• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Rencana MoU Pemkot Bontang dan Universitas Twente, Hanya untuk Kajian Akademis?

by M Zulfikar Akbar
17 Maret 2020, 16:30
in Bontang
Reading Time: 1 min read
0
Tampak atas sebagian wilayah Bontang terendam banjir. (Nurhadi Nurdin)

Tampak atas sebagian wilayah Bontang terendam banjir. (Nurhadi Nurdin for Bontangpost.id)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANG – Kapan dilakukannya memorandum of understanding (MoU) penanganan banjir, antara Pemkot Bontang dan Universitas Twente (UT) belum diketahui.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan, nota kesepahaman penangangan banjir itu dibatalkan karena pandemi virus korona. Dan akan dijadwalkan kembali bulan dapan.

“Tapi nanti kami liat pandeminya virus korona ini,” ujarnya, Minggu (15/3/2020).

Namun, pemkot disebutnya tetap akan melaksanakan mufakat pencarian solusi banjir dengan jarak jauh meski pandemi virus korona masih belum berakhir.

“Kami melihat banjir ini akibat aktivitas penebangan pohon dan batu bara yang berada di hulu Bontang,” sebutnya. Selain itu, genangan terjadi karena kontur tanah di Kota Taman yang rendah dan beberapa lokasi berupa cekungan.

Baca Juga:  Pemkot Bontang Ajukan Rp1,4 Triliun dari Bankeu, Terbesar untuk Penanganan Banjir

Diketahui, ada tiga pokok dalam MoU. Yakni penataan kota, penanggulangan banjir, dan peningkatan sumber daya manusia (SDM) terkait permasalahan sampah.

“Saya belum lihat MoU-nya, dari penjelasannya ada. Tapi tidak dengan skala besar,” katanya.

Neni menambahkan, nota kesepahaman nantinya merupakan analisis dari mahasiswa S3 Universitas Mulawarman yang sedang menempuh pendidikan Universitas Twente di Belanda. Oleh sebab itu, kerja sama ini dilakukan di tingkat perguruan tinggi bukan dari pemerintah.

“Ini tingkat universitas ke universitas,” tambahnya.

Sebelumnya, Ketua Gerakan Masyarakat Peduli Banjir (GMPB) Teguh Suharjono menyebut nota kesepahaman akan menghasilkan beberapa kesepakatan. Pemkot Bontang disebutnya menawarkan pembangunan polder di daerah hulu. Sementara Universitas Twente meminta perjanjian kesepakatan dilakukan dengan Pemkab Kutai Timur.

Baca Juga:  Hujan Deras, Rawan Banjir, BMKG Imbau Warga Waspada  

“Karena hulu sungai berada di wilayah mereka,” katanya. (*/eza/rdh/kpg)

Tags: Banjir Bontangneni moerniaeni
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Masa Darurat Korona Diperpanjang Hingga Hari Raya Idul Fitri

Next Post

Sosialisasi Peraturan Wali Kota Tentang Penyelenggaraan CCTv

Related Posts

Lumpur dan Sampah Sumbat Drainase, Tiga Titik Rawan Banjir di Bontang Dibersihkan
Bontang

Lumpur dan Sampah Sumbat Drainase, Tiga Titik Rawan Banjir di Bontang Dibersihkan

1 Oktober 2026, 11:30
Pemkot Bontang Siapkan DED Tiga Polder, Bidik Dana Provinsi dan APBN untuk Atasi Banjir
Pemkot Bontang

Pemkot Bontang Siapkan DED Tiga Polder, Bidik Dana Provinsi dan APBN untuk Atasi Banjir

29 Juni 2026, 17:14
Akses Bontang Kuala Kerap Terendam Rob, Pemkot Siapkan Rp40 Miliar Bangun Trotoar
Bontang

Akses Bontang Kuala Kerap Terendam Rob, Pemkot Siapkan Rp40 Miliar Bangun Trotoar

15 Juni 2026, 19:01
Jalan Awang Long Masih Tergenang, Dinas PUPRK Bontang Akui Drainase Belum Optimal
Bontang

Jalan Awang Long Masih Tergenang, Dinas PUPRK Bontang Akui Drainase Belum Optimal

18 April 2026, 16:13
Dinas PUPR Bontang Sebut Era Fresh Ubah Drainase Jadi Parit Kecil, Picu Aliran Terganggu
Bontang

Dinas PUPR Bontang Sebut Era Fresh Ubah Drainase Jadi Parit Kecil, Picu Aliran Terganggu

15 April 2026, 21:28
Drainase Baru Tak Mampu Atasi Genangan di Jalan Awang Long Bontang
Bontang

Drainase Baru Tak Mampu Atasi Genangan di Jalan Awang Long Bontang

15 April 2026, 18:25

Terpopuler

  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.