• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Advertorial DPRD Bontang

Pertanyakan Peningkatan Gaji, DPRD Sepakat Rombak Direksi Perusda AUJ

by Redaksi Bontang Post
10 Agustus 2021, 08:47
in DPRD Bontang
Reading Time: 3 mins read
0
Wakil Ketua DPRD Bontang, Agus Haris (Fitri Wahyuningsih/bontangpost.id)

Wakil Ketua DPRD Bontang, Agus Haris (Fitri Wahyuningsih/bontangpost.id)

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Meningkatnya besaran gaji dan tunjangan hari raya (THR) di tubuh direksi serta karyawan Perusda AUJ mendapat tanggapan legislator. Wakil Ketua DPRD Agus Haris mengatakan kehadiran BUMD tersebut jangan sampai membebani APBD. Justru pembentukan perusahaan pelat merah itu bertujuan menopang sektor pendapatan asli daerah.

“Kalau Perusda AUJ itu menjadi beban kalau perlu ditutup sementara atau dibersihkan dulu yang ada. Baru start dari awal,” kata Agus Haris.

Politikus Partai Gerindra ini berpandangan agar tidak selalu berlindung di balik dalil dosa lama. Menurutnya, harus ada keinginan bersama untuk membereskan urusan administrasi dan utang-piutang. Sehingga menjadi harapan Kota Taman di kondisi pandemi seperti ini.

“Ketidakpastian DBH dan pembiayaan dari pusat, harapan satu-satunya ialah terobosan pendapatan daerah. Perusda AUJ menjadi salah satu tulang punggung,” ucapnya.

Ia juga mempertanyakan peningkatan beban operasional di tengah berkurangnya sumber daya manusia di perusahaan tersebut. Seharusnya, dewan pengawas mencermati kondisi ini. Pasalnya posisi itu merupakan perpanjangan dari pemilik saham dalam hal ini Pemkot Bontang dengan direksi Perusda AUJ.

Baca Juga:  Komisi II Bahas Ripda untuk Antisipasi Pasca Migas

“Kalau terjadi begitu pengawas harus berani bertindak. Anehnya dua tahun lalu SDM banyak lebih kecil pengeluaran uang. Tetapi sekarang jumlah SDM berkurang tapi beban biaya meningkat,” tutur dia.

Belum lagi pengurangan dua divisi usaha. Mencakup jasa bongkar muat dan transportasi. Kondisi ini menyebabkan tidak ada potensi sektor pendapatan. Apalagi jasa bongkar muat di pelabuhan sangat dibutuhkan. “Kalau dihilangkan artinya mematikan Perusda AUJ itu sendiri,” sebutnya.

Agus Haris pun sepakat dengan rencana wali kota untuk merombak direksi Perusda AUJ. Mengingat masa jabatan direksi bakal habis akhir tahun ini. Mengingat beberapa tahun ini tidak bersumbangsih kepada pendapatan daerah Kota Taman. Akan tetapi perombakan ini harus diisi orang yang berkompeten di bidang usaha. Artinya jangan sampai perombakan dilandasi oleh politik balas budi.

“Jangan sampai penggantinya sama saja. Karena ini murni bisnis maka butuh orang yang berdisiplin ilmu sesuai. Sehingga bisa membangkitkan perusda,” urainya.

Apalagi, nantinya Bontang menjadi penyangga ibu kota negara. Tentunya peluang ini harus ditangkap oleh jajaran direksi untuk mengembangkan sektor usaha yang bisa menambah pendapatan daerah. Selain itu, potensi merekrut pekerja lokal dari pembukaan beberapa divisi usaha.

Baca Juga:  Tak Layak Pakai, Faisal Usulkan Pengadaan Ambulans Baru untuk Kelurahan Loktuan

“Jangan sampai cara berpikir masih lama. Harus meningkatkan efektivitas kinerja perusda,” terangnya.

Sebelumnya diberitakan, berdasarkan laporan keuangan dari auditor independen 2020, pos anggaran yang mengalami lonjakan ialah biaya gaji dan tunjangan hari raya (THR). Baik menyasar direksi maupun karyawan dari BUMD tersebut.

