• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Catatan Dahlan Iskan

Peluang Ekspor Melawan Mitos

by BontangPost
22 Maret 2018, 11:52
in Dahlan Iskan
Reading Time: 2 mins read
0
Dahlan Iskan

Dahlan Iskan

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Dahlan Islan

Rupiah memang melemah. Tapi bukan berarti dolar Amerika (USD) menguat di mana-mana. Ternyata USD melemah terhadap Yen Jepang. Melemah terhadap Euro. Melemah terhadap dolar Singapura. Juga melemah terhadap renminbi Tiongkok, dan seterusnya.

Total USD melemah 10 persen setahun terakhir.

Kinerja ekonomilah yang membuat negara-negara tersebut mata uangnya menguat. Kinerja ekononi mereka memang membaik.

Mereka seperti membantah dalih bahwa Amerikalah yang membuat mata uang sebuah negara merosot.

Misalnya, menurut ahli dalih itu, pemotongan pajak yang gila-gilaan di AS. Dari 35 persen ke 21 persen.

Atau karena ekononi AS yang membaik: angka penganggurannya hanya 4.1 persen bulan lalu. Terbaik dalam sejarah.

Atau rencana bank sentral AS yang akan menaikkan suku bunga empat kali tahun ini.

Semua itu betul. Bisa membuat negara seperti Indonesia kelabakan. Akibatnya, seperti rupiah melemah begitu mencolok. Tapi di tengah situasi seperti itu toh masih banyak negara yang mata uangnya menguat.

Baca Juga:  Daripada Nostalgia

Bahkan lembaga keuangan dunia seperti Golman Sach sebenarnya sudah memberikan indikasi bahwa perekonomian dunia tahun 2018 ini akan membaik secara nyata.

Ekonomi banyak negara penting terbukti tumbuh menggembirakan. Goldman Sach bahkan menggambarkan inilah untuk pertama kalinya perbaikan ekonomi dunia paling jelas sejak tahun 2013.

Maka yang lebih penting adalah kinerja. Terutama kinerja ekonomi masing-masing negara.

Di tengah tekanan Presiden Trump yang begitu hebat dan kejam, Tiongkok mestinya kelabakan. Tapi ternyata tetap saja neraca perdagangan Tiongkok dengan AS surplus gila-gilaan.

Tahun lalu, bahkan, suplusnya mencapai rekor baru: 275 milyar dolar. Surplus satu bulan saja, Desember lalu, saat Trump lagi marah-marah, bisa mencapai 25 milyar dolar.

Padahal mata uang renminbi menguat terhadap USD. Mestinya ikut menghambat ekspornya ke Amerika.

Ekspor Tiongkok mestinya ibarat sudah jatuh (dipukuli Trump) masih tertimpa tangga (oleh renminbi yang menguat). Tapi tetap saja Tiongkok lari dan lari.

Baca Juga:  Masjid di Depok-nya Dallas

Untuk bisa mendapatkan tangga yang lebih kuat. Dan lebih tinggi. Kinerja ternyata bisa mengalahkan tangga yang jatuh. Kinerja. Kinerja. Kinerja.

Lalu, kinerja apa yang bisa kita perbaiki? Tentu ekonomi, ekonomi, ekonomi. Bukan politik, politik, politik.

Tentu tetap harus ada yang tekun menggeluti sektor ekonomi riel. Kalau tidak, makro ekonomi kita akan terus memburuk.

Sehebat-hebat orang yang pandai mengatur makro ekonomi, tidak akan bisa membidani angka-angka yang merah kalau angka mikro ekonominya memang buruk.

Harus ada yang selalu menjelimeti peluang-peluang ekonomi yang ada. Jangan pesimistis. Jangan putus asa. Selalu akan ada peluang. Di tengah kesulitan seperti apa pun.

Misalnya adakah yang melihat bahwa saat ini Tiongkok lagi menutup semua pabrik kertasnya di sepanjang sungai mana saja di sana?

Adakah yang tahu bahwa Tiongkok saat ini, sekarang ini, lagi melarang impor bahan baku sampah plastik dan sampah apa saja?

Baca Juga:  Buang Bayi….Kesan Umat Membuang Syariat Allah SWT

Semua itu adalah peluang besar bagi negara seperti Indonesia. Tentu juga peluang bagi Malaysia, Vietnam, Thailand dan Kamboja. Tinggal siapa yang lebih jeli. Lalu memanfaatkannya. Dengan cara mendorong industri dalam negeri masing-masing.

Termasuk memberikan dukungan peraturan yang jelas. Dan pro ekspor. Dan cepat.

Jangan sampai peraturannya baru akan dirapatkan. Entah kapan keluarnya.

Tiongkok sekarang hanya mau mengimpor bahan baku biji plastik. Untuk bahan baku pabrik plastik mereka. Bukan lagi sampah plastik. Semua pabrik pengolahan bahan baku plastik di Tiongkok sekarang tutup. Secara massal.

Begitu besar peluang ini. Untuk ekspor biji plastik kita. Agar necara perdagangan kita tidak lagi defisit. Agar rupiah kita tidak melemah.

Jelas, kinerja yang baik hanya bisa diraih oleh tim yang serius dan fokus. Bukan oleh tim yang hanya membuatnya sebagai kerja sampingan. (dis)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: catatandahlan iskan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Mantan Danramil 0908-01/Loktuan Terjun ke Dunia Politik

Next Post

Modal Bank Perkreditan Rakyat Seret

Related Posts

Maafkanlah Gubernur
Opini

Maafkanlah Gubernur

13 April 2026, 18:21
Kotak Kosong, Pesta para Oligarki
Opini

Kotak Kosong, Pesta para Oligarki

21 Juli 2024, 13:20
Brigadir Jenderal Dendi Suryadi: Setelah 30 Tahun, Memilih Jalan Sipil di Kukar
Opini

Brigadir Jenderal Dendi Suryadi: Setelah 30 Tahun, Memilih Jalan Sipil di Kukar

21 Juli 2024, 12:19
Merokok Bikin Kekasih Cacat
Catatan

Merokok Bikin Kekasih Cacat

16 Desember 2023, 11:27
Kursi vs Nurani
Opini

Kursi vs Nurani

3 Juni 2023, 13:08
Milenial dan Optimisme di Tengah Pandemi
Opini

Milenial dan Optimisme di Tengah Pandemi

30 Agustus 2020, 09:16

Terpopuler

  • Creative Night Market Bontang Kembali Digelar, 100 UMKM Ramaikan Jalan Cut Nyak Dien

    Creative Night Market Bontang Kembali Digelar, 100 UMKM Ramaikan Jalan Cut Nyak Dien

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Daftar Tempat Parkir di Bontang yang Wajib Bayar Pajak Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dua Pengedar di Muara Badak Ditangkap Saat Berboncengan, Polisi Sita 16,55 Gram Sabu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rp1,7 Miliar untuk TMMD Bontang, Jalan 450 Meter hingga Sumur Bor Dibangun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penertiban Beras Basah Bontang Berlanjut, Empat Gazebo Warga Dibongkar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.