BONTANGPOST.ID – Industri hulu minyak dan gas bumi (migas) membutuhkan peran strategis media dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan transparan kepada masyarakat. Terlebih, proses bisnis sektor ini cukup panjang dan kompleks, mulai dari survei, eksplorasi, pengeboran, pengembangan lapangan, hingga produksi.
Pentingnya kolaborasi tersebut menjadi perhatian dalam Media Gathering Wilayah Kalimantan dan Sulawesi (Kalsul) 2026 yang digelar SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di Ballroom DoubleTree by Hilton Surabaya, Senin (2/11/2026).
Mengusung tema “Beyond the Headlines, Membangun Energi, Menguatkan Kolaborasi”, kegiatan ini mempertemukan pimpinan organisasi media, jurnalis, serta perwakilan kehumasan dari KKKS.
Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Kalimantan dan Sulawesi, Haryanto Syafri, mengatakan industri hulu migas menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan proses bisnisnya. Karena itu, sinergi dengan insan pers menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman publik terhadap industri tersebut.
Atas nama SKK Migas, Haryanto juga mengapresiasi waktu, dukungan, dan kolaborasi yang selama ini terjalin dengan insan pers.
“Media Gathering tahun ini bukan sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga merupakan ruang untuk memperkuat hubungan, membangun kepercayaan, dan menyamakan pemahaman antara industri hulu migas dengan insan pers,” tegas Haryanto Syafri.
Ia berharap hubungan baik antara SKK Migas, KKKS, dan media terus berlanjut setelah kegiatan berakhir melalui komunikasi berkesinambungan dan koordinasi yang efektif.
“Dengan semangat ‘Membangun Energi, Menguatkan Kolaborasi’, mari kita terus mempererat kemitraan antara SKK Migas, KKKS, dan insan pers demi mendukung keberlanjutan industri hulu migas, ketahanan energi nasional, serta pembangunan bangsa dan negara,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana dari CID & LMF JOB Simenggaris, M. Anugerah Lukytha, menekankan bahwa hubungan industri hulu migas dengan media tidak sebatas penyampaian dan penerimaan informasi.
Menurutnya, di tengah derasnya arus informasi, kecepatan bukan satu-satunya ukuran. Akurasi, keberimbangan, dan manfaat informasi bagi masyarakat juga harus menjadi perhatian.
“Di tengah derasnya arus informasi hari ini, yang paling berharga bukan hanya seberapa cepat sebuah informasi disampaikan, tetapi seberapa akurat, berimbang, dan bermakna informasi tersebut bagi masyarakat. Di titik inilah peran media menjadi sangat strategis. Ini adalah kemitraan dalam membangun ekosistem informasi yang sehat, terbuka, dan bertanggung jawab,” ujar M. Anugerah Lukytha.
Ia menjelaskan, Kalimantan dan Sulawesi memiliki karakteristik wilayah yang unik, dengan kekayaan alam melimpah, masyarakat dinamis, serta keberagaman budaya.
Kondisi tersebut membuat kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang cepat, tepat, transparan, dan terpercaya semakin besar. Karena itu, forum ini juga menjadi ruang untuk mendengarkan pandangan media sekaligus memahami perspektif publik secara konstruktif.

Lukytha turut mengapresiasi kehadiran insan media yang telah menempuh perjalanan jauh untuk mengikuti kegiatan tersebut.
Ia menilai antusiasme peserta tidak terlepas dari kerja keras panitia, dukungan SKK Migas, KKKS, serta para pemangku kepentingan dalam memperkuat kolaborasi untuk mengawal ketahanan energi nasional.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh antusiasme itu dibuka dengan tepuk tangan peserta yang memenuhi Ballroom DoubleTree by Hilton Surabaya.
Sepanjang kegiatan, peserta memperoleh pemahaman teknis mengenai industri hulu migas sekaligus materi edukatif nonteknis, meliputi strategi komunikasi efektif, personal branding, dan pengembangan kreativitas yang dapat diterapkan dalam aktivitas profesional jurnalis.
Rangkaian Media Gathering Kalsul 2026 ditutup dengan sesi outbound di Taman Safari. (*)