Pada 2020, nominal gaji yang dikeluarkan dari kas anggaran mencapai Rp 1.009.140.672. Padahal satu tahun sebelumnya hanya Rp 878.169.494. Tak hanya itu, besaran THR naik dari Rp 57.920.833 menjadi Rp 98.470.000. Dewan Pengawas Perusda AUJ Hariyadi mengatakan tidak tahu persis kenaikan itu mengacu apa. “Sebab itu merupakan ranah dari direksi,” kata Hariyadi.

Sebelumnya pada 2019 induk perusahaan beserta anak perusahaan memiliki 33 karyawan. Setahun berselang menyusut menjadi 24 tenaga. Bahkan jumlah itu kini melorot lagi seiring dua divisi usaha tersebut yang tidak beroperasi. Tersisa 14 karyawan.

Baca Juga:  Siap Maju Pilkada, Aswar Resmi Mundur dari DPRD Bontang

Selain itu, peningkatan beban operasional juga menyasar honor dewan pengawas. Pada 2019 hanya mengeluarkan Rp 6,9 juta selama setahun. Kini menjadi Rp 55,2 juta. Tetapi jika diakumulasi dalam sebulan dewan pengawas hanya menerima sekira Rp 4 juta.

“Jumlah dewan pengawas hanya satu orang. Tetapi saya kira itu tidak mungkin kalau 2019 hanya Rp 6 juta dalam setahun,” ucapnya.

Beban sewa kantor juga membengkak. Dari Rp 35.000.000 sebelumnya menjadi Rp 89.250.000. Menurutnya, nominal ini lantaran perpindahan dari kantor di Jalan eks Pattimura ke Pelabuhan Loktuan. Perusda AUJ pun menyewa kepada Pelindo IV sebagai pengelola. Dihitung berdasarkan luas bangunan.

“Ada memang perubahan harga sewa dari kantor lama ke baru,” tutur dia.

Pos beban anggaran yang meningkat terakhir ialah professional fee. Alokasi ini melonjak seiring adanya pembayaran jasa sehubungan permasalahan hukum. Mengingat beberapa kasus penanganan perkara di lapangan menimpa Perusda AUJ maupun anak perusahaan. Pada 2019 tercatat Rp 136.450.000 anggaran yang dikeluarkan. Setahun kemudian menjadi Rp 206.682.100. (*/ak)

Tags: dprd bontang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Masa Tahanan Lima Bulan Lagi, Pengendali Sabu 126 Kg Kini Terancam Hukuman Mati

Next Post

Sebut Kecolongan, Lapas Klas II A Bontang Jamin Tak Ada Keterlibatan Petugas

Related Posts

52 Eks Karyawan Kaltim Equator Menunggu Pesangon Lebih dari Sedekade, DPRD Bontang Cari Jalan Keluar
Bontang

52 Eks Karyawan Kaltim Equator Menunggu Pesangon Lebih dari Sedekade, DPRD Bontang Cari Jalan Keluar

6 Oktober 2026, 15:23
Sudiyo Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Bontang, Gantikan Maming lewat PAW
Bontang

Sudiyo Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Bontang, Gantikan Maming lewat PAW

29 September 2026, 11:46
DPRD Bontang Pertanyakan Pemadaman Masif, Padahal Punya Tiga Pembangkit
Bontang

DPRD Bontang Pertanyakan Pemadaman Masif, Padahal Punya Tiga Pembangkit

15 September 2026, 14:55
Kursi DPRD Bontang Kosong, PDIP Mulai Proses PAW dan Siapkan Pengganti, Ini Sosoknya
DPRD Bontang

Joni Alla’ Padang Dilantik Jadi Wakil Ketua DPRD Bontang Besok

31 Agustus 2026, 21:15
Antrean Pertalite di Bontang Mulai Terurai, Pasokan SPBU Naik hingga 16 KL
DPRD Bontang

Antrean Pertalite di Bontang Mulai Terurai, Pasokan SPBU Naik hingga 16 KL

31 Agustus 2026, 15:37
Bontang Siapkan Rp4,4 Miliar untuk Porprov 2026, DPRD Sarankan Cari Tambahan dari CSR
DPRD Bontang

Bontang Siapkan Rp4,4 Miliar untuk Porprov 2026, DPRD Sarankan Cari Tambahan dari CSR

29 Agustus 2026, 13:22

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.