• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

RSUD Taman Husada Bantah Ada Warga Suspect Corona

by Redaksi Bontang Post
4 Maret 2020, 09:44
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi alat thermal scanner untuk pemeriksaan virus corona (Dok. JawaPos.com)

Ilustrasi alat thermal scanner untuk pemeriksaan virus corona (Dok. JawaPos.com)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANG – Warga Bontang dua hari belakangan dikejutkan dengan isu virus corona. Satu warga disebut suspect corona. Hal ini pun mendapat bantahan dari RSUD Taman Hasada. Kabar tersebut dipastikan hoaks.

Kaltim Post (induk bontangpost.id) menggali lebih jauh isu tersebut. Informasi yang diterima, salah seorang warga memang ada yang dibawa ke ruang isolasi RSUD Taman Husada, Selasa (3/3/2020), sekira pukul 15.00 Wita. Diduga dia mengalami keluhan nyeri ulu hati, batuk, dan suhu tubuh tinggi mencapai 38,5 derajat celsius. Gejala ini selaras dengan virus 2019-nCoV atau biasa dikenal dengan virus corona.

Plt Dirut RSUD Taman Husada dr I Gusti Made Suhardika kepada Kaltim Post mengatakan pasien itu langsung ditangani oleh dokter spesialis paru. Tim penanganan corona sendiri telah dibentuk manajemen rumah sakit. “Kami sudah siap. Pasti penanganannya sesuai dengan Standar Operasional Prosedur,” kata dr Gusti.

Baca Juga:  Masker Kosong di Empat Apotek, Harga Capai Rp 150 Ribu

Ia menyebut status pasien rujukan. Dia dijemput oleh tim penanganan langsung diarahkan ke ruang isolasi. “Gejala ini dirasakan pasien sejak lima hari lalu,” ucapnya.

Sementara, dokter spesialis paru RSUD Taman Husada dr Dian Ariani Tarigan menyebut saat ini pasien belum bisa dikatakan suspect. Mengingat pasien menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Bentuknya dengan foto rontgen dan pemeriksaan laboratorium. “Kami masih pantau dulu. Kalau sudah ada hasil labnya baru bisa diketahui suspect atau tidak,” kata Dian.

Penempatan di ruang isolasi diakibatkan gejala yang dialami pasien menyerupai dengan virus corona. Supaya penanganannya lebih intensif sembari menunggu hasil laboratorium, maka pihak rumah sakit memutuskan untuk ditempatkan di ruang itu.

Baca Juga:  Pemerintah Tak Larang Warga Tiongkok ke Indonesia

Dian menyebut pasien sempat melakukan perjalanan ke luar negeri. Tetapi ketika keluhan ini diderita, telah melampui masa inkubasi. Berdasarkan data akun sosial media pasien, perjalanan itu dilakukan pada awal Februari lalu. “Saat ini suhu tubuhnya sudah 37 derajat. Hanya karena negara tujuan juga dinaikkan statusnya sama seperti Tiongkok oleh WHO, jadi dirawat untuk menghindari hal yang tidak diinginkan,” ucapnya.

Meski belum diketahui apakah status pasien dalam pengawasan, tenaga medis pun memakai alat pelindung diri ketika memeriksa pasien. Hal ini sebagai bentuk antisipasi dini.  Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, pihak rumah sakit memutuskan pasien diperbolehkan pulang sekira pukul 17.20 Wita.

Wakil Dirut Pelayanan RSUD Taman Husada drg Toetoek Pribadi Ekowati membantah jika pasien itu didiagnosa terkena virus corona. Pendeteksian corona pun dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Meliputi pemeriksaan swap (dahak). Hasil laboratorium pun membutuhkan waktu dua pekan. Mengingat sampel dikirimkan ke Jakarta.

Baca Juga:  Jahit Masker Sendiri, Beri ke Driver Ojol dan Warga yang Membutuhkan

“Jadi kalau datang dengan gejala yang sama, mentang-mentang lagi musim, tidak tentu corona. Kabar seperti itu menimbulkan kepanikan warga,” kata Toetoek.

Menurutnya, beberapa penyakit ditangani di ruang isolasi. Di antaranya pasien penyakit paru-paru, TBC, dan HIV. Ini merupakan langkah kewaspadaan rumah sakit. Toetoek pun menuturkan belum ada laporan dari penyakit berbahaya. Ia pun enggan memberikan hasil laboratorium pasien tersebut kepada awak media.

“Intinya ada infeksi karena ada demam dan batuk. Rincinya tidak bisa karena itu sama dengan membuka rahasia pasien,” pungkasnya. (*/ak/kpg)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: corona virusmasker
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Penyerahan LKPD Manfaatkan Video Conference

Next Post

Siap Pasok Kebutuhan Dalam Negeri, Anak Usaha Pupuk Kaltim Pengapalan Perdana 2001,73 Ton CPO

Related Posts

Jokowi Minta Masyarakat Kembali Pakai Masker di Dalam dan Luar Ruangan
Nasional

Jokowi Minta Masyarakat Kembali Pakai Masker di Dalam dan Luar Ruangan

11 Juli 2022, 11:19
Penjualan Masker Skuba Anjlok
Bontang

Penjualan Masker Skuba Anjlok

25 September 2020, 09:36
Pilkada Serentak, APD Dibolehkan Jadi Alat Kampanye
Nasional

Epidemiolog UI Sebut Cara Pakai Masker Pemimpin yang Tidak Benar

30 Agustus 2020, 14:30
‘Bahaya’ Turunkan Masker Sampai ke Dagu dan Leher
Ragam

‘Bahaya’ Turunkan Masker Sampai ke Dagu dan Leher

16 Juli 2020, 17:30
Olahraga Pakai Masker, Amankah?
Ragam

Olahraga Pakai Masker, Amankah?

7 Juni 2020, 13:00
Lawan Covid-19, FKPM Loktuan Bagi 1.500 Masker Gratis
Bontang

Lawan Covid-19, FKPM Loktuan Bagi 1.500 Masker Gratis

11 Mei 2020, 09:10

Terpopuler

  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.