• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Siapa Duduk di Kursi Wawali? 

by BontangPost
29 Maret 2018, 11:35
in Kaltim
Reading Time: 3 mins read
0
FOTO WAJAH: Budiman(DOK/METRO SAMARINDA)

FOTO WAJAH: Budiman(DOK/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Perebutan kursi Wakil Wali Kota (Wawali) Samarinda dipastikan bakal berjalan alot. Pasalnya jabatan orang nomor dua di Kota Tepian tersebut memiliki efek yang cukup besar di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018. Sebagaimana diungkapkan pengamat politik Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Budiman, Rabu (28/3) kemarin.

Menurut dia, perebutan kursi Wawali Samarinda menjadi ajang pembuktian diri bagi Partai Nasional Demokrat (NasDem), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Demokrat selaku partai koalisi yang mengusung Syaharie Jaang dan mendiang Nusyirwan Ismail sebagai calon wali kota dan wawali.

Yang tidak kalah bergengsi, tutur Budiman, partai yang nantinya mendudukkan wakilnya di kursi Wawali Samarinda, diprediksi menjadi salah satu penentu bagi calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) untuk mendulang suara di Samarinda.

Sebab melalui jabatan wawali, partai bisa menancapkan strategi, memperebutkan suara di ibu kota Kaltim tersebut. Apalagi Samarinda adalah daerah dengan pemilih tertinggi nomor wahid di Kaltim. Sehingga bisa jadi lumbung suara yang dapat digerakkan melalui jabatan wawali.

Dia menyebut, jabatan politik seperti wawali punya andil besar dalam menggerakkan massa pemilih. Meski terbilang senyap dan tak blak-blakan, setiap kepala daerah atau wakil kepala daerah mendukung paslon tertentu, tapi itu bukan rahasia umum lagi.

Selain mudah didapatkan dengan prosesi yang tidak terlalu panjang, bak durian runtuh, jabatan wawali punya nilai strategis di banyak sisi. Lebih penting lagi ketika Jaang selaku cagub memenangkan kontestasi pilgub, maka wawali secara otomatis diangkat menjadi wali kota.

Baca Juga:  Perjalanan Haerul Akbar, Komisioner Bawaslu Kaltim (2/Habis); Integritas Diuji, Tenang Hadapi Protes

Pun demikian ketika Jaang tak menang dalam pilgub, maka jabatan wawali dapat digunakan untuk mempromosikan diri sebagai calon wali kota di periode berikutnya. Sebab periode ini menjadi periode terakhir bagi Jaang menduduki jabatan Wali Kota Tepian.

Maka dari itu, Budiman mengurai bila perebutan kursi wawali tidak hanya berkaitan dengan suksesi pilgub, tapi juga investasi partai dalam pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres).

“Ini adalah pertarungan partai untuk menggolkan calonnya menjadi calon wakil wali kota. Karena itu akan berimplikasi besar dalam pilgub, pileg, dan pilpres. Setidaknya bisa menambah elektabilitas atau keterpilihan partai,” ujar Budiman.

Kata dia, koalisi di Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Samarinda 2015 antara Partai Demokrat, dan PKS akan pecah kongsi. Pasalnya setiap partai punya tujuan yang berbeda. Salah satunya di pilgub, tiga partai tersebut sudah menyatakan mendukung paslon berbeda.

Misalnya Partai Demokrat yang mempunyai kepentingan pada pilgub demi memuluskan langkah memenangkan Syaharie Jaang dan Awang Ferdian Hidayat. Maka jabatan wawali harus diamankan untuk memuluskan langkah paslon tersebut.

Begitu juga dengan PKS, punya calon tersendiri yakni paslon Isran Noor dan Hadi Mulyadi. Karena itu pula partai berslogan dakwah tersebut tak akan merelakan begitu saja jabatan wawali dipegang partai lain.

Sementara itu, seperti diketahui Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Kaltim sudah terlebih dulu menyodorkan lima orang untuk diseleksi menjadi bakal calon Wawali Samarinda di Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Di antaranya Muslimin, Fatimah Asyari, Saefuddin Zuhri, Dayang Donna Faroek, dan Hermanto.

Baca Juga:  Dilarang Seret ASN Jadi Timses 

Dipastikan, lima tokoh dengan latar belakang berbeda tersebut akan memperebutkan satu tiket untuk mengantongi rekomendasi DPP NasDem. Nantinya satu nama yang lolos akan melenggang untuk dijadikan bakal calon wawali di partai koalisi pilwali 2015.

Budiman menyebut, tampilnya putri Gubernur Kaltim Dayang Donna Faroek sebagai sinyal bahwa Awang Faroek Ishak ikut dalam pusaran perebutan kekuasaan di Kota Tepian. Bagaimana tidak, sebelum dinyatakan lolos lima besar dalam seleksi bakal calon wawali dari Partai NasDem, Donna sesumbar pernah meminta restu dari ayahnya. Hasilnya, Awang dengan tegas merestui langkah buah hatinya.

