• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Perubahan Iklim Picu Hujan Ekstrem, Terbesar di Kalimantan

by Redaksi Bontang Post
22 Februari 2021, 08:25
in Nasional
Reading Time: 1 min read
0
Banjir di salah satu kabupaten di Kalbar. (prokal)

Banjir di salah satu kabupaten di Kalbar. (prokal)

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi intensitas hujan ekstrem masih terjadi di sejumlah daerah di Indonesia. BMKG menyebut perubahan iklim global menjadi penyebab utama kondisi tersebut.

Kondisi itu diprediksi menyebabkan terjadinya banjir hingga longsor. ”Kami mencatat dari perubahan iklim ini adalah meningkatnya intensitas curah hujan lebat,” kata Deputi Bidang Klimatologi BMKG Herizal kemarin (20/2).

Akibat perubahan iklim itu, Herizal menjelaskan bahwa hujan lebat dalam kurun waktu sehari atau dua hari merupakan representasi hujan yang terjadi selama satu bulan. BMKG menyebut hujan dengan intensitas paling besar di Jakarta terjadi di awal tahun lalu. Menyentuh angka 370 milimeter per hari.

Untuk tahun ini, intensitas curah hujan ekstrem di Kalimantan tercatat yang paling besar. ”Ke depan kita akan melihat angka-angka ini lebih banyak lagi,” jelasnya. Lebih jauh Herizal menjelaskan, perubahan iklim mengakibatkan temperatur di bumi meningkat dari tahun ke tahun. Peningkatan itu sejalan dengan meningkatnya gas rumah kaca.

Dia menyebut sebelum revolusi industri, konsentrasi gas rumah kaca tidak pernah lebih dari 280 ppm. ”Sekarang sudah 400 ppm,” ungkapnya.

Secara teori, efek gas rumah kaca yang terus meningkat membuat temperatur udara di muka bumi semakin tinggi. Bukti paling nyata dari perubahan itu adalah menyusutnya gunung es. Di Indonesia, sebagaimana pengamatan yang dilakukan BMKG, luasan es di puncak Jayawijaya dari tahun ke tahun terus menyusut.

Karena itu, BMKG mengimbau semua elemen untuk bersinergi dalam menghadapi perubahan iklim saat ini. Semua pihak dengan kapasitas masing-masing dapat berkontribusi. Misalnya, melakukan penghematan dalam penggunaan energi. Baik itu energi fosil maupun energi rumah tangga. ”Kita juga harus perhatikan lingkungan kehijauan kita,” imbuh dia. (jpc)

Print Friendly, PDF & Email
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Skema Pelaksanaan Try Out SD Masih Menggantung

Next Post

Insentif Nakes Nunggak 5 Bulan

Related Posts

Daratan Terkikis Ombak, Masa Depan Wisata Pulau Derawan Kini di Ujung Tanduk
Kaltim

Daratan Terkikis Ombak, Masa Depan Wisata Pulau Derawan Kini di Ujung Tanduk

30 April 2026, 13:44
Serapan Anggaran Rendah, Pemkot Bontang Kebut 7 Program Unggulan
Pemkot Bontang

Serapan Anggaran Rendah, Pemkot Bontang Kebut 7 Program Unggulan

30 April 2026, 11:35
RSUD Bontang Tambah Layanan Urologi, Pasien Tak Perlu Dirujuk ke Luar Daerah
Bontang

RSUD Bontang Tambah Layanan Urologi, Pasien Tak Perlu Dirujuk ke Luar Daerah

30 April 2026, 10:30
Konflik Pokir Memanas, DPRD Kaltim Tuding Gubernur Hambat Aspirasi Rakyat
Kaltim

Isu KKN Goyang Kursi Ketua DPRD Kaltim: Antara Tekanan Publik dan Hak Prerogatif Partai

30 April 2026, 09:20
Lomba Perpustakaan Bontang Tetap Jalan Berkat DAK Nonfisik
Society

Lomba Perpustakaan Bontang Tetap Jalan Berkat DAK Nonfisik

30 April 2026, 08:27
OTW Amerika! Dua Pebasket SMA 1 Bontang Lolos DBL Camp Nasional
Bontang

OTW Amerika! Dua Pebasket SMA 1 Bontang Lolos DBL Camp Nasional

30 April 2026, 07:24

Terpopuler

  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Pedofil di Bontang Utara, UPT PPA Minta Warga Jangan Sudutkan Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.