• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Penjual Makanan Terancam Gulung Tikar, Ini Penyebabnya….

by BontangPost
25 Juli 2018, 11:32
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
SERBA MAHAL: Naiknya harga daging ayam ikut mempengaruhi daya beli masyarakat menengah ke bawah.(DEVI/METRO SAMARINDA)

SERBA MAHAL: Naiknya harga daging ayam ikut mempengaruhi daya beli masyarakat menengah ke bawah.(DEVI/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Kenaikan harga daging ayam di sejumlah pasar tradisional di Samarinda mulai dikeluhkan warga. Pasalnya, kenaikan harga daging ayam ini sudah berdampak pada kenaikan harga makanan di sejumlah tempat makan di Kota Tepian selama sepekan terakhir.

Salah satu penjual makanan di Jalan Pramuka, Sri mengatakan, terpaksa menaikkan harga makanan yang semula seharga Rp 11 ribu menjadi Rp 12 ribu sebagai dampak naiknya harga daging ayam. Pasalnya, harga daging ayam yang biasa dijual Rp 35 ribu, kini sudah naik menjadi Rp 48 ribu. Bahkan untuk satu ekor ayam saja sudah ada yang dijual sampai Rp 65 ribu.

Sri pun merasa heran dengan mendadak melonjaknya harga di pasaran terutama ayam. Pasalnya selama menjadi penjual makanan, baru kali ini ia merasa harga ayam benar-benar sangat mahal. Hal itu berimbas pada keuntungan yang ia peroleh sehari-hari.

Baca Juga:  Demi Memenuhi Syarat Pencalonan DPD, Sandra Bakal Mundur dari Kepengurusan PKB 

“Kalau harga makanannya dinaikkan lagi, pasti tidak ada yang mau beli. Biarlah jualan ala kadarnya, sembari dimakan. Kalau warungnya ditutup, tidak ada pemasukan,” kata dia, saat disambangi media ini di warungnya di Jalan Pramuka, Selasa (24/7) kemarin.

Sebagai pedagang kecil, Sri hanya bisa pasrah dan bertahan dengan keadaan yang ada. Untuk menyiasati harga ayam mahal, sekarang Sri hanya bisa memperkecil ukuran ayam agar dapat mengais sedikit keuntungan dari hasil jualannya.

Selain itu, sebagai alternatif untuk menekan pengeluaran, ia mengaku, mulai membeli daging ayam beku. “Ini daging ayam beku,” ujarnya sembari menunjuk daging ayam goreng di depannya.

Terpisah, kenaikan harga makanan ini turut disesalkan seorang mahasiswa Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) sekaligus Ketua BEM FEB Unmul, Freijae Rakasiwi. Ia mengatakan, kenaikan harga beberapa barang sudah mulai terasa dan ini sangat merugikan masyarakat.

Baca Juga:  Warga Samarinda Dikeker Polisi 

Menurutnya, kenaikan harga barang ini termasuk dampak dari kebijakan pemerintah pusat yang menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Jika sebelumnya ia biasa membeli makanan seharga Rp 13 ribu. Namun sejak naiknya harga barang, dirinya kini harus mengeluarkan uang Rp 15 ribu untuk satu kali makan.

“Hal ini jelas merugikan masyarakat menengah ke bawah. Karena hingga saat ini, tidak ada keseriusan dari pemerintah kota maupun provinsi untuk menindaklanjuti masalah ini. Dan tentu saja membuat kami kecewa. Kami ingin mendesak pemerintah untuk menstabilkan harga-harga yang ada di pasaran,” sebut Freijae. (*/dev)

Tags: Kenaikan Harga PanganMetro Samarinda
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Pemkot Bakal Buka Pasar Baru 

Next Post

Golkar Yakin Bisa Move On 

Related Posts

Harga Pangan Naik Jelang Nataru, Pemkot Bontang; Stok Aman
Bontang

Harga Pangan Naik Jelang Nataru, Pemkot Bontang; Stok Aman

17 Desember 2025, 11:13
Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10
Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat
Kaltim

Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat

22 Desember 2018, 16:00
Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 
Kaltim

Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 

21 Desember 2018, 16:30

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.