• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Catatan Dahlan Iskan

Setelah XiaoMi Tidak Kepaha

by BontangPost
20 Juni 2018, 09:15
in Dahlan Iskan
Reading Time: 2 mins read
0
DAHLAN ISKAN

DAHLAN ISKAN

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Dahlan Iskan

Uang benar-benar tidak punya nasionalisme. Ini terbukti dua hari lalu: Xiaomi batal go public di Shanghai.

Alasannya sopan: tidak batal, hanya ditunda. Alasan tambahannya: go public dulu di Hongkong, baru di Shanghai.

Xiaomi kini sudah menjadi perusahaan handphone terbesar keempat di dunia. Setelah iPhone, Huawei dan Samsung. Atau terbesar ketiga di Tiongkok: setelah Huawei dan Oppo.

Nama besarnya telah lama ditunggu: kapan go public. Pasti akan heboh. Pasti akan jadi bintang di pasar modal.

Tapi Xiaomi jual mahal. Tidak kepaha…eh…kesusu. Atau modalnya memang kuat. Dia kuatkan dulu perusahaan.

Memang ada rencana go public. Tapi tunggu dulu. Sampai Xiaomi benar-benar seksi dulu. Seperti sekarang ini.

Begitu memutuskan go public tidak tanggung-tanggung: ingin mendapatkan uang dari pasar modal sebesar Rp 140 triliun.

Hanya pasar modal Hongkong, Tokyo, London atau New York yang mampu mewadahi angka itu. Maka Xiaomi memutuskan masuk pasar modal Hongkong: sebuah pasar modal yang paling liberal di dunia.

Baca Juga:  Laser Batu Ginjal Lamongan

Keputusan Xiaomi itu menggelisahkan pemerintah Tiongkok: kok perusahaan teknologi Tiongkok pada go public di luar Tiongkok.

Padahal Tiongkok lagi ingin berdiri paling depan. Di segala bidang. Terutama teknologi. Lebih khusus lagi di artificial intellegence.

Karena itu Maret lalu Tiongkok mengeluarkan jurus baru: China Depositary Receipt (CDR). Sebuah instrumen baru pasar modal. Yang di-copy dari America Depositary Reciept.

Tujuannya: agar perusahaan teknologi seperti Xiaomi mau go public di pasar modal Shanghai. Setidaknya untuk mencegah sebangsa Xiaomi lari ke luar negeri.

Depositary Reciept adalah sertifikat bank. Tapi banknya sudah harus go public di pasar modal utama dunia. Sertifikat itu bisa dibeli siapa saja. Sebagai alat untuk membeli saham perusahaan asing di negara lain. Yang mungkin negara itu melarang orang asing membeli sahamnya.

Baca Juga:  Mr Seven Eleven

Maka bank itulah yang mewakili pembeli sertifikat. Termasuk mewakili hak suara. Dalam pemungutan suara di rapat umum pemegang saham perusahaan.

Xiaomi tertarik dengan instrumen baru itu. Sekaligus untuk menunjukkan nasionalisme Tiongkoknya.

Maka diputuskanlah: go public di dua pasar modal sekaligus. Dual listing. Di Hongkong dan Shanghai. Harapannya: investor asing tidak perlu takut beli saham lewat pasar modal Shanghai.

Tapi ada mendadak sontaknya. Dua hari lalu Xiaomi membatalkan putusannya itu. Tidak jadi masuk pasar modal Shanghai.

Cukup di Hongkong saja. Pasar modal pun geger. Tiongkok merasa sangat terpukul. Rayuannya lewat CDR gagal.

Ternyata Tiongkok belum siap mental. Terutama untuk berubah ‘iman’. Untuk benar-benar meliberalkan pasar modalnya.

Pertanda-pertandanya: pengurus pasar modal Shanghai memanggil Xiaomi. Rencananya, sesuai undangan, Selasa kemarin.

Baca Juga:  Mini APBN Made in Khan

Akan ada 84 pertanyaan yang harus dijawab Xiaomi. Yang paling pokok: mengapa Xiaomi menyebut dirinya perusahaan teknologi, padahal 90 persen  penghasilannya dari jualan hardware handphone.

Pertanyaan ini bisa dianggap kekanak-kanakan. Menunjukkan ketidaksiapan pasar modal Shanghai. Terutama dalam memasuki dunia pasar modal yang bebas iman.

Di Hongkong tidak akan ada pertanyaan jenis itu. Semua diserahkan ke penilaian pasar. Salah pembeli sendiri kalau tidak mampu menganalisa.

Dampak pertanyaan seperti itu memang berat. Bagi Xiaomi. Tiba-tiba saja Xiaomi bisa dikategorikan perusahaan manufactur. Bukan perusahaan teknologi. Harga sahamnya bisa jatuh. PE-nya bisa amat kecil.

Tentu ada alasan mengapa ada pertanyaan seperti itu. Tapi nantilah saya jelaskan.

Kapan-kapan.

Intinya: tidak ada nasionalisme-nasionalismean. Xiaomi langsung batal go public di Shanghai. Keputusan dibuat hari Senin. Agar tidak perlu memenuhi panggilan hari Selasa. (dis)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: dahlan iskan
Share1TweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Libur Lebaran, Pembesuk Padati Lapas

Next Post

Waspadai Penyakit Tidak Menular Usai Lebaran 

Related Posts

Menang Nirkuasa
Dahlan Iskan

Menang Nirkuasa

10 Mei 2019, 06:17
Bagaimana Menjaring Orang Mampu
Dahlan Iskan

Dokter Cerai

9 Mei 2019, 06:00
Kursi Roda
Dahlan Iskan

Kursi Roda

7 Mei 2019, 06:43
37 Derajat
Dahlan Iskan

37 Derajat

6 Mei 2019, 05:57
Orang Suci
Dahlan Iskan

Orang Suci

5 Mei 2019, 12:01
Jantung Bocor
Dahlan Iskan

Jantung Bocor

4 Mei 2019, 13:05

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpol PP dan Dishub Kembali Tertibkan PKL dan Parkir Liar di Trotoar Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1.700 Personel Kawal Demo 21 April di Samarinda, Kantor Gubernur dan DPRD Jadi Sasaran Aksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Resep Cumi Hitam, Lezat dan Memanjakan Lidah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan Amblas di KM 6 Bontang Ditambal Sementara, Perbaikan Total Tunggu Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.