BONTANG – Penanganan difteri di Kota Taman, khususnya di wilayah-wilayah yang memiliki pasien suspek telah dilakukan Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Diskes-KB). Terhitung sejak awal Januari lalu hingga Kamis (15/2) lalu.
Sebelumnya Sabtu (14/2), Diskes-KB dibantu seluruh petugas puskesmas di Bontang, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) cabang Bontang, serta Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Bontang melaksanakan Outbreak Response Immunization (ORI) selektif di Sekolah Galilea Kelurahan Gunung Telihan.
Sebanyak 570 orang menjadi sasaran ORI selektif di sekolah swasta tersebut. Tidak hanya anak-anak dari jenjang PAUD/TK hingga SMK, juga menyasar para pengajar di lingkungan itu. Kepala Puskesmas Bontang Barat dr Fatimah saat ditemui Bontang Post membenarkan bahwa kegiatan vaksinasi dilakukan lantaran ada salah seorang murid sekolah dasar (SD) bersekolah di Galilea terdeteksi sebagai suspek.
“Pemberian vaksin guna menambah kekebalan tubuh bagi warga sekolah. Sebelumnya, 10 Februari, kami sudah memberikan tindakan pencegahan berupa pemberian obat erythromycin kepada orang-orang yang terpapar langsung atau melakukan kontak dengan penderita (keluarga, tetangga, teman bermain, teman sekelas, dan pengajar, red.),” papar dia.
Guna mencegah penularan difteri, ia mengimbau orang tua yang memiliki bayi untuk melakukan imunisasi sesuai usia. Lengkapi bayi dan anak-anak dengan beragam imunisasi (imunisasi BCG, DPT, Polio, Hepatitis B, dan Campak), booster, hingga Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).
“Dikatakan lengkap jika sudah melakukan 7 kali imunisasi pada usia 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, 18 bulan, dan ketika anak-anak kelas 1 dan 2 SD (BIAS, red.). Jika itu lengkap, maka tidak perlu khawatir adanya penyakit menular seperti difteri,” urai dr Fatimah.
Di tempat sama, Kepala SD dan SMP Galelia Wiwik Wijayanti menyambut baik pemberian vaksinasi subsidi di lingkungan sekolahnya. Ia berharap, usai dilakukan ORI selektif, orang tua dapat lebih ekstra lagi dalam menjaga kesehatan anak-anaknya.
“Senang sekali karena vaksinasi ini menjadi kebutuhan kami semua karena kebetulan ada salah seorang murid yang terkena difteri. Kegiatan ini sangat menolong sekali. Terima kasih kepada pemerintah melalui program ini,” ucap Wiwik.
Sementara itu, Kasi Surveilans, Imunisasi, dan Penanggulangan Wabah Bencana Diskes-KB, Adi Permana memaparkan, Sekolah Galilea merupakan sekolah keempat (terakhir) penerima ORI selektif. Diskes-KB mendahulukan pemberian vaksinasi ke sekolah dan kelurahan yang terdapat suspect difteri. Pun enam kelurahan lainnya, yakni Kelurahan Tanjung Laut, Tanjung Laut Indah, Api-Api, Gunung Elai, Bontang Baru, dan Kelurahan Belimbing.
Lanjutan ORI selektif 15 Februari tidak hanya dilakukan di sekolah, keesokannya Jumat (16/2), juga dilakukan di salah satu kelurahan yang berada di Kecamatan Bontang Barat. Mengingat, pasien berdomisili di salah satu RT tersebut. Menyasar 428 anak dari sekitar 200 kepala keluarga (KK). Dengan rincian, anak usia 0-1 tahun sebanyak 20 orang, 1-5 tahun 52 orang, 5-7 tahun 37 orang, dan usia 7-19 tahun sebanyak 319 orang.
Masyarakat diminta kooperatif agar Diskes-KB dapat lebih mudah melaksanakan ORI, meski masih saja ditemui pihak-pihak yang menolak vaksin, khususnya orang tua ke anak-anaknya. Upaya ini guna melindungi masyarakat, sebab kasus ini tidak hanya terjadi di Bontang dan Kaltim tapi dapat juga tertular di luar pulau/daerah.
Untuk itu penting bagi masyarakat Bontang agar melakukan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), cuci tangan memakai sabun, konsumsi gizi seimbang, jaga kebersihan diri dan lingkungan, melaksanakan imunisasi lengkap sesuai usia, menggunakan masker bila perlu (seperti pada tempat keramaian atau saat batuk dan flu), serta menghindari bepergian ke daerah Kejadian Luar Biasa (KLB).
Tahun ini vaksin massal akan ditambahkan menjadi empat putaran (tiga putaran vaksin untuk difteri, red.) dan satu putaran untuk campak rubela dengan sasaran usia 0-15 tahun, sekitar Agustus mendatang.“Sementara menyasar anak-anak usia 1-19 tahun, usia sekolah. Juga di tiap kelurahan untuk anak-anak yang belum mendapatkan vaksin difteri. Diskes-KB akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Bontang untuk menentukan jadwal ORI massal,” tutupnya. (ra/adv)






