BONTANG – Usai mengawasi jalannya Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni melakukan telekonferensi dengan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, Rabu (27/6). Dalam laporannya, Neni menyebut proses pemilihan di Bontang berjalan dengan lancar dan kondusif. Hal itu disampaikannya di ruang telekonferensi Lantai 2 Auditorium Taman 3 Dimensi bersama sejumlah pejabat seperti Wakil Wali Kota Bontang Basri Rase, ketua KPU, Panwaslu Bontang, Forkopinda, dan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Bunda Neni –sapaan akrabnya—menyampaikan, penyelenggara Pemilu dalam hal ini KPU telah menyiapkan logistik dan TPS dengan baik. “Untuk saat ini dilihat dari tingkat partisipasi masyarakat dalam menyuarakan hak pilihnya, karena di awali dengan hujan, sehingga tingkat partisipasi masyarakat di beberapa TPS agak berkurang. Tetapi, seiring cerahnya hari, tingkat partisipasi masyarakat semakin meningkat,” terangnya.

Neni menambahkan, pada Pilgub Kaltim kali ini, tingkat partisipan sebesar 77,8 persen. Sementara untuk wilayah Sidrap terdapat 4 TPS. Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak pun menyambut baik laporan dari Neni. Bahkan, Awang menjelaskan untuk wilayah Sidrap, telah ditetapkan secara prerogatif menjadi wilayah Kota Bontang. Adapun penetapannya secara hukum akan ditetapkan kemudian hari.
Sebagai informasi, terdapat 275 TPS yang tersebar di 15 kelurahan di Kota Bontang. Dengan jumlah total pemilih sebanyak 114.111 orang. Sebelumnya, Neni melakukan pencoblosan di TPS 05 RT 07 Kelurahan Bontang Baru Kecamatan Bontang Utara. Setelah melakukan pencoblosan, Bunda Neni didampingi Ketua DPRD Kota Bontang, dan tim melakukan monitoring di beberapa TPS yang tersebar di Kota Bontang, yaitu TPS 19 Gunung Elai, TPS 10, 11, 12 Kelurahan Guntung, TPS 01 Kelurahan Belimbing, TPS 04 Kelurahan Kanaan dan TPS 25 Kelurahan Berbas Tengah. Hal ini dilakukan untuk melihat secara langsung jalannya Pilgub di tiap TPS. (zul)







