Karakter tegas melekat pada jiwa Agus Suhadi. Pasalnya, sebelum menduduki kursi dewan di Bontang Lestari, pria kelahiran Kediri, Jawa Timur ini pernah berkecimpung di dunia militer. Saat ini, beragam kepengurusan organisasi dijabatnya. Harapannya, agar kesehariannya lebih dekat dengan masyarakat.
ADIEL KUNDHARA, Bontang
Pagi kemarin, mobil sedan berwarna hitam metalik dengan merk Wira Proton terparkir di samping gedung DPRD Bontang. Mobil buatan tahun 2006 itu datang di saat belum banyak kendaraan roda empat milik legislator lainnya. Nomor kendaraannya pun unik: AG 45 PM. Itulah kendaraan yang selalu menemani Agus Suhadi. Sekretaris Komisi III DPRD yang terkenal dengan sebutan Agus PM.
Agus Suhadi sebelum masuk dalam dunia politik, terlebih dahulu menggeluti profesi sebagai prajurit. Pria yang lahir 12 Agustus 1965 ini memegang pangkat prajurit dua (prada) pada tahun 1983. Gemblengan fisik menjadi sarapan rutin. Mulai dari lari hingga push up selalu diberikan oleh komando di atasnya.
“Latihan fisik itu harus dilalui sepekan tiga kali,” kata Agus.
Diakuinya, kerap kondisi badan tak menyanggupi. Bahkan pertanyaan pun selalu dilayangkan atasannya tiap kali latihan. Bunyinya “apakah sudah capek?” Risiko pun kembali terlintas di benak suami dari Widuri Wulandiri ini. Jika dijawab tidak maupun iya, maka penambahan jumlah terpaan fisik pun siap menghampiri.
“Jadi jawabnya hanya siap saja,” ujarnya.
Menurutnya hal tersebut merupakan bentuk pengajaran kedisiplinan. Itulah sebabnya, ia tetap menjunjung nilai tersebut. Salah satu caranya dengan disiplin waktu.
Beragam penghargaan pun telah ia raih. Meliputi tanda kehormatan Bintang Kartika Eka Pakci Nararya, Satyalancana Dharma Bantala, dan Satyalancana Kesetiaan. Menunjukkan ukiran prestasi kala menjadi anggota Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD).
Tahun 2010, ia memutuskan untuk berhenti sepenuhnya sebagai prajurit. Ia mendapat restu penuh, setelah mengemban tugas selama 26 tahun. Salah satu penyebab mundurnya dari prajurit karena ingin lebih dekat dengan masyarakat di sisa hidupnya.
Perjalanan hidupnya pun penuh tantangan. Setelah lepas dari TNI-AD, ia mulai menggeluti dunia wiraswasta. Ia bergabung dengan perusahaan yang bergerak di bidang supplier. Tak hanya itu, Agus pun menjabat pula sebagai ketua Koperasi Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI (Pepabri).
“Tadinya di militer kan cukup di pengamanan saja, kemudian saya memiliki harapan agar sisa hidup lebih dekat kepada masyarakat. Makanya saya lebih memilih masuk politik,” ucapnya.
Alumnus Universitas Trunajaya jurusan hukum ini mengaku sempat syok terjun di dunia politik lewat kursi dewan. Mengingat ketegasan yang pernah ia terima tidak sepenuhnya dapat diterapkan. Terlebih saat turun lapangan dengan mendatangi konstituennya.
“Memang berbeda sekali, jadi tegasnya saya saat melihat ada kebijakan pemerintah yang tidak pro terhadap masyarakat,” tutur ayah dari ketiga anak ini.
Ia pun juga mengatakan harus menimba ilmu kala duduk sebagai legislator. Mengingat seluruh permasalahan wajib diketahui. Tiap saat, ia sempatkan belajar kepada tokoh politik. Termasuk salah satunya ialah tokoh yang tak pernah ia lupakan, yakni almarhum Edi Purwanto.
Dikatakannya, ada beberapa ucapan yang hingga kini membekas di hati. Salah satunya harus meninggalkan identitas militernya saat berhadapan dengan masyarakat. “Karena dewan merupakan penyambung lidah dengan tujuan melayani masyarakat,” kata dia.
Agus belum mengetahui langkah apa yang kembali diambil setelah menggeluti tiga profesi ini. Namun ia berharap keberadaannya di DPRD dapat mengabdikan diri untuk menjadikan Bontang lebih maju. (***)
Nama: Agus Suhadi
TTL: Kediri, 12 Agustus 1965
Alamat: Perum Griya Wisata, Jalan Kapten Piere Tandean F-4 RT 14, Bontang Kuala
Istri: Widuri Wulandari
Anak:
- Festian Handardi Saputra
- Destia Mutiara Sari Saputri
- Kevin Heryadi Putra
Riwayat Pendidikan:
- SDN 1 Pojok, Wates, Kediri, Jawa Timur
- SMPN 2 Nganjuk, Jawa Timur
- SMA Monamas Bontang
- Sarjana Hukum, Universitas Trunajaya Bontang
Riwayat Organisasi:
- Ketua Koperasi Pepabri
- Sekretaris Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD)
- Ketua Dewan Presidium Aliansi Demokrasi Bersih Bontang
- Sekretaris Dewan Pimpinan Kota Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia (LPPNRI)
Riwayat Pekerjaan:
- Prajurit TNI AD (1983-2010)
- Kontraktor Supplier (2010-2014)
- Anggota DPRD Bontang (2016 – sekarang)







