BONTANG – Banjir yang merendam 16 RT di Kelurahan Guntung akhirnya menarik perhatian Pansus Banjir DPRD Bontang. Sebelumnya, pansus lebih banyak mencari solusi terkait permasalahan banjir di daerah yang dialiri Sungai Bontang.
“Kami juga akan telusuri penyebab banjir yang terjadi di Guntung,” kata Bakhtiar, di Sekretariat DPRD Bontang, kemarin (31/10).
Dia mengungkapkan, pansus akan meninjau lokasi banjir di Guntung. Untuk mencari tahu penyebab banjir. “Kepastian waktunya dalam waktu dekat. Tunggu saja,” ucapnya.
Setelah itu, pansus akan mendengarkan kajian final tim akademisi dari Universitas Mulawarman (Unmul). Nantinya hasil itu dijadikan acuan untuk mengeluarkan rekomendasi untuk ditindaklanjuti oleh pemkot.
Sementara, pakar drainase Thamrin mengatakan penyebab banjir di Guntung ialah tidak luasnya saluran primer. Ia juga menegaskan bahwa Sungai Guntung tidak masuk dalam DAS Bontang.
“Jadi saluran primer itu memang harus lebar. Tidak bisa dengan kondisi 3-4 meter saja. Paling tidak 10 meter lebarnya,” kata Thamrin.
Ia menyarankan agar desain drainase pun dirancang dari hulu ke hilir. Mengingat beberapa drainase di Bontang tidak konsisten. Terkadang terjadi pelebaran dan penyempitan saluran di beberapa titik.
“Perlu studi pengendalian banjir dalam waktu setahun untuk membedah banjir di Bontang,” ungkap dosen Unmul itu.
Menurutnya, upaya penanggulangan banjir dimulai dari pembuatan saluran. Jadi saluran tersebut tidak perlu diturap terlebih dahulu. Kondisi seperti ini dilakukan oleh Pemkab Kutim.“Seharusnya itu digali saja, supaya anggaran tidak membengkak,” pungkasnya.
Sebelumnya diwartakan, 16 RT dan 618 kepala keluarga (KK) di Kelurahan Guntung, kebanjiran. Itu diklaim merupakan banjir terparah sepanjang 33 tahun terakhir. Tiga sekolah terpaksa diliburkan. SPS POS PAUD Anyelir II dan SD Darul Ulum terendam. Sementara SMP 9 meliburkan pelajarnya, karena akses menuju sekolah lumpuh. (ak)







