bontang yang Wajib Bayar Pajak Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Didominasi Perempuan, Wali Kota Bontang Lantik Camat dan 10 Lurah Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rp1,7 Miliar untuk TMMD Bontang, Jalan 450 Meter hingga Sumur Bor Dibangun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mutasi Belum Tuntas, Wali Kota Bontang Siapkan Gelombang Lanjutan Mulai Juni

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.