• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Catatan Opini

Polymath dan Wajah Pendidikan di Indonesia

by BontangPost
18 Maret 2017, 12:46
in Opini
Reading Time: 3 mins read
0
Oleh: Hafsoh Ibu Rumah Tangga

Oleh: Hafsoh Ibu Rumah Tangga

Share on FacebookShare on Twitter

 

Polimatik ( Polymath) adalah seseorang yang pengetahuannya tidak terbatas hanya pada satu bidang. Seorang polimatik juga dapat diartikan sebagai seseorang yang memiliki wawasan sangat luas. Kebanyakan ilmuwan kuno adalah seorang polimatik yang kebanyakan justru dari ilmuwan Islam.

Di Indonesia jenjang pendidikan di mulai dari usia 3.5 tahun masuk sekolah PAUD (pendidikan usia Dini) atau play grup selama 1 tahun. usia 4.5 tahun masuk TK nol kecil(Taman kanak-kanak) selama 1 tahun,  usia 5.5 tahun masuk TK nol besar selama 1 tahun,  usia 6.5 tahun baru mulai masuk sekolah SD (sekolah dasar)  selama 6 tahun,  lulus SD masuk SMP (sekolah menengah pertama)  selama 3 tahun lalu di lanjut 3 tahun lagi masuk SMA (sekolah menengah atas).

Total anak-anak sekolah selama 15 tahun dan itu belum bisa menjamin si anak untuk menguasai bidang ilmu tertentu, apalagi untuk modal mencari pekerjaan. Selepas SMA baru akan masuk kuliah untuk menentukan jurusan dan minat yang akan di tekuninya. untuk meraih gelar Diploma, S1, dan seterusx mereka harus kuliah beberapa tahun baru mereka bisa mengandalkan ijasah untuk mencari kerja.

Baca Juga:  Peluang Ekspor Melawan Mitos

Masalah kemudian timbul selepas sarjana, karna faktanya lapangan pekerjaan tidak tersedia sehingga tingkat pengangguran di Indonesia semakin meningkat. Dari hasil survey tahun 2016 tingkat pengangguran sudah mencapai 7.02 juta orang. Bahkan modal sarjanapun belum tentu bisa mendapatkan posisi pekerjaan sesuai bidangnya.

Inilah PR bagi pemerintah dan pendidik. Sejatinya sebuah institusi pendidikan bisa melahirkan generasi bermutu yang bisa menciptakan lapangan pekerjaan karna sudah mengecap pendidikan tinggi. Tapi, malah berharap hanya bisa jadi pekerja. Lalu apa saja yang di lakukan selama lebih 20 tahun sekolah? Yang ada justru anak-anak lelah berfikir karna sejak balita sampai remaja kerjanya hanya sekolah.

Jika mendengar kabar seorang siswa berprestasi sebenarnya itu hal yang wajar karna memang mereka sekolah. Tapi aneh jika di suatu sekolah terjadi kekerasan, tawuran, perkelahian yang berujung kematian,  pelecehan, seks bebas, narkoba dan lainnya. Maka, kemana ilmu yang mereka dapatkan sejak pagi sampai sore bersekolah? Kemana akhlak baik yang di didik oleh guru-guru mereka?

Untuk memajukan dunia pendidikan segala upaya sudah di lakukan. Mulai dari sistem belajarnya,  program pendidikannya,  kurikulum yang selalu diganti sesuai kebijakan Mentri yang menjabat, sertifikasi guru yang menyita waktu agar mendapatkan honor yang memadai. Namun akibatnya, guru hanya mentrasfer ilmu tapi jauh dari nilaiseorang pendidik. Karena sertifikasi tadi membuat tak sedikit idealisme seorang guru tergadai. Yang orientasinya hanya pada mendapatkan sertifikasi, bukan lagi mencerdaskan anak negeri.

Baca Juga:  Pandangan Muhammadiyah tentang Orthodonti dan Pemasangan Kawat Gigi 

Status guru sudah menjadi mata pencaharian karna gaji yang di dapatkan selama ini memang kecil di banding pengorbanan waktu dan tenaga yang mereka keluarkan. Jika nasib para guru saja bisa ironis seperti ini maka jangan harap akan melahirkan siswa sesuai harapan,  kalaupun ada yang berhasil hanya pada segelintir orang saja.

Mampukah dunia pendidikan bangkit jika di dalam tubuh institusinya sudah terjangkit virus liberalisasi pendidikan? Jangan harap akan melahirkan cendikiawan yang bisa menguasai beberapa bidang ilmu atau polymath karena untuk meraih gelar profesor di satu bidang ilmu butuh waktu yang lama dan tentunya biaya yang tidak sedikit.

Bercermin pada cendikiawan Muslim dahulu, mereka bisa menguasai beberapa bidang ilmu dan yang menjadi dasar utama ilmunya ialah pendidikan agama. Ditambah, sistem dan pemerintah masa itu mendukung dengan biaya murah bahkan menggratiskan semua biaya dan kebutuhan yang diperlukan selama mengemban pendidikan hingga jenjang yang mereka inginkan. Bahkan pemerintah pun menggaji tinggi para guru dan melengkapi kebutuhan mereka agar tidak memikirkan hal lain selain mendidik. Karena dari para Pendidik-lah akan lahir cendikiawan-cendikiawan baru sebagai penerus peradaban dan pemimpin masa depan.

Baca Juga:  Awal Ceramah Keringat Dingin, Tampil Percaya Diri

Bahkan seorang penguasa  tunduk dengan ilmu karna dengan ilmulah ia menjadi seorang penguasa. Sebut saja Kholifah Harun al Rasyid, setiap habis belajar pada seorang guru ataupun ulama, beliau tidak segan-segan memberikan banyak uang kepada ulama tersebut sebagai imbalan.

Fasilitas buat para penuntut ilmu pun di penuhi dengan menyediakan sekolah terbaik, tenaga pendidik terbaik dengan biaya murah agar seluruh rakyat bisa mengecap pendidikan tanpa harus di bebani dengan biaya pendidikan, les private serta kegiatan sekolah yang tidak penting.Hanya dengan sistem Islam yang bisa melahirkan para polymath seperti di zaman kejayaan Islam dahulu. (*)

Tags: catatanwarga bontang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Sofyan Pastikan Loyal Terhadap Golkar, Siap Menangkan Rita di Pilgub Kaltim 

Next Post

Start Lambat Rugikan Calon, Para Tokoh yang Niat Maju Pilgub Disarankan Segera Sosialisasi 

Related Posts

Maafkanlah Gubernur
Opini

Maafkanlah Gubernur

13 April 2026, 18:21
Pengeluaran Warga Bontang Tertinggi di Kaltim, Capai Rp2,6 Juta Per Bulan
Bontang

Pengeluaran Warga Bontang Tertinggi di Kaltim, Capai Rp2,6 Juta Per Bulan

31 Maret 2026, 08:00
Kotak Kosong, Pesta para Oligarki
Opini

Kotak Kosong, Pesta para Oligarki

21 Juli 2024, 13:20
Brigadir Jenderal Dendi Suryadi: Setelah 30 Tahun, Memilih Jalan Sipil di Kukar
Opini

Brigadir Jenderal Dendi Suryadi: Setelah 30 Tahun, Memilih Jalan Sipil di Kukar

21 Juli 2024, 12:19
Merokok Bikin Kekasih Cacat
Catatan

Merokok Bikin Kekasih Cacat

16 Desember 2023, 11:27
Kursi vs Nurani
Opini

Kursi vs Nurani

3 Juni 2023, 13:08

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.