BONTANG – Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) di wilayah Kelurahan Api-api sudah siap dihuni. Syaratnya, sudah ada serah terima dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kepada Pemkot Bontang.
Sementara itu, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Bontang telah membentuk kelompok kerja (pokja) pengelolaan rusunawa.
Sekretaris DPKPP Bontang, Maksi Dwiyanto mengatakan semua fasilitas Rusunawa sudah lengkap dan hanya menunggu penghunian. Untuk listrik, dari PLN Bontang sudah tersambung masing-masing kamar ada meteran listrik 900 VA dan tinggal diisi voucher listrik berupa token.
Termasuk dari PDAM sudah tersambung meteran air. “Kami juga sempat melakukan simulasi penghunian beberapa waktu lalu,” jelas Maksi saat ditemui di ruangannya belum lama ini.
SK Wali Kota Bontang terkait pembentukan Pokja Pengelolaan pun sudah dibuat. Saat ini, Maksi mengatakan, pihaknya sedang mempersiapkan segala sesuatu untuk serah terima.
Infrastruktur pendukung, seperti musala, lahan parkir, dan tanaman sudah dilakukan pembibitan. “Tugas kami ialah melengkapi lapangan volly dan untuk jogging track, parit-parit sudah kami tutup, untuk bangunan sudah lengkap semua,” ungkapnya.
Satu lagi sisa bangunan yang belum selesai hanya bangunan shelter untuk tempat pemberhentian kendaraan. “Yang lainnya sudah siap, tinggal serah terima gedung saja,” imbuhnya.
Proses lain yang sedang dilakukan DPKPP Bontang yakni meminta SK, karena ada SK tarif penghunian Rusunawa. Para calon penghuni pun sudah diinformasikan, dan survei minat mereka sangat besar.
Namun, mekanisme penghunian nanti dilihat seberapa antusias calon penghuni yang melakukan daftar ulang. Maksi menyebut, Pemkot Bontang akan mengutamakan para penghuni yang sebelumnya tinggal di bantaran sungai dan melanggar sempadan.
Mereka yang Izin Mendirikan Bangunan (IMB) nya tak pernah diterbitkan oleh pemerintah juga mendapat peluang. “Tetapi khusus untuk mereka yang berpenghasilan rendah (Masyarakat Berpenghasilan Rendah, Red.) dengan kriteria pedagang, buruh, pasukan kuning dan lainnya,” terang dia.
Penghuni juga, lanjut Maksi, warga yang tinggal di wilayah Gunung Elai, Api-api, Bontang Baru, Bontang Kuala, Tanjung Laut dan Tanjung Laut Indah.
Maksi menyatakan, untuk hibah gedungnya akan diupayakan paling lambat bulan Maret agar penghunian bisa lebih cepat dilakukan.
Karena setelah serah terima gedung, akan ada verifikasi dari satuan kerja (satker) kementerian untuk mengecek persiapan penghunian. “Dari pihak kami sudah siap segalanya, tinggal mereka (satker kementerian, Red.) kapan akan verifikasi,” pungkasnya.(mga)







