• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Sempat Dipanggil 3 Kali, Tadjuddin Akhirnya Dieksekusi

by BontangPost
17 Februari 2017, 13:02
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
DIEKSEKUSI: Terpidana Tadjuddin (memakai songkok) menyerahkan dirinya ke Kejari Bontang pada Kamis (16/2) kemarin sekira pukul 14.30 Wita untuk menjalani hukuman dari putusan MA di Lapas kelas III Bontang. (MEGA ASRI/BONTANG POST)

DIEKSEKUSI: Terpidana Tadjuddin (memakai songkok) menyerahkan dirinya ke Kejari Bontang pada Kamis (16/2) kemarin sekira pukul 14.30 Wita untuk menjalani hukuman dari putusan MA di Lapas kelas III Bontang. (MEGA ASRI/BONTANG POST)

Share on FacebookShare on Twitter

 

Minta Waktu Jalankan Ibadah

BONTANG – Terpidana atas nama Tadjuddin Pawannari (62) akhirnya dieksekusi Kejaksaan Negeri (Kejari) Bontang, Kamis (16/2) kemarin sekira pukul 14.30 Wita.

Tadjuddin, sudah dipanggil sebanyak 3 kali oleh Kejari sejak putusan dari Mahkamah Agung (MA) incraht pada 20 Oktober 2016 lalu.

Namun, Tadjudin tidak mengindahkan pemanggilan itu dengan alasan tertentu. Kasi Pidsus Kejari Bontang Novita mengatakan, putusan MA dengan nomor 1312 K/PID.SUS/2014 memvonis Tadjuddin dengan menolak permohonan kasasi. Sehingga, menyatakan terpidana Tadjuddin secara sah melakukan tindak pidana korupsi (tipikor)  yang dilakukan secara bersama-sama sebagai perbuatan berlanjut.

“Pidana yang dijatuhkan MA yakni pidana penjara selama 4 tahun dan denda sebesar Rp 200 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan,” jelas Novita saat ditemui di ruangannya, Kamis (16/2) kemarin.

Baca Juga:  Kejari Bontang Kembalikan Uang Rp 447 Juta ke Kas Negara

Tidak hanya itu, Tadjuddin juga diminta untuk membayar ganti rugi sebesar Rp 241.677.950. Jika uang pengganti tersebut tidak dibayar dalam waktu 1 bulan, setelah putusan tersebut mempunyai kekuatan hukum tetap, maka harta benda terpidana dapat disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut.

Akan tetapi, lanjut Novita, jika terpidana tidak memiliki harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka diganti dengan pidana penjara selama 6 bulan. “Sebenarnya, putusan keluar pada 13 April 2015, hanya saja baru diserahkan ke Kejari Bontang 20 Oktober 2016 karena itu baru putusan incraht-nya,” ujarnya.

Nah, lanjut dia, sejak Kejari Bontang menerima putusan MA tersebut, surat pemanggilan terpidana sudah dilayangkan sebanyak 3 kali. Yang pertama, terpidana mengaku belum menerima hasil putusan.

Baca Juga:  Cegah Korupsi, Kementerian dan Pemda Wajib Lapor Tiap 3 Bulan

Panggilan kedua, terpidana meminta waktu untuk menyelesaikan ibadah Khuruj sebagai jemaah tabligh selama 40 hari. Akhirnya terpidana meminta tanggal 15 Februari untuk dieksekusi. “Tetapi, karena bertepatan dengan hari libur nasional, maka baru hari ini (kemarin, Red.) eksekusi dilakukan, terpidana cukup kooperatif kok,” ujarnya.

Sementara itu, Tadjuddin mengaku baru menyerahkan diri setelah melakukan ibadah Khuruj. “Kemarin selesaikan ibadah dulu, dan permintaan itu diterima, makanya baru menyerahkan diri sekarang,” ujar dia.

Tadjuddin, merupakan salah satu dari 25 anggota DPRD Bontang periode 2000-2004 yang terlibat kasus korupsi berjamaah. Tadjuddin sendiri sama seperti Hamsyah yang melakukan upaya banding hingga Kasasi, namun MA menolak permohonan kasasinya. Dan memutuskan pidana 4 tahun.

Baca Juga:  KPK Dikabarkan Tetapkan Mentan Syahrul Yasin Limpo Tersangka

Menurut Novita, semua kasus korupsi berjamaah yang melibatkan anggota dewan bagi mereka yang kasusnya sudah incraht sudah semua dieksekusi. Yang tersisa hanya tingga terdakwa Dody Rondonuwu dan Asriansyah yang melakukan upaya banding. Saat ini, Dody masih dilakukan pencarian dan masih belum ditemukan.

“Tetapi kasusnya belum incraht karena masih proses upaya hukum yang kemarin pemanggilan itu atas surat penetapan dari Pengadilan Tinggi Samarinda, kalaupun masih ada yang belum, itu karena mereka belum dilakukan proses penyidikan,” pungkasnya.(mga)

Tags: eksekusikorupsi
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Makin Percaya Diri Berkat Jadi Vlogger 

Next Post

Terkait Beras Basah, Pemkot Akan Bersurat ke Gubernur

Related Posts

Daftar Tersangka OTT KPK di KPP Banjarmasin, Kepala Pajak Terima Suap Rp800 Juta untuk DP Rumah
Nasional

KPK Usut Dugaan Korupsi Cukai Rokok Djarum, Kerugian Negara Ditaksir Triliunan Rupiah

30 Oktober 2026, 12:56
Kejari Bontang Dalami Dugaan Kredit Fiktif BPR, Empat Saksi Diperiksa
Bontang

Kejari Bontang Dalami Dugaan Kredit Fiktif BPR, Empat Saksi Diperiksa

28 Oktober 2026, 13:43
Proyek Rp12,8 Miliar di Kutim Diperiksa Kejari, Dugaan Kerugian Negara Capai Rp2,25 Miliar
Kaltim

Proyek Rp12,8 Miliar di Kutim Diperiksa Kejari, Dugaan Kerugian Negara Capai Rp2,25 Miliar

25 September 2026, 15:18
Daftar Tersangka OTT KPK di KPP Banjarmasin, Kepala Pajak Terima Suap Rp800 Juta untuk DP Rumah
Nasional

OTT KPK di Jabodetabek Seret Dirjen ATR/BPN dan Politikus Golkar Fahd A Rafiq, Uang Ratusan Miliar Disita

15 September 2026, 11:39
Kasus Gratifikasi Eks Bupati Kukar, KPK Periksa Anggota DPRD Kaltim dan Petinggi Perusahaan
Kaltim

Kasus Gratifikasi Eks Bupati Kukar, KPK Periksa Anggota DPRD Kaltim dan Petinggi Perusahaan

7 Agustus 2026, 10:00
Tak Berhenti di Dishub, Dugaan Korupsi Bimtek OPD Lain Mulai Didalami Kejari Bontang
Bontang

Tak Berhenti di Dishub, Dugaan Korupsi Bimtek OPD Lain Mulai Didalami Kejari Bontang

4 Agustus 2026, 12:06

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.