• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Advertorial DPRD Bontang

Pemkot Bontang Dituntut Beri Kompensasi untuk Pelaku UMKM

by Fitri Wahyuningsih
12 Juli 2021, 16:17
in DPRD Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Kafe dan sejenisnya diatur hanya boleh makan di tempat sampai pukul 17.00, sementara take away hingga 20.00.

Kafe dan sejenisnya diatur hanya boleh makan di tempat sampai pukul 17.00, sementara take away hingga 20.00.

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Salah satu sektor paling terdampak dari pembatasan yang dilakukan pemerintah ialah sektor UMKM. Melihat kondisi ini, Wakil Ketua DPRD Bontang Agus Haris menuntut pemerintah memberi kompensasi yang layak bagi mereka selama pemberlakukan masa kedaruratan ini.

Dia mengatakan, seluruh pembatasan ini, yang kemudian ditingkatkan statusnya jadi PPKM Darurat jelas berimbas kapada pelaku UMKM. Semisal pengelola kafe, penjulan makanan dan minuman di pinggir jalan, warung, hingga para pemilik toko.

Adapun, pemerintah pusat resmi menetapkan 15 kabupaten/kota di luar Jawa dan Bali yang wajib melakukan PPKM Darurat. Dari ke-15 daerah tersebut, 3 di antaranya dari Kaltim, yakni Kabupaten Berau, Balikpapan, dan Bontang. Daerah tersebut wajib mengaktifkan PPKM Darurat lantaran telah memenuhi kriteria; level 4 asesmen, angka keterisian tempat tidur (bed occupancy rate/BOR) rumah sakit sudah di atas 65 persen, kasus aktif meningkat signifikan, dan capaian vaksinasi di bawah 15 persen.

Baca Juga:  Belanja Pegawai Bontang Capai Rp767 Miliar, Dewan Minta Pelayanan Publik Ikut Naik

‘’Namanya aturan memang tidak bisa ditawar. Kalau itu instruksi pusat, maka harus dilakukan. Aturan memang begitu, bersifat memaksa. Tapi jangan memaksakan aturan saja, tapi rakyat dikorbankan. Berikan solusi,’’ ujar pria yang juga Ketua DPC Gerindra Bontang ini kepada bontangpost.id.

Kata dia, Pemkot Bontang wajib memberikan kompensasi kepada UMKM. Mengingat toko, kafe, kedai, atau warung harus mengurangi kapasitas kunjungan, bahkan selama PPKM Darurat tidak menerima makan di tempat. Jalan-jalan protokol ditutup. Semua ini praktis membuat pendapatan mereka terjun bebas. Terlebih bagi pelaku UMKM yang posisi usahanya berada di jalan-jalan yang dijaga petugas.

‘’Makanya pemerintah harus mengambil sebuah terobosan. Harus ada subsidi atau kompensasai yang diberikan kepada mereka (pelaku UMKM),’’ tuntutnya.

Baca Juga:  Dinilai Membahayakan, Pemkot Bontang Diminta Perbaiki Trotoar Berlubang di Tanjung Laut

Kata dia, sebelum penerapan PPKM Darurat di Bontang, mestinya pemerintah melakukan rembuk dengan pelaku UMKM. Jenis kompensasi atau subsidi seperti apa yang mereka inginkan. Tentu ada tawar menawar dalam proses itu. Namun setidaknya, pemerintah tak terkesan abai terhadap nasib malang yang dialami pelaku UMKM. Sebab sejatinya, konsekuensi PPKM Darurat sejatinya sudah bisa diproyeksi.

‘’Saya enggak tahu apa ada sosialisasi atau pembicaraan sebelumnya dengan mereka (pelaku UMKM). Tapi mestinya ini ada sebelum PPKM Darurat diberlakukan,’’ tegasnya.

Tentu ada beberapa opsi yang bisa ditimbang pemerintah. Agus Haris memberi satu opsi. Kata dia, pemerintah bisa melakukan inventarisasi pelaku UMKM mana saja yang usahanya terdampak akibat penjagaan jalan-jalan utama di Bontang. Adapun jalan prokol yang dijaga di Kota Taman, membentang dari Jalan Bhayangara (simpang 3 menuju Jalan Cipto Mangunkusumo), hingga Jalan Ahmad Yani.

Baca Juga:  Berdampak ke UMKM, AH Minta Maksimalkan Potensi Destinasi Wisata Bontang

Setelah melakukan inventarisir, barulah pemerintah menghitung berapa kerugian atau pendapatan yang mampu pemerintah berikan. Menurutnya pemberian kompensasi ini wajib, bukan saja ini termaktub dalam UU Kekarantinaan Kesehatan, juga masuk dalam poin ke-3 instruksi Gubernur Kaltim.

‘’Kalau tidak salah di poin ke-3 instruksi gubernur isinya memberikan bantuan sosial kepada masyarakat yang terdampak akibat pemberlakukan PPKM Daruat. Jelas ini luas sekali, termasuk kepada pelaku UMKM,’’ tandasnya. (*)

Tags: dprd bontang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Komisi II DPRD Bontang Minta Sistem Penyekatan Ruas Jalan Dievaluasi

Next Post

Bontang Mulai Hari Ini PPKM Darurat, Pelanggar Bakal Disanksi

Related Posts

52 Eks Karyawan Kaltim Equator Menunggu Pesangon Lebih dari Sedekade, DPRD Bontang Cari Jalan Keluar
Bontang

52 Eks Karyawan Kaltim Equator Menunggu Pesangon Lebih dari Sedekade, DPRD Bontang Cari Jalan Keluar

6 Oktober 2026, 15:23
Sudiyo Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Bontang, Gantikan Maming lewat PAW
Bontang

Sudiyo Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Bontang, Gantikan Maming lewat PAW

29 September 2026, 11:46
DPRD Bontang Pertanyakan Pemadaman Masif, Padahal Punya Tiga Pembangkit
Bontang

DPRD Bontang Pertanyakan Pemadaman Masif, Padahal Punya Tiga Pembangkit

15 September 2026, 14:55
Kursi DPRD Bontang Kosong, PDIP Mulai Proses PAW dan Siapkan Pengganti, Ini Sosoknya
DPRD Bontang

Joni Alla’ Padang Dilantik Jadi Wakil Ketua DPRD Bontang Besok

31 Agustus 2026, 21:15
Antrean Pertalite di Bontang Mulai Terurai, Pasokan SPBU Naik hingga 16 KL
DPRD Bontang

Antrean Pertalite di Bontang Mulai Terurai, Pasokan SPBU Naik hingga 16 KL

31 Agustus 2026, 15:37
Bontang Siapkan Rp4,4 Miliar untuk Porprov 2026, DPRD Sarankan Cari Tambahan dari CSR
DPRD Bontang

Bontang Siapkan Rp4,4 Miliar untuk Porprov 2026, DPRD Sarankan Cari Tambahan dari CSR

29 Agustus 2026, 13:22

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.