Kata Budiman, Awang akan mengerahkan segala daya upaya untuk merebut tiket Partai NasDem. “Untuk menyukseskan anaknya sebagai calon wakil gubernur saja beliau rela cuti dari tugasnya sebagai gubernur. Perannya mendukung Donna mendapatkan restu NasDem juga tidak kalah penting,” ungkapnya.

Di sisi lain, sambung Budiman, Partai NasDem memiliki kader yang terlibat dalam seleksi tersebut. Sebut misalnya Fatimah Asyari dan Saefuddin Zuhri, jelas keduanya sudah mendapatkan restu di internal partai. Karena itu pula, Fatimah dan Saefuddin sebagai petugas partai akan tunduk pada ketentuan dan kebijakan partai.

Jika menengok pada Pilgub 2018, NasDem sudah mantap mendukung pasangan calon (paslon) Andi Sofyan Hasdam dan Rizal Effendi. Merujuk pada data tersebut, Fatimah dan Saefuddin dapat dikatakan perwakilan dari paslon nomor urut satu.

Baca Juga:  Tak Sowan pada Gubernur, Rizal: Saya Akan Menghadap Setelah Pulang Umrah 

Sementara itu, Donna disebut-sebut menjadi kaki tangan paslon Jaang dan Ferdian. Bagaimana tidak, Donna dan Ferdian adalah saudara kandung yang tak lain putra dan putri gubernur.

“Dilihat dari fenomena sebelumnya, berbagai usaha yang pernah dilakukan Pak Awang mencalonkan anaknya di pilgub, beliau akan berusaha menggolkan anaknya mendapat rekomendasi dari Partai NasDem,” tambah Budiman.

Disinggung soal dilema antara merekomendasikan kader dan nonkader dalam pemilihan wawali, Budiman menegaskan, sudah menjadi rahasia umum sebagian besar partai di Indonesia masih menganut kebijakan sentralistik.

Meskipun di Kaltim NasDem terang mendukung paslon nomor urut satu di pilgub, tak menutup kemungkinan kebijakan berbeda akan diterapkan dalam pemilihan Wawali Samarinda.

“Artinya apa yang diinginkan pengurus DPW dan DPD belum tentu sejalan dengan DPP. Jangan lupa, partai di Indonesia masih menganut sistem sentralistik, segala kebijakan partai dipegang pusat,” terangnya.

Pada titik ini, Awang sebagai Ketua Dewan Pertimbangan DPW NasDem Kaltim memiliki celah memainkan kekuasaan politik di tingkat pusat. Tentu saja peluangnya besar membangun komunikasi politik di DPP, demi memuluskan tujuannya mendapatkan rekomendasi bakal calon wawali dari partai yang didirikan pada 26 Juli 2011 itu.

“Itu tergantung gubernur dan Donna, bagaimana meyakinkan DPP NasDem. Jangan lupa, Pak Awang itu politisi ulung. Segala kemungkinan dan celah bisa dimainkan,” ujarnya. (*/um)

Tags: Kursi Wakil Wali KotaMetro Samarindasamarinda
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Hak Desa Jangan Ditahan! 

Next Post

Antara Pembasuhan Kaki dan Kamis Putih

Related Posts

Andi Harun Protes ke Pemprov Kaltim, 49.742 Warga Miskin Samarinda Terancam Kehilangan JKN
Kaltim

Andi Harun Protes ke Pemprov Kaltim, 49.742 Warga Miskin Samarinda Terancam Kehilangan JKN

11 April 2026, 11:30
72 Bangunan di Bantaran Sungai Karang Mumus Dibongkar
Kaltim

72 Bangunan di Bantaran Sungai Karang Mumus Dibongkar

23 Desember 2022, 10:00
Kelelahan Mengemudi dari Kutim, Penabrak Ruko di Samarinda Jadi Tersangka
Kaltim

Kelelahan Mengemudi dari Kutim, Penabrak Ruko di Samarinda Jadi Tersangka

21 April 2022, 10:00
Sopir yang Diduga Penyebab Kebakaran Ruko di Samarinda Diamankan
Kaltim

Sopir yang Diduga Penyebab Kebakaran Ruko di Samarinda Diamankan

18 April 2022, 11:30
Modus Pengobatan Alternatif, Komplotan Penipu Diringkus saat Hendak Beraksi
Kriminal

Modus Pengobatan Alternatif, Komplotan Penipu Diringkus saat Hendak Beraksi

14 April 2022, 12:30
Balikpapan Siap Jadi Ibu Kota Kaltim
Kaltim

Balikpapan Siap Jadi Ibu Kota Kaltim

19 September 2021, 10:25

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.