• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Risiko Tinggi, Insentif Nakes Dikeluhkan

Berjuang Menjadi Garda Terdepan Penanganan Covid-19

by Redaksi Bontang Post
22 Juni 2020, 14:07
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi. (Antara)

Ilustrasi. (Antara)

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Peran tenaga medis sangat sentral dalam penanganan pandemi Covid-19 ini. Mengingat mereka merupakan garda terdepan dalam memberikan pengobatan kepada pasien yang terpapar. Sayangnya, besaran insentif yang didapatkan masih tergolong rendah.

Budi (nama samaran), seorang dokter umum kepada media ini mengaku hanya menerima Rp 5 juta pada pendistribusian insentif tahap pertama, dua pekan lalu.

“Masih sedikit sekali ini. Padahal tantangan yang dihadapi sangat membahayakan,” katanya.

Bukan tidak mungkin, ia berisiko terpapar ketika menangani pasien terpapar Covid-19. Kondisi itu ditambah dengan karantina yang dilaluinya. Sebab itu, harus berpisah sementara dengan keluarga. Tujuannya satu untuk memutus mata rantai penularan virus korona.

“Kalau dibilang sangat kompleks. Bukan tidak bersyukur tetapi mohon menjadi pertimbangan supaya ada tambahan lagi,” ucapnya.

Baca Juga:  Nasib Sopir Angkot di Tengah Pandemi

Sementara Plt Dirut RSUD Taman Husada dr I Gusti Made Suhardika mengatakan tidak semua dalam Tim Covid-19 memperoleh insentif. Langkah konsultasi dengan inspektorat dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) berulang kali dilakukan.

“Dari 75 yang masuk SK, hanya 30 orang yang mendapatkan insentif,” kata dr Gusti.

Acuannya ialah Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/278/2020. Rinciannya maksimal untuk dokter spesialis menerima Rp 15 juta per bulannya, dokter umum Rp 10 juta, bidan dan perawat Rp 7,5 juta, serta tenaga medis lainnya Rp 5 juta.

“Tentunya itu juga disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah. Kami sudah mengusulkan sebesar-besarnya tetapi realisasinya seperti itu,” ujarnya.

Kabarnya, untuk Bontang, dokter spesialis akan menerima Rp 11 juta, dokter umum Rp 7 juta, dan perawat Rp 4 juta. Keluhan ini pun telah disampaikan kepada Sekkot Bontang. Kabarnya bakal ada penambahan pada penyaluran tahap kedua mendatang.

Baca Juga:  Penambahan Kasus Positif Corona Hari Ini Nyaris Seribu Orang, Kaltim Tambah Dua

Berbeda, Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Penunjang Medik RSUD Taman Husada, dr Niken Titisurianggi memaparkan besaran tiap tenaga medis tidaklah sama. Bergantung dengan jam kerja yang dijalaninya.

“Jadi kalau full (kerja) dapatnya nominal yang ditetapkan pemerintah pusat,” kata dr Niken.

Adapun petugas kebersihan, petugas laundry, penyemprot desinfektan, dan sopir ambulans juga menerima insentif. Nominalnya per hari kerja sebesar Rp 100 ribu. Langkah ini hasil konsultasi dengan pihak terkait untuk mengeluarkan kebijakan khusus.

Ia pun tidak bisa menyebutkan total anggaran yang dikucurkan kepada tenaga kesehatan (nakes) di RSUD Bontang. Mengingat ada perbaikan sehubungan beberapa tenaga kesehatan ada yang telah melampui 22 hari kerja dalam sebulan.

Baca Juga:  Diagnosa Penyakit Jantung, RSUD Bontang Pakai Teknologi Modern Terbaru

“Secara menyeluruh mencapai ratusan juta rupiah,” singkatnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang, dr Bahauddin menjelaskan nominal yang didapatkan untuk tenaga medis yang bekerja di Puskesmas pun tidak sama dengan RSUD Taman Husada. Mengingat dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) berbeda.

Nakes di enam puskesmas untuk kategori dokter hanya mendapatkan Rp 3 juta. Angka lebih kecil pun diterima oleh perawat, petugas desinfektor, dan surveillance.

“Untuk nominalnya saya tidak hafal,” pungkasnya. (*/ak/rdh/kpg)

Tags: coronadiskes bontangrsud taman husada
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Pemerintah Perlahan Kurangi ASN Tak Produktif

Next Post

Masalah Menghadang Jelang Pendaftaran PPDB SMK, Aplikasi Belum Disimulasikan

Related Posts

Daftar Nama 11 Peserta yang Lolos Seleksi Perawat di RSUD Taman Husada Bontang
Bontang

Daftar Nama 11 Peserta yang Lolos Seleksi Perawat di RSUD Taman Husada Bontang

11 Juli 2025, 13:58
RSUD Bontang Tambah Gedung, Perencanaan Tahun Ini Pemkot Alokasikan Rp2 Miliar
Bontang

RSUD Taman Husada Bontang Beber Alasan Dapat Peringkat Merah

7 Juli 2025, 10:43
DED Gedung C RSUD Taman Husada Bontang Diselesaikan Tahun Ini, Pemkot Buatkan Akses Jalan bagi Warga
Bontang

DED Gedung C RSUD Taman Husada Bontang Diselesaikan Tahun Ini, Pemkot Buatkan Akses Jalan bagi Warga

19 Maret 2025, 20:16
Pengunjung Semakin Padat, Area Parkir RSUD Bontang Dikerjakan Tahun Ini
Society

Pengunjung Semakin Padat, Area Parkir RSUD Bontang Dikerjakan Tahun Ini

4 Mei 2024, 14:00
Pola Hidup Tak Sehat Bisa Memicu Diabetes, Ini Kata Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD
Society

Pola Hidup Tak Sehat Bisa Memicu Diabetes, Ini Kata Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD

30 April 2024, 16:19
Laik Konsumsi, RSUD Bontang Pasok Kebutuhan Air Minum Bagi Pasien dan Karyawan
Society

Laik Konsumsi, RSUD Bontang Pasok Kebutuhan Air Minum Bagi Pasien dan Karyawan

29 April 2024, 16:43

Terpopuler

  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemadaman Listrik Ganggu Usaha Kuliner Bontang, Mesin Kopi Rusak hingga Pesanan Batal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.