• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

SKTM Rawan Disalahgunakan 

by BontangPost
14 Juli 2018, 11:30
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
FOTO WAJAH: Syaharie Jaang(DOK/METRO SAMARINDA)

FOTO WAJAH: Syaharie Jaang(DOK/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang mengingatkan para orang tua, terutama mereka yang berasal dari keluarga tidak mampu untuk tidak bermain-main dengan surat keterangan tidak mampu (SKTM) hanya demi memasukkan anaknya di sekolah tertentu. Pasalnya, jidak ada masyarakat yang kedapatan menyalahgunakan SKTM, Jaang mengaku tak segan-segan mengambil tindakan tegas.

Sikap tegas itu dikatakan Jaang usai rapat persiapan lomba sekolah sehat tingkat nasional tahun 2018, di Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Samarinda di Jalan S Parman, Jumat (13/7) kemarin. “Kalau ketahuan pasti kami tindak, itu keterlaluan,” tegasnya.

Untuk itu, orang nomor satu di Kota Tepian ini pun mengimbau kepada seluruh masyarakat apalagi yang dikategorikan mampu jangan sampai ada yang memalsukan SKTM untuk keperluan pribadinya. “Dari RT harus dicek. Tidak mungkin RT setempat tidak tahu. Masa orang mampu dikeluarkan SKTM-nya,” ketus Jaang.

Baca Juga:  Terkait Kasus Sokhip, Gerindra Belum Bersikap 

Karena menurutnya, orang kaya yang menggunakan surat SKTM hanya untuk memasukkan anaknya ke sekolah negeri sama saja tidak mensyukuri harta yang ia miliki dengan mengaku sebagai orang yang tidak mampu. “Itu namanya tidak bersyukur. Ibaratnya, masa orang tidak sakit dibilang sakit,” kata dia.

Terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti mengatakan, sesuai Peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 14 Tahun 2018 mengenai penerimaan siswa tidak mampu minimal 20 persen di sekolah-sekolah negeri memiliki kelemahan. Harusnya, tidak hanya mengatur batas minimum penerimaan siswa dengan SKTM namun juga mengatur batas maksimalnya.

“Harusnya ada batasan, misalnya 20-30 persen. Inilah yang membuat celah akhirnya orang-orang kaya memakai SKTM atau pemalsuan berkas agar anaknya dapat diterima di sekolah yang diinginkan,” ungkap Puji.

Baca Juga:  Banyak Terima Aspirasi, Siap Perjuangkan Suara Rakyat Samarinda 

Karena tidak adanya batasan tersebut, bisa jadi hampir semua calon siswa yang diterima dalam satu sekolah adalah siswa dengan keterangan tidak mampu. Sehingga, lanjut dia, bagaimana dengan siswa berprestasi di zonasi tersebut jika tersingkir karena mayoritas penerimaan mengutamakan siswa tidak mampu dengan SKTM.

“Akhirnