Mengaku pemuda, akan tetapi saat upacara sumpah pemuda yang jatuh pada Senin (29/10) kemarin, banyak pemuda Kutim tak ikut meramaikan hari bersejarah tersebut.
—————
Tak seramai tahun sebelumnya, para pemuda yang memadati Lapangan Kantor Bupati tak lebih 100 orang.
Semua pun terkesan bisa. Tak ada atribut yang melambangkan identitas pemuda. Banyak tamu undangan yang mempertanyakan keseriusan panitia hingga kurangnya rasa kepedulian pemuda di Kutim.
“Sedikit sekali yang hadir. Saya tidak tahu, apakah panitianya tidak mengundang atau memang jiwa kepemudaan sudah luntur. Tetapi inilah faktanya,” ujar Wahyu salah satu undangan yang menyaksikan upacara.
Ketua KNPI Kutim, Munir Perdana pun ikut mempertanyakan hal itu. Dirinya cukup menyayangkan di acara istimewa tersebut tak diramaikan para pemuda.

“Ke depan tentu kita semua pengin lebih baik. Tahun ini KNPI dipercayakan menyiapkan semua petugas upacara oleh pemda. KNPI sudah menempatkan anggota dan alhamdulliah semua petugas bekerja dengan baik. Tapi tentu ada beberapa kekurangan di sana sini. Terima kasih masukannya dan bisa menjadi evaluasi dan proyeksi ke depan,” jelas Munir bersama Sekretaris KNPI, Arham.
Katanya, KNPI tak terlibat langsung dalam kepanitiaan. Panitia berasal dari Dinas Pemuda Olahraga (Dispora) dan protokol.
“Setelah ini akan kami konfirmasi. Yang jelas masalah undangan ada panitia sendiri, dispora dan protokol,” katanya.
Salah satu pemuda Kutim, yang juga merupakan anggota KNPI Kutim, Irwan menuturkan sudah semestinya acara demikian diserahkan sepenuhnya kepada pemuda. Acara demikian merupakan tanggung jawab pemuda. “Sudah seharusnya agenda kepemudaan semacam ini diserahkan ke KNPI sebagai induk organisasi kepemudaan. Kalau itu dilakukan saya yakin pasti lebih meriah,” tambah Supiansyah.
Sementara itu perwakilan Dispora, Basuki Isnawan menuturkan pihaknya sudah menyerahkan sepenuhnya kepada bagian protokol Pemkab Kutim.
“Setahu saya semua undangan diserahkan ke protokol. Coba saya cek ke kawan-kawan protokol yang menanggani kegiatan hari sumpah pemuda ini. Tetapi kami terima kasih masukannya. Semoga ini jadi pembelajaran ke depannya,” katanya.
Sementara itu, Bupati Kutim, Ismunandar mengaku tak mengetahui pasti hal itu. Seharusnya kata dia, semua pemuda hadir meramaikan upacara ini.
“Saya tidak tahu juga. Tetapi alhamdulillah sudah terlaksana dan berjalan lancar. Mudahan saja ke depan bisa lebih ramai lagi,” harapnya. (dy)







