• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Puluhan Kera Serbu Perumahan

by BontangPost
23 November 2018, 17:50
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
MERESAHKAN: Gerombolan kera merangsek halaman warga, Kamis (22/11) kemarin.(Dokumen warga Perumahan BTN PKT)

MERESAHKAN: Gerombolan kera merangsek halaman warga, Kamis (22/11) kemarin.(Dokumen warga Perumahan BTN PKT)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANG – Perumahan BTN PKT diserang pulukan kera liar. Serangan ini sudah terjadi dalam satu bulan terakhir. Gerombolan kera liar turun gunung dan menjarah tanaman dan buah-buahan yang ada di pekarangan warga di Jalan Salak, Jalan Rambutan, dan Jalan Duku. Ketiga jalan tersebut berdampingan dengan hutan.

Secara beruntun, di pagi dan sore, kawanan kera merangsek permukiman warga yang masuk wilayah Kelurahan Belimbing, Kecamatan Bontang Barat ini. Mereka membuat kegaduhan, merampok makanan, hingga merusak dan mengacak-acak garasi.

Nini, salah satu warga Jalan Rambutan mengatakan, biasanya kera-kera tersebut muncul ke permukiman saat sedang kelaparan. Yang kerap menjadi sasaran adalah tanaman buah milik warga seperti sawo, rambutan, dan manga. Ulah jail lainnya yang dilakukan yaitu, menaiki mobil warga, mencakar-cakar body mobil hingga lecet, memutar-mutar spion, memetik bunga, hingga buang air kecil di teras rumah warga.

Baca Juga:  Alasan Ekonomi, Nekat Jual Sabu

“Tadi (kemarin, Red.) siang muncul lagi. Ada empat ekor. Tiga ukuran sedang dan satu yang besar.” ujarnya saat ditemui Bontang Post, Kamis (22/11) kemarin.

Tak hanya mencari makan, mereka juga kerap merusak kendaraan warga.(Dokumen warga Perumahan BTN PKT)

Sementara itu Sulastri, salah satu warga Jalan Duku menambahkan, dirinya juga kerap diteror kera tersebut. Bahkan kata dia, kera tersebut pernah masuk ke rumahnya saat pintu depan rumah sedang terbuka. Saat masuk rumah, kera tersebut mengacak-acak isi rumah mencari apa yang bisa dimakan.

“Dan mereka melawan kalau diusir. Agresif. Khawatirnya menyerang, khususnya yang punya anak,” ungkap.

Menurut informasi yang dihimpun Bontang Post, jumlah kera tersebut cukup banyak hingga mencapai 40 ekor. Hal ini diketahui saat kera tersebut keluar dari hutan secara bergerombol. Biasanya, kera akan keluar bersamaan ketika kondisi hutan sedang basah. Untuk mengusirnya, warga kerap menggunakan berbagai cara. Mulai dari mengusir menggunakan kayu, hingga suara ledakan dari pintol anak-anak.

Baca Juga:  UN SMP Hari Pertama Tanpa Kendala, UNBK Dibagi Tiga Sesi, UNKP Satu Sesi

KETERSEDIAAN PAKAN MENIPIS

Munculnya segerombolan kera di perumahan diduga kuat akibat ketersediaan makanan yang makin menipis di habitat aslinya. Hal ini disampaikan Humas Balai Taman Nasional Kutai (TNK) Lita Kabangnga.

Dikatakan Lita, hutan-hutan saat ini telah banyak rusak. Sehingga ini menjadi penyebab hewan-hewan liar tersebut berpindah tempat dalam mencari sumber makan. Alhasil, permukiman warga yang menjadi pilihan hewan-hewan tersebut. Selain faktor makanan, faktor minimnya tempat berlindung pun juga menjadi penyebab kera liar tersebut “hijrah” ke tempat lain.

“Ibarat manusia, hewan liar juga harus terpenuhi sandang, pangan, dan papannya. Apabila tempat mereka dirusak akibat banyaknya pembangunan di tempat yang tidak semestinya, wajar jika mereka muncul ke tengah permukiman. Karena sebenarnya manusia yang memasuki rumah mereka,” ujarnya.

Baca Juga:  Terjebak, Buaya Muara Ditangkap Warga 

Dirinya mengimbau, jika masyarakat menemukan kera masuk permukiman, maka dirinya menyarankan untuk tidak bersikap menyakiti apalagi sampai membunuhnya. Namun Lita meyarankan untuk melaporkan kejadian ini kepada instansi pemerintah yang berwenang. Nantinya petugas akan melakukan penanganan evakuasi dengan cara yang arif dan bijak. “Sehingga tidak sampai melukai satwa tersebut dan akan dikembalikan ke habitat awalnya sesuai dengan jenis hewannya,” ujarnya.

Terpisah, Komandan Pleton (Danton) Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan), Rudi Pancoro mengatakan, apabila masyarakat membutuhkan pertolongan evakuasi terhadap hewan liar, maka dirinya meminta untuk menghubungi call center atau petugas Disdamkartan. “Kami sering juga mengamankan hewan liar di permukiman. Mulai ular, buaya, sampai monyet. Nantinya, petugas yang akan menindaklanjuti laporan tersebut,” pungkasnya.  (bbg)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: bontanghabitat keraRumah Warga
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Akademisi: Sumur Resapan Tak Efisien

Next Post

Percaya Penuh Pada Pilot

Related Posts

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Menengah–Tinggi di Kaltim Sampai 20 November
Kaltim

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Menengah–Tinggi di Kaltim Sampai 20 November

15 November 2025, 13:00
Pemkot Bontang Borong Empat Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Kaltim 2025
Bontang

Pemkot Bontang Borong Empat Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Kaltim 2025

6 Oktober 2025, 09:00
Dalami Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Polisi Panggil Oknum Pimpinan Ponpes
Kriminal

Dalami Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Polisi Panggil Oknum Pimpinan Ponpes

20 Desember 2023, 12:00
Ganti Jargon, Lampu Hias Bontang Jago Dicopot
Bontang

Ganti Jargon, Lampu Hias Bontang Jago Dicopot

23 Januari 2022, 17:23
Padat Penduduk, Berikut Protokol Penanganan Covid-19 di Rusun Api-Api
Bontang

Penghuni Rusunawa Api-Api Diduga Terpapar Covid-19 dari Pesta Pernikahan

21 Oktober 2020, 12:18
UPZ Yabis Buka Pelayanan 24 Jam
Bontang

Zakat Fitrah Wilayah Bontang Diprediksi Naik

18 April 2020, 08:00

Terpopuler

  • Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mini Soccer HOP 1 Bontang Ditutup Mulai Mei, Proyek Lanjutan Rp17,5 Miliar Segera Dikerjakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gerindra Kaltim Semprot Rudy Mas’ud usai Bandingkan Diri dengan Hashim Djojohadikusumo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Investasi Bodong Emas Digital di Bontang, Terlapor Mulai Diperiksa Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antrean Truk Solar di SPBU Tanjung Laut Bontang Kian Parah, Usaha Warga Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.