• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Advertorial Society

RSUD Bontang Tambah Layanan CAPD, Kini Penderita Gagal Ginjal Bisa Cuci Darah dari Rumah

by BontangPost
7 Maret 2024, 14:37
in Society
Reading Time: 2 mins read
0
Komitmen kembangkan pelayanan dengan penambahan Layanan CAPD, di Ruang Hemodialisa, Lantai 2, gedung RSUD Bontang. (Dok/Humas RSUD)

Komitmen kembangkan pelayanan dengan penambahan Layanan CAPD, di Ruang Hemodialisa, Lantai 2, gedung RSUD Bontang. (Dok/Humas RSUD)

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – RSUD Taman Husada Bontang terus mengembangkan pelayanan bagi pasien penderita gagal ginjal. Kini, cuci darah bisa dilakukan pasien dari rumah dengan layanan Continous Ambulatori Peritoneal Dialisis (CAPD).

CAPD atau dialisis mandiri mulai beroperasi pada 2022 lalu, di Ruang Hemodialisa, Lantai 2, Gedung RSUD Bontang.

Sebelumnya, rumah sakit pelat merah ini telah memiliki layanan unggul, yakni hemodialisis. Resmi beroperasi sejak 10 Mei 2012.

Kepala Ruangan Hemodialisa RSUD Taman Husada Bontang Salawati S Kep.NS menjelaskan, kedua layanan dialisis tersebut memiliki masing-masing keunggulan.

Ia menjelaskan, hemodialisis ialah proses pembersihan darah dari zat-zat sampah atau sisa metabolisme yang tidak di butuhkan oleh tubuh dan cairan yang berlebihan melalui proses penyaringan diluar tubuh, dengan menggunakan ginjal buatan (dialyzer) dan mesin dialysis.

Baca Juga:  Bahas Honorer, DPRD Kembali Panggil Direksi RSUD Taman Husada

Sedangkan, CAPD ialah proses cuci darah dengan memasang selang di rongga perut, dengan menggunakan selaput pembungkus rongga perut (peritonium). Gunanya sebagai penyaring cairan yang berlebihan dan zat-zat yang tidak dibutuhkan oleh tubuh.

“Kelebihan CAPD bisa di lakukan di mana saja. Tak perlu datang ke rumah sakit. Cuci darah dapat dilakukan sesuai standard operating procedure (SOP) yang sudah di ajarkan oleh petugas CAPD,” kata Salawati saat dikonfirmasi, Kamis (7/3/2024).

Dalam layanan ini. Ia menjelaskan, ada beberapa kriteria yang dapat ditangani, yakni pertama pasien yang mengalami gagal ginjal kronik (GGK). Artinya pasien yang sudah mengalami penurunan fungsi ginjal selama lebih dari 3 bulan.

Baca Juga:  Penambahan Ruang Isolasi Pasien Covid-19 Tersendat Ketersediaan Nakes

Kedua, pasien gagal ginjal akut (GGA). Biasanya pasien yang mengalami penurunan fungsi ginjal akut. Sebelumnya fungsi ginjal diketahui masih baik, dalam kurun waktu kurang dari 3 bulan terakhir.

Ketiga, pasien dengan indikasi hemodialisis segera, ialah pasien GGK dan GGA yang disertai dengan kondisi ; hiperkalemia yaitu kadar kalium darah lebih dari 6mEq/L, asidosis metabolik berat, kegagalan terapi konservatif (gagal terapi medikamentosa), kadar ureum atau kreatinin yang tinggi dalam darah

Terakhir, dialisis peritoneal membutuhkan kemandirian pasien, oleh karena itu pemilihan pasien yang sesuai diharapkan bisa meningkatkan kualitas hidupnya.

“Layanan ini kami berikan untuk memperpanjang usia pasien dan memperbaiki kualitas hidup,” terangnya.

Ia mengatakan, indikasi pasien untuk dilakukan pelayanan CAPD, meliputi pasien GGK, terdapat penyakit kardiovaskuler (penyakit jantung kongestif, penyakit jantung iskemik), lanjut usia dengan caregiver.

Baca Juga:  Komisi III dan Dinas PUPRK Temui BBPJN Bahas Soal Pemangkasan Turunan RSUD

Kegagalan akses vaskuler untuk hemodialisis, intoleransi terhadap hemodialisis, akses ke unit HD tidak terjangkau, keinginan pasien yang takut jarum, pasien kandidat transplantasi ginjal.

Sementara, kontraindikasi untuk dilakukan CAPD, meliputi kegagalan ultrafiltrasi tipe II, abses abdomen, gangguan psikosis, kehamilan trimester ketiga, dan retardasi mental.

“Keselamatan pasien menjadi utama dalam setiap penanganan yang kami berikan,” tandasnya. (*)

Tags: rsud taman husada
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Review Lanjutan Pembangunan RKB SMP 1 Masuk APBD Perubahan

Next Post

PKS Rebut Kursi Ketua DPRD Kutim

Related Posts

Daftar Nama 11 Peserta yang Lolos Seleksi Perawat di RSUD Taman Husada Bontang
Bontang

Daftar Nama 11 Peserta yang Lolos Seleksi Perawat di RSUD Taman Husada Bontang

11 Juli 2025, 13:58
RSUD Bontang Tambah Gedung, Perencanaan Tahun Ini Pemkot Alokasikan Rp2 Miliar
Bontang

RSUD Taman Husada Bontang Beber Alasan Dapat Peringkat Merah

7 Juli 2025, 10:43
DED Gedung C RSUD Taman Husada Bontang Diselesaikan Tahun Ini, Pemkot Buatkan Akses Jalan bagi Warga
Bontang

DED Gedung C RSUD Taman Husada Bontang Diselesaikan Tahun Ini, Pemkot Buatkan Akses Jalan bagi Warga

19 Maret 2025, 20:16
Pengunjung Semakin Padat, Area Parkir RSUD Bontang Dikerjakan Tahun Ini
Society

Pengunjung Semakin Padat, Area Parkir RSUD Bontang Dikerjakan Tahun Ini

4 Mei 2024, 14:00
Pola Hidup Tak Sehat Bisa Memicu Diabetes, Ini Kata Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD
Society

Pola Hidup Tak Sehat Bisa Memicu Diabetes, Ini Kata Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD

30 April 2024, 16:19
Laik Konsumsi, RSUD Bontang Pasok Kebutuhan Air Minum Bagi Pasien dan Karyawan
Society

Laik Konsumsi, RSUD Bontang Pasok Kebutuhan Air Minum Bagi Pasien dan Karyawan

29 April 2024, 16:43

Terpopuler

  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemadaman Listrik Ganggu Usaha Kuliner Bontang, Mesin Kopi Rusak hingga Pesanan Batal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.