SANGATTA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kutai Timur sedang sibuk-sibuknya. Pasalnya menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 1 Desember 2018 mendatang mereka harus menyiapkan segala hal. Baik persiapan pra porprov, latihan atlet, maupun kapasitas atlet.
Ketua KONI Kutim, Johansyah Ibrahim memaparkan dirinya sedang gencar melakukan persiapan, terutama atlet Kutim. Baginya menjadi tuan rumah bukan hal yang mudah. Pasalnya dengan segala kekurangan dan kelebihan harus dihadapinya.
“Sangat tidak mudah menjadi tuan rumah Porprov. Terkadang sulit tetapi juga ada bahagianya. Sulit jika hadapi kendala, namun bahagia ketika kendala tersebut dapat diselesaikan,” jelasnya ditemui di ruang kerjanya. Selasa (20/2).
Sekretaris Umum Koni Kutim, Isma’un menambahkan kesiapan atlet masih sangat minim. Dari 53 Cabang Olahraga (Cabor), baru sekira 50% yang memenuhi target. Kekurangan Sumber Daya Manusia menjadi masalah persiapan utama.
“Untuk semua cabor masih setengahnya yang belum memenuhi kuota atlet yang dibutuhkan. Kita masih punya Pekerjaan Rumah (PR) untuk memenuhi target selaku tuan rumah,” ujarnya.
Mencari atlet tambahan sebagai upaya memenuhi kebutuhan. Entah memanggil atlet kutim yang sedang berada di luar daerah. Atau mencari atlet baru, melakukan pengujian. Jika memenuhi persyaratan maka akan dijadikan tim sesuai cabor yang membutuhkan.
“Karena masih banyak yang belum genap, bisa saja kita memanggil atlet kita yang sedang di luar kota. Atau mencari generasi baru sesuai dengan kemapuannya dan memenuhi persyaratan kuota kebutuhan kita,” ungkapnya.
Hingga saat ini persiapan atlet sudah mencapai tahap verifikasi. Baik dari segala kesiapan alat maupun fisik. Mengimbau pada seluruh atlet agar dapat melakukan latihan mandiri.
“Semua atlet yang berada di Kutim maupun sedang di luar kota selalu kami ingatkan untuk latihan mandiri. Agar kesiapannya dapat mencapai hingga porprov mendatang,” ungkapnya.
Isma’un mengharapkan semua kendala tidak menjadi alasan runtuhnya semangat Kutim menjadi tuan rumah, dan mencapai paling minim masuk dua prestasi dua besar.
“Semoga semua kesulitan dapat dihadapi dan menjadi semangat kita menjadi juara. Setidaknya dapat meraih posisi dua besar,” tutupnya. (*/la)







