bontangpost.id – RSUD Taman Husada terus meningkatkan pelayanannya. Pada APBD-P Bontang 2023, sejumlah alat kesehatan (alkes) diremajakan.
Dirut RSUD Taman Husada dr Suhardi mengatakan sejumlah pengadaan dilakukan pada akhir tahun ini. “Sebagian alkes sudah dalam tahap pemesanan. Tinggal menunggu datang,” kata dr Suhardi.
Kemudian belanja modal alat kedokteran bedah mesin biopsy. Nilainya Rp1,8 miliar. Pemasangan gardu listrik induk juga diperlukan. Angkanya mencapai Rp 1,5 miliar. Khusus pelayanan spesialis bedah orthopedi juga dikucurkan untuk pengadaan meja operasi senilai Rp 1 miliar.
Pembelian alat kedokteran umum berupa Infus Pump dan Syringe Pump juga masuk nomenklatur. Spesifikasi barangnya ialah Infus Pump dengan berat 1.7 kg, ukuran 210x140x73mm, screen 3.5 inc lcd 200×400 pixels.
Sedangkan syringe pump yakni compatible syringe nilainya mencapai Rp1,2 miliar. Berikutnya, spesialis anestesi bakal mempunyai mesin penunjang pelayanan. Anggaran yang digelontorkan untuk pembeliannya yaitu Rp1 miliar.
Selain itu, ada pengadaan troli emergency senilai Rp407 juta, alat kedokteran saraf Rp952 juta, alat kedokteran anak berupa infant warmer Rp175 juta, dan alat kedokteran THT yakni Santiero Handleld Diagnostic OAE Rp107 juta.
“Beruntung mendapatkan bantuan dari APBD. Karena kalau mengandalkan dana BLUD tidak mampu,” ucapnya.
Semakin lengkapnya alkes yang dimiliki RSUD Taman Husada diharapkan memberikan pelayanan maksimal kepada pasien. Nantinya warga Bontang tidak perlu lagi untuk dirujuk ke daerah lain karena fasilitas medis sudah dimiliki.
“Ini sesuai dengan visi dari kepala daerah. Justru warga daerah lain berobatnya ke Bontang,” tutur dia. Selain itu, direncanakan rumah sakit pelat merah ini juga bakal membeli alat USG untuk dokter onkologi. Sehingga ini dapat mendeteksi kanker payudara. Nilainya ditaksir miliaran rupiah.
Sebab, saat ini SDM dokter spesialis onkologi sudah ada sejak setahun belakangan. “Tetapi alatnya belum tersedia. Dapat dukungan dari APBD ini pelan-pelan memenuhi kelengkapan alkes,” terangnya.
Terkait SDM saat ini masih ada dokter yang mengambil spesialis bedah plastik. Spesialis tersebut hingga kini belum ada di RSUD Taman Husada. Sebelumnya RSUD Taman Husada juga membeli alat yakni Magnetic Resonance Imaging (MRI).
Pengadaannya menggunakan skema e-katalog. Sehingga target alat kesehatan itu datang di akhir tahun. “Saat ini pengecoran dinding ruangan dilakukan untuk penempatan MRI,” sebutnya.
Postur anggaran yang disiapkan yakni Rp36 miliar. Masuk alokasi belanja modal alat kedokteran Radiodiagnostic. Spesifikasinya MRI Automatic Breast ultrasound. Nantinya ketika alat kesehatan itu datang bakal ada uji fungsi sebelum dioperasionalkan. “Terkait perizinan ke badan kompeten tidak diperlukan. Karena ini magnetic bukan X-Ray,” bebernya.
Terkait pengadaan ini sejumlah ruangan telah dipindahkan ke bangunan baru. Dari lantai satu bangunan lama. Dijelaskan dia, pemeriksaan dengan MRI nantinya dapat tercover layanan BPJS. Sejauh ini pemeriksaan demikian pasien harus menuju Samarinda.
Ia berharap dengan adanya di Bontang maka pasien lebih dekat dalam memeriksakan kesehatannya. Saat ini fasilitas pemeriksaan kesehatan lainnya yang dimiliki RSUD Taman Husada ialah CT-scan. Alat ini dibeli pada 2018 silam dengan nominal Rp13 miliar.
MRI merupakan pemeriksaan organ tubuh yang dilakukan dengan menggunakan teknologi magnet dan gelombang radio. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendapatkan hasil gambar organ, tulang, dan jaringan di dalam tubuh secara rinci dan mendalam.
Pemeriksaan ini dilakukan sebagai alat bantu diagnosis untuk dokter. MRI sering dilakukan dan berkaitan dengan pemeriksaan terhadap otak, saraf tulang belakang, jantung, pembuluh darah, tulang, sendi, jaringan lunak, dan organ-organ tubuh lainnya.
Pemeriksaan MRI membutuhkan bantuan zat pewarna khusus yang disuntikkan melalui pembuluh darah, untuk membantu meningkatkan ketepatan gambar, sebagai hasil dari pemeriksaan. Pemeriksaan organ tubuh melalui prosedur MRI sering dianggap sebagai cara yang lebih aman.
Sebab, berbeda dengan foto rontgen atau CT scan, pemeriksaan dengan MRI tidak memancarkan radiasi sehingga cukup aman untuk dilakukan pada ibu hamil sekalipun. (ak)







