BONTANGPOST.ID, Bontang – Rencana program optimalisasi Waduk Kanaan melalui skema multiyears (tahun jamak) ditunda dan tidak jadi dimulai tahun ini. Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan keputusan tersebut diambil karena keterbatasan anggaran.
“Ini sangat berat. Anggaran juga terbatas, program yang bisa ditunda tidak kita mulai tahun ini,” kata Neni.
Diketahui, infrastruktur Waduk Kanaan menjadi salah satu upaya penanganan banjir di Bontang. Selain itu, jika direvitalisasi, kawasan ini juga berpotensi menjadi destinasi wisata baru.
Meski demikian, Pemkot Bontang tetap berharap kapasitas tampung Waduk Kanaan dapat ditingkatkan. Tujuannya agar debit air dari hulu bisa ditampung secara maksimal sebelum dialirkan ke hilir.
“Kami berharap Pemprov melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) tetap melakukan pengerukan. Selama ini kami juga mendapat bantuan dari mereka,” ujarnya.
Sebelumnya, Pemkot Bontang telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp50 miliar pada tahun ini untuk pembangunan tiang pilar Waduk Kanaan.
Pembiayaan tersebut direncanakan dalam tiga tahun, mulai 2026 hingga 2028. Pada 2026 disiapkan anggaran Rp48,8 miliar, tahun 2027 sebesar Rp129 miliar, dan tahun 2028 sebesar Rp88 miliar.
Selain pembangunan fisik, pemkot juga mengalokasikan anggaran pengawasan teknis sebesar Rp960 juta pada 2026, Rp2,5 miliar pada 2027, dan Rp1,7 miliar pada 2028, dengan total mencapai Rp5 miliar.
Biaya pengelolaan pengembangan juga disiapkan lebih dari Rp1 miliar, dengan rincian Rp195 juta pada 2026, Rp532 juta pada 2027, dan Rp369 juta pada 2028.
Dengan optimalisasi tersebut, tambahan volume tampung waduk diperkirakan mencapai 213.004 meter kubik. Saat ini kapasitas tampung sekitar 200.010 meter kubik, dan jika dilakukan normalisasi, totalnya bisa meningkat hingga 413.014 meter kubik. (ak)






