• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Pasien Positif Corona di Samarinda Kabur dari Isolasi

by Redaksi Bontang Post
3 Mei 2020, 04:40
in Kaltim
Reading Time: 3 mins read
0
Ilustrasi. (jpnn)

Ilustrasi. (jpnn)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Seorang pasien positif corona di Samarinda kabur dari kewajiban isolasi (karantina). Pasien tersebut merupakan salah satu dari enam kasus terkonfirmasi positif baru di Samarinda, yang diumumkan pada Sabtu (2/5/2020). Informasi ini berawal dari pesan berantai di salah satu WhatsApp Group malam tadi.

“Satu pasien positif kabur guys. Meninggalkan pesan whatsapp yang dia kirim isinya ‘Gak perlu berburuk sangka, orang yang tiap hari sama saya saja tidak tertular,” bunyi pesan tersebut.

Dikonfirmasi hal itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Samarinda, Ismed Kusasih enggan berkomentar banyak. “Coba konfirmasi ke dr Ery atau dr Ossa, saya detailnya ngga hapal,” ujarnya kepada SELASAR.

Dihubungi terpisah, dr Ery Wardhana, salah seorang dokter Tim Surveilance Pusat Karantina Covid-19 Samarinda meluruskan informasi pesan berantai yang tersebar di beberapa grup WhatsApp tersebut. Dia mengatakan yang bersangkutan bukan kabur dari rumah sakit karantina atau rumah sakit rujukan Covid-19. Karena sedari awal pasien tersebut tidak kooperatif dengan prosedur tetap (protap) yang telah ditetapkan untuk mengikuti karantina.

“Jadi dia memang dalam masa pemantauan dengan hasil rapid test reaktif. Biasanya kalau rapid positif (reaktif), protapnya dikarantina, baik karantina di rumah sakit atau di rumah sendiri. Kalau pasien ini, entahlah, dia banyak berkelit,” jelas Ery.

Ia menerangkan, pasien tersebut memiliki riwayat perjalanan dari Kota Surabaya, Jawa Timur beberapa waktu lalu. Sempat memeriksakan diri di salah satu dokter spesialis di Samarinda pada 17 April, dan melakukan uji lab pada hari berikutnya. Pada 20 April, pasien tersebut melakukan rapid test di Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB) dan hasilnya reaktif.

“(Pasien) datang ke Samarinda kita dapat informasi dari informasi antar-Gugus Tugas, langsung kita swab, baru keluar hari ini (Sabtu, dan hasilnya positif),” lanjutnya.

Pengambilan sampel swab tenggorokan dilakukan pada 23 April lalu di RS Karantina Covid-19 Gedung Bapelkes Kaltim, Jalan Wolter Monginsidi, Samarinda Ulu. Namun ketika pasien diminta untuk isolasi di Rumah Sakit Darurat tersebut, pasien menolak dan memilih isolasi mandiri di rumah dengan alasan tinggal seorang diri.

Namun, hingga hasil analisa laboratorium keluar, pasien tidak memberikan informasi yang benar terkait keberadaannya. Ery menyebut, pasien tersebut mengaku berada di Kutai Barat, namun ketika dihubungi, keluarganya mengatakan tidak ada.

Dari catatan SELASAR (grup bontangpost.id), pasien ini diduga adalah pasien dengan kode SMD 25 dengan riwayat perjalanan dari Surabaya. Yakni seorang pemuda berusia 25 tahun yang baru Sabtu kemarin statusnya terkonfirmasi positif Covid-19.

Ery menuturkan, pasien juga beberapa kali mengirimkan pesan kepada seorang anggota tim surveillance yang isinya bikin petugas mengelus dada: “Oke dok datang aja kesini jemput. Kalau ada CCTV tau kan saya dimana. Seandainya saya memang positif, saya tanpa gejala, jadi kalau 2 minggu lagi saya karantina, saya total karantina 3 minggu otomatis virusnya hilang sendiri selama saya tidak ada interaksi dengan orang lain tidak akan menjadi ancaman bagi orang lain dan tidak akan memperberat tugas dokter.”

Ery menyayangkan sikap pasien tersebut. “Perilaku pasien yang seperti ini bisa kemudian mempercepat Samarinda menjadi daerah dengan transmisi lokal. Ketika memang harus karantina, apalagi statusnya positif, tapi melakukan perjalanan kemana-mana,” sesalnya.

Informasi terakhir, kata Ery, pasien telah berada di Surabaya. “Sudah kita serahkan ke provinsi, dan dari provinsi sudah menyerahkan ke Gugus Tugas Surabaya untuk pelacakan,” tandasnya.

Berikut rekam jejak pasien tersebut:

17 April berobat ke salah satu dokter spesialis penyakit dalam di Samarinda.
18 April cek lab di Prodia.
17-19 April sempat 3-4 kali bolak balik ke Bankaltim.
20 April ke RSPB rapid test positif reaktif.
23 April swab di Pusat Karantina Samarinda. Direncanakan 2 kali swab tapi hanya hadir 1 kali
24 April diantar keluarga balik ke Surabaya.
Dari 24 April – 1 mei, pasien memberikan informasi palsu melalui pesan whatsapp terkait keberadaannya (ke Kubar, ke kebun) dan menolak arahan tim Covid utk pemeriksaan swab kedua serta arahan isolasi mandiri. (*)

 

Berita ini pertama kali terbit di SELASAR.co dengan judul, Pasien Positif Corona di Samarinda Kabur dari Isolasi, Catat Rekam Jejaknya!

 

Print Friendly, PDF & Email
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Kartu Prakerja, Hetifah: Akurasi Pendataan Harus Ditingkatkan

Next Post

Social Distancing Terbukti Efektif Batasi Penyebaran Corona

Related Posts

RSUD Bontang Tambah Layanan Urologi, Pasien Tak Perlu Dirujuk ke Luar Daerah
Bontang

RSUD Bontang Tambah Layanan Urologi, Pasien Tak Perlu Dirujuk ke Luar Daerah

30 April 2026, 10:30
Konflik Pokir Memanas, DPRD Kaltim Tuding Gubernur Hambat Aspirasi Rakyat
Kaltim

Isu KKN Goyang Kursi Ketua DPRD Kaltim: Antara Tekanan Publik dan Hak Prerogatif Partai

30 April 2026, 09:20
Lomba Perpustakaan Bontang Tetap Jalan Berkat DAK Nonfisik
Society

Lomba Perpustakaan Bontang Tetap Jalan Berkat DAK Nonfisik

30 April 2026, 08:27
OTW Amerika! Dua Pebasket SMA 1 Bontang Lolos DBL Camp Nasional
Bontang

OTW Amerika! Dua Pebasket SMA 1 Bontang Lolos DBL Camp Nasional

30 April 2026, 07:24
Tingkatkan Profesionalitas ASN, DPK Bontang Gelar Sharing Session Arsiparis Teladan
Society

Tingkatkan Profesionalitas ASN, DPK Bontang Gelar Sharing Session Arsiparis Teladan

29 April 2026, 19:19
Kasus Pedofil di Bontang Utara, UPT PPA Minta Warga Jangan Sudutkan Korban
Bontang

Kasus Pedofil di Bontang Utara, UPT PPA Minta Warga Jangan Sudutkan Korban

29 April 2026, 19:13

Terpopuler

  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • UPTD PPA Dampingi Korban Asusila di Bontang Utara, Fokus Pemulihan Psikologis Anak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.