• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Pengawasan Kinerja Kontraktor Penurapan Sungai Bontang Dipertanyakan

by BontangPost
16 Februari 2021, 13:00
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Pengawasan pengerjaan turap sungai dipertanyakan Wakil Ketua DPRD Agus Haris. (Adiel/KP)

Pengawasan pengerjaan turap sungai dipertanyakan Wakil Ketua DPRD Agus Haris. (Adiel/KP)

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Lambat rampungnya proyek penurapan Sungai Bontang mendapat sorotan Wakil Ketua DPRD Agus Haris. Pasalnya ada titik lemah dalam pengawasan kontraktor kali ini. Padahal kegiatan ini memiliki dampak positif bagi warga Kota Taman. Dalam penanggulangan ancaman musibah banjir.

“Pengawas harus jeli. Bila progres pekerjaan dalam kurun seminggu tidak tercapai maka harus segera ambil tindakan. 99 persen itu kesalahan kontraktor. Ini harus dicari dulu,” kata Agus Haris.

Faktor molornya bisa dari beberapa aspek. Mulai dari kekurangan material alam, maupun SDM. Bentuknya jika pasokan kebutuhan material yang belum terpenuhi harus segera mengambil jalan lain. Pun demikian bila volume pengerjaan terhambat karena kurangnya sumber daya manusia. Jalan keluarnya ialah menambah pekerja.

Baca Juga:  Dua Polder untuk Atasi Banjir Senilai Rp 1 Miliar Masuk Tahap Lelang

“Kalau itu luput maka kelemahan pengawasan,” ucapnya.

Menurut Politisi Partai Gerindra ini sanksi tetap harus dijatuhkan kepada kontraktor. Wujudnya ialah tidak bisa mendapatkan pekerjaan di lingkup Bontang. Baik itu merupakan kucuran anggaran pemerintah pusat, Pemprov Kaltim, maupun Pemkot Bontang.

“Harus ada punishment kepada kontraktor yang mengerjakan,” ucapnya.

Terkait dengan lambat mulainya proses lelang itu bukan menjadi tanggung jawab Pemkot Bontang. Sebab mutlak itu ranah Pemprov Kaltim. Karena mereka yang memberikan porsi anggaran tersebut. Ia menyakini ada proses pembahasan dana transfer yang membutuhkan waktu. Meskipun skema lelang dipercayakan kepada Unit Layanan Pengadaan (ULP) Bontang.

“Terkait admnistrasi juga bisa menjadi kendala soal persiapan lelang,” terangnya.

Baca Juga:  Masih Fokus DAS Bontang, Normalisasi Sungai Jadi Solusi Jangka Pendek Atasi Banjir

Kaltim Post mendapatkan informasi tambahan bahwa tender ini dimulai dua bulan sebelum pergantian tahun. Bahkan, kucuran anggarannya lebih besar dari tahap awalnya.

Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengaku proyek ini senilai Rp 28 miliar. Bersumber dari Bantuan Keuangan (Bankeu) Pemprov Kaltim. Panjang penurapan ialah 800 meter kanan dan kiri bahu sungai. Nominal termasuk pembuatan jalan inspeksi di kedua sisi. Mulai dari jembatan dekat SDN 010 Bontang Utara hingga Perum Griya Tata Selaras.

Ia menilai start awal durasi pengerjaan tidak tepat. Mengingat kondisi iklim di Kota Taman terkadang diguyur hujan. Akibatnya pengerjaan molor hingga bulan kedua tahun selanjutnya.

“Kenapa dimulai mendekati akhir tahun,” katanya.

Baca Juga:  Dapat Kucuran Rp 18 Miliar, Penurapan Sungai di Bontang Dikejar Waktu

Diketahui, lanjutan penurapan ini dikerjakan oleh PT Palem Citra Indonesia. Perusahaan asal Samarinda ini mengalahkan 31 perusahaan lain yang ikut lelang. Berdasarkan Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) penanadatanganan kontrak dilaksanakan pada 29 Oktober 2020.

Sebelumnya, PT Bumi Lansirang telah menyelesaikan proyek senilai Rp 18 miliar. Tepatnya pada Desember silam. Sebagai informasi anggaran bankeu untuk proyek ini semula Rp 40 miliar. Dipangkas di tengah tahun lalu imbas relaksasi pandemi Covid-19. Konon, tambahan sebsar Rp 10 miliar merupakan pengalihan anggaran dari pendanaan MTQ. (*/ak)

 

 

Tags: Penanganan Banjirpenurapan sungai
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Dua Pemuda Saling Tikam di Muara Badak, 1 Meninggal

Next Post

Dukung Proyek Strategis Nasional IPP Jawa-1, Badak LNG Sukses Laksanakan Proses Gassing Up and Cooling Down FSRU Jawa Satu

Related Posts

Enam Proyek Pembangunan Drainase di Bontang Dianggarkan Lewat Bankeu, Ini Rinciannya
Bontang

Enam Proyek Pembangunan Drainase di Bontang Dianggarkan Lewat Bankeu, Ini Rinciannya

6 Januari 2026, 15:14
Hasil Rembuk, Warga Kanaan Usulkan Penanganan Banjir dan Perbaikan Pintu Air
Bontang

Hasil Rembuk, Warga Kanaan Usulkan Penanganan Banjir dan Perbaikan Pintu Air

9 April 2025, 16:00
Penurapan Sungai di Bontang Capai 50,45 Persen
Bontang

Penurapan Sungai di Bontang Capai 50,45 Persen

10 Maret 2025, 16:00
Tangani Banjir, Penguatan Tebing di Api-Api Dilanjutkan Tahun Ini
Bontang

Tangani Banjir, Penguatan Tebing di Api-Api Dilanjutkan Tahun Ini

14 Februari 2025, 10:30
Penanganan Banjir di Gunung Telihan Berlanjut Tahun Ini, Dikucur Rp67 Miliar
Bontang

Penanganan Banjir di Gunung Telihan Berlanjut Tahun Ini, Dikucur Rp67 Miliar

11 Februari 2025, 17:48
Penguatan Tebing Sungai Bontang Berlanjut Tahun Ini, Dibagi Jadi Dua Segmen
Bontang

Penguatan Tebing Sungai Bontang Berlanjut Tahun Ini, Dibagi Jadi Dua Segmen

27 Januari 2025, 19:10

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.