BONTANGPOST.ID, Bontang – Program digitalisasi pendidikan di Kota Bontang kian dekat menjadi kenyataan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang memastikan bahwa pengadaan tablet PC bagi pelajar sudah selesai dianggarkan dan kini memasuki tahap akhir sebelum distribusi.
Kepala Disdikbud Bontang Abdu Safa Muha mengatakan seluruh perangkat sudah dalam kondisi siap dan tinggal menunggu waktu pembagian ke sekolah-sekolah. “Sudah di Autis Centre dan standby. Jumlahnya 1.600 unit, khusus untuk siswa kelas III SD negeri,” kata Safa.
Safa menjelaskan pembagian tablet ini merupakan bagian dari tahap awal program digitalisasi pembelajaran di Bontang. Tahun depan, jumlahnya akan terus ditambah seiring ketersediaan anggaran. “Tahun depan akan kita anggarkan lagi agar bisa menjangkau lebih banyak sekolah,” tambahnya.
Mengenai mekanisme penyerahan, Disdikbud memberi ruang bagi sekolah untuk menyesuaikan teknisnya. “Kalau Ibu Wali Kota ingin ada seremoni, kami siap fasilitasi. Tapi kalau sekolah mau langsung mengambil, juga bisa. Barangnya sudah siap, mungkin satu minggu lagi sudah datang,” jelas Safa.
Sebelumnya, Sekretaris Disdikbud Bontang Saparuddin menyebut anggaran pengadaan tablet PC mencapai Rp29 miliar. “Untuk tahap awal ada sekitar 3 ribu unit tablet yang akan kami salurkan kepada siswa,” ujarnya.
Adapun sasaran utama pengadaan ini difokuskan pada siswa kelas IX SMP negeri. Sementara distribusi ke SD dilakukan secara bertahap mulai dari siswa kelas III. Tablet tersebut akan menjadi inventaris sekolah dengan spesifikasi RAM 6 GB dan penyimpanan 128 GB, guna menunjang kegiatan belajar digital.
Terkait apakah perangkat boleh dibawa pulang oleh siswa, kebijakan itu diserahkan kepada masing-masing sekolah. “Menyesuaikan kondisi di sekolah. Jika disimpan semua di sekolah, ada risiko kehilangan, apalagi sebelumnya sempat terjadi pencurian laptop di dua sekolah,” terang Saparuddin.
Selain menunjang proses belajar-mengajar, program tablet pelajar ini juga diharapkan dapat mengurangi penggunaan kertas dalam pelaksanaan ujian dan administrasi sekolah.
Disdikbud memastikan sekolah swasta juga akan mendapatkan bantuan serupa secara bertahap, sesuai kemampuan keuangan daerah. “Semua akan dapat, hanya waktunya yang bertahap,” kata Safa.
Program ini merupakan tindak lanjut dari gagasan Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni yang menginginkan seluruh pelajar di Bontang memiliki akses belajar berbasis digital.
“Nantinya semua pelajar akan menggunakan tablet PC. Tujuannya untuk menekan penggunaan kertas dan mempercepat transformasi ke arah digital,” pungkas Neni. (*)







