• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Politik Uang Warnai Pilgub Kaltim?

by BontangPost
29 Juni 2018, 15:08
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
DOK/METRO SAMARINDA
Awang Faroek Ishak

DOK/METRO SAMARINDA Awang Faroek Ishak

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak menyebut, Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018 tidak berjalan bersih. Pasalnya masih terdapat salah satu tim sukses pasangan calon (paslon) yang menggunakan money politic atau politik uang untuk meraup suara dari pemilih.

Di hadapan awak media, Awang mengungkapkan dirinya pernah mendapat laporan dari aparat. Secara beruntun, menjelang pemilihan gubernur yang diselenggarakan pada Rabu (27/6) lalu, mantan Bupati Kutai Timur (Kutim) dua periode itu mendapat telepon dari tiga orang.

Ketiganya menyampaikan hal serupa pada Awang. Di beberapa tempat terjadi pengerahan pemilih oleh tim sukses paslon tertentu dengan mengimingi sejumlah uang. “Itu baru laporan lisan. Belum bisa dijadikan alat bukti. Tetapi saya bisa pastikan, di Pilgub Kaltim kali ini ada money politic,” ungkapnya.

Bukti lain yang menguatkan pandangan Awang tersebut yakni sejumlah lembaga survei mengunggulkan paslon lain ketimbang hasil hitung cepat (quick count) dan real count Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Survei itu diumumkan beberapa hari sebelum pemilihan. Ada selisih yang cukup banyak. Itu tidak bisa diubah dalam waktu singkat kalau bukan karena money politic. Kalau tidak percaya, silakan tanya ke peserta (paslon),” tutupnya.

Pernyataan Gubernur Kaltim mendapat tanggapan positif dari pengamat politik dan hukum dari Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Warhatun Najidah. Menurutnya, Pilgub Kaltim tidak bersih dari politik uang.

Kesimpulan tersebut didapatkan Najidah setelah melakukan survei dengan 500 responden yang diambil di Balikpapan, Samarinda, Kutai Timur, dan Kutai Kartanegara. Hasilnya, ditemukan masih banyak masyarakat memilih atas dasar pemberian uang dari tim sukses paslon tertentu.

“Masyarakat menerima uang dari tim sukses itu bisa karena kondisi impitan ekonomi atau ada desakan tertentu. Mereka tidak sepakat dengan money politic, tetapi ketika diberikan uang agar memilih, dia akan menerimanya,” ucap dia.

Menurut dia, ada sebagian responden yang ingin melaporkan peristiwa politik uang dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) tersebut. Namun tidak mengetahui mekanisme pelaporan. Ada responden yang menjawab akan melaporkan pada kepala desa/lurah.

Tak sedikit pula yang ingin melaporkan masalah tersebut pada aparat kepolisian. Padahal cara pelaporan yang benar adalah lewat Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

“Sebanyak 80 persen responden menjawab akan melaporkan money politic ini di Ketua RT. Kemudian disusul di kepolisian. Hanya sebagian kecil yang tahu pelaporan yang benar dilakukan lewat Bawaslu,” ungkapnya.

Menariknya, banyak pula masyarakat yang mengetahui terjadi peristiwa politik uang selama Pilgub Kaltim 2018. Namun tidak berani melaporkan pada Bawaslu karena alasan malu dan takut.

“Dari sini dapat disimpulkan, kedekatan emosional dan pengetahuan masyarakat tentang pengawas itu masih sangat rendah,” ujarnya.

Pengamat hukum dan politik Unmul Samarinda, Herdiansyah Hamzah menuturkan, terjadinya money politic karena rendahnya kesadaran politik masyarakat. Kondisi demikian disebabkan pandangan hidup atau ideologi masyarakat yang belum tertanam dengan baik.

“Sebagian besar masyarakat Indonsia masih sangat pragmatis dalam menentukan pilihan dalam pemilu. Ini didasarkan pada ideologi mereka yang belum tertanam. Mereka masih memandang uang sebagai alasan untuk menentukan pilihan,” ujarnya.

Padahal, lanjut dia, politik uang sangat berbahaya bagi masa depan politik dan pemerintahan. Selain itu, masyarakat juga akan dirugikan karena memilih pemimpin yang berpotensi tidak akan menjalankan program, visi, dan misinya selama pencalonan.

“Karena dengan uang itu sudah cukup bagi pemimpin itu. Dia telah membeli suara rakyat untuk mendapatkan kekuasaan. Janji politiknya akan diabaikan begitu saja. Tidak akan bisa diharapkan membawa perubahan,” sebutnya. (*/um)

Print Friendly, PDF & Email
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Real Count, Isran-Hadi Teratas

Next Post

Diskominfotik Sambut Timsus 1 DPRD PPU

Related Posts

Tingkatkan Profesionalitas ASN, DPK Bontang Gelar Sharing Session Arsiparis Teladan
Society

Tingkatkan Profesionalitas ASN, DPK Bontang Gelar Sharing Session Arsiparis Teladan

29 April 2026, 19:19
Kasus Pedofil di Bontang Utara, UPT PPA Minta Warga Jangan Sudutkan Korban
Bontang

Kasus Pedofil di Bontang Utara, UPT PPA Minta Warga Jangan Sudutkan Korban

29 April 2026, 19:13
DPK Bontang Sediakan Ribuan Koleksi Inklusif, Perkuat Literasi Disabilitas
Society

DPK Bontang Sediakan Ribuan Koleksi Inklusif, Perkuat Literasi Disabilitas

29 April 2026, 16:56
Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur
Society

Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

29 April 2026, 16:21
Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet
Kriminal

Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

29 April 2026, 15:59
Kutim Dapat Nilai Merah dari KPK, Pemkab Diminta Berbenah
Kaltim

Kutim Dapat Nilai Merah dari KPK, Pemkab Diminta Berbenah

29 April 2026, 15:32

Terpopuler

  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • UPTD PPA Dampingi Korban Asusila di Bontang Utara, Fokus Pemulihan Psikologis Anak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.