SAMARINDA – Pasangan calon (paslon) nomor urut 3 Isran Noor-Hadi Mulyadi dipastikan unggul dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018. Kepastian tersebut didapatkan setelah paslon ini unggul suara di enam kabupaten/kota di Benua Etam lewat real count yang dilakukan tim sukses paslon Isran-Hadi.
Ketua Tim Saksi dan Tabulasi Paslon Isran-Hadi, Zainal Haq mengungkapkan, berdasarkan real count dari 98,8 persen data yang masuk dalam tim tersebut, paslon yang diusung Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mendapat suara 31,44 persen atau 415.974 suara.
Kemudian diikuti paslon nomor urut 4 sebanyak 24,24 persen (321.372), Syaharie Jaang-Awang Ferdian Hidayat sebanyak 22,70 persen (300.323), dan Andi Sofyan Hasdam-Rizal Effendi sebanyak 21,58 persen (285.596).
“Masih ada sekira sembilan TPS (Tempat Pemungutan Suara, Red.) yang belum masuk. Tetapi dengan data masuk sebanyak 99,2 persen, ini sudah meyakinkan kami bahwa Isran-Hadi unggul dibandingkan tiga paslon lain,” ujarnya, Kamis (28/6) persen.
Dara data tersebut, Zainal menyebut partisipasi pemilih dalam Pilgub Kaltim 2018 sebanyak 58,89 persen. Dia menduga akan ada peningkatan partipasi setelah semua data dari TPS terkumpul di tim tabulasi.
Sisa suara yang belum masuk dalam data real count tersebut berasal dari daerah seperti Berau, Mahakam Ulu (Mahulu), Penajam Paser Utara (PPU), Kutai Barat (Kubar), dan Kutai Kartanegara (Kukar). Sisa suara sedang dikumpulkan relawan yang dibentuk tim saksi dan tabulasi.
“Suara ini agak lambat karena aksesnya sulit. Tetapi semuanya sedang berproses. Tidak lama lagi akan dilaporkan oleh tim kami di lapangan,” ungkapnya.
Kata Zainal, paslon tersebut unggul di enam kabupaten/kota. Antara lain di Berau, Kutai Kartanegara, Paser, Penajam Paser Utara, Samarinda, dan Kutai Timur (Kutim). “Cukup telak kemenangan kami di Kutai Kartanegara. Kami mendapatkan 95.567 suara. Kemudian di Samarinda, kami mendapat suara sebanyak 113.114,” ungkapnya.
Sementara itu, hasil pantauan Metro Samarinda di website resmi KPU menunjukkan, data masuk pada pukul 20.30 Wita mencapai 91,03 persen. Suara tersebut berasal dari 6.633 TPS. Sementara secara keseluruhan TPS di Kaltim sebanyak 7.287. Masih ada 654 TPS yang belum mengumpulkan suara lewat hitung via online tersebut.
Paslon nomor 1 Andy Sofyan Hasdam-Rizal Effendi mendapat 21,96 persen (268.775 suara), Jaang-Ferdian mendapat 21,86 persen (267.554), Isran-Hadi mengantongi 31,33 persen (383.491), dan Rusmadi-Safaruddin mengumpulkan suara 24,84 persen (304.061).
Secara keseluruhan pemilih yang menggunakan hak pilihnya sebanyak 1.268.650. Rinciannya, suara sah sebanyak 1.221.765 dan suara tidak sah sebanyak 47.541. (info lengkap lihat grafis).
Tim Pemenangan Isran-Hadi, Masykur Sarmian menyebut, kemenangan paslon tersebut karena kerja tim mulai pengusungan calon hingga tahapan kampanye yang dilaksanakan di seluruh wilayah di Kaltim.
“Terutama tim kami meluruskan niat, perbaiki niat, dan memperbaiki tekad. Saya melihat ada keikhlasan yang memicu kerja siang dan malam dari relawan dan partai pengusung,” sebutnya.
Selain itu, pergerakan tim sukses dan relawan dalam mengampanyekan paslon nomor 3 juga dibantu oleh ribuan tim bayangan. Tim tersebut bekerja setelah salat subuh. Datang ke rumah warga, mendatangi pemilih, dan mengajaknya menjatuhkan pilihan pada Isran-Hadi.
Tidak hanya satu atau dua kali tim bayangan datang ke rumah pemilih. Mereka mendekati pemilih hingga masa tenang. Ribuan tim bayangan yang berasal dari beragam kalangan itu mulai bekerja setelah Isran-Hadi dideklarasikan partai pengusung.
Diakui Masykur, setelah mendengar Isran-Hadi memenangkan kontes lima tahunan tersebut, tim bayangan tidak datang menampakkan diri pada paslon. Melainkan kembali beraktivitas seperti biasa. Sebab tim bayangan merasa puas setelah mengantarkan calon memenangkan Pilgub Kaltim 2018.
“Mereka tidak kami kasih uang. Juga mereka tidak diketahui paslon. Mereka bekerja karena militansi. Mereka mengharapkan ada pemimpin baru yang membawa perubahan di Kaltim,” ucap Masykur.
Disinggung santernya penggunaan isu suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) oleh tim sukses dan relawan paslon tersebut, Masykur memastikan, pihaknya tidak pernah mencari kemenangan dengan menonjolkan isu SARA.
“Kami tidak memakai isu SARA. Sebagai contoh saja, justru kami tidak pernah menggunakan masjid untuk kampanye. Yang lain ada yang menggunakan masjid walaupun enggak ada masyarakat yang meminta,” ujarnya. (*/um/drh)







