• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Penertiban Anjal Tak Maksimal, Ini Jawaban Wali Kota

by BontangPost
23 Oktober 2018, 16:10
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Syaharie Jaang(LUKMAN/METRO SAMARINDA)

Syaharie Jaang(LUKMAN/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda kesulitan dalam penertiban anak jalanan (anjal), gelandangan dan pengemis (gepeng). Pasalnya, meski telah dilakukan penanganan sedemikian rupa, tidak membuat grup peminta-minta ini merasa jera.

Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang mengatakan, penertiban anjal-gepeng memang tidak sesederhana yang terlihat. Terlebih ada kemungkinan beberapa oknum yang memang sengaja mendatangkan anjal-gepeng ke Kota Tepian. Mereka tertarik karena diiming-imingi uang dan kehidupan yang layak.

“Jadi orang-orang ini diimingi kalau datang ke Samarinda bisa dapat banyak uang. Sampai di sini, enggak dapat apa-apa,” tutur dia, Senin (22/10)kemarin.

Kendati demikian, Jaang mengaku pihaknya belum dapat memberikan sanksi tegas lainnya selain tindak pidana ringan (tipiring). Sebab ada aturan yang lebih tinggi menghalangi hal tersebut.

Baca Juga:  Balitbangda Dorong Penerapan Teknologi Nuklir 

“Ya memang aturannya seperti itu. Peraturan daerah ada batasannya. Kami tidak dapat membuat aturan yang melampaui aturan UU,” ujarnya.

Jaang menyebut itu adalah salah satu kelemaham pemkot. Karena belum mampu membuat peraturan untuk menjerat hukum pelaku koordinator yang kerap memasok anak-anak untuk dijadikan anjal-gepeng. Sehingga membuat mata rantai anjal-gepeng tak kunjung usai.

“Untuk dikenai UU perlindungan anak juga tidak bisa. Kami memang memiliki pikiran seperti itu. Tapi kami terkendala aturan. Makanya ke depannya hal ini perlu dikaji karena masalah ini sudah termasuk tindak kejahatan perdagangan anak-anak,” ungkap dia.

Kendati demikian, untuk saat ini Jaang telah memerintahkan dinas-dinas terkait agar saling koordinasi. Dari tingkat terbawah hingga di atasnya. “Seperti RT mestinya harus lebih tahu keadaan di lapangan. Apabila ada tindakan oknum-oknum mencurigakan harap segera melapor ke Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Harus sinergi lah,” ujarnya.

Baca Juga:  Disukai karena Rindang, Banyak Fasilitas Memprihatinkan  

Terpisah, Kepala Satpol PP, Ruskan mengatakan, untuk pengamanan di lapangan pihaknya telah melakukan sedemikian rupa sesuai dengan arahan wali kota.

“Kami patroli terus ini setiap hari terutama di titik-titik rawan anjal seperti perempatan lampu merah. Kami akan kawal terus, termasuk sinergi dengan RT lurah dan camat selalu kami tingkatkan. Tadi juga hal itu sudah dibahas dengan wali kota bersama intansi lainnya seperti Dinsos, Disnaker, Dishub dan Disdik. Intinya kami akan berupaya agar mewujudkan samarinda bebas anjal,” pungkasnya. (*/dev)

Tags: Metro SamarindaPenertiban anjal
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Usul Mata Kuliah Kepemiluan untuk Tingkatkan Partisipasi Pemilih

Next Post

Jaang Pilih Konsultasi ke Mendagri

Related Posts

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10
Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat
Kaltim

Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat

22 Desember 2018, 16:00
Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 
Kaltim

Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 

21 Desember 2018, 16:30
2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 
Kaltim

2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 

21 Desember 2018, 16:20

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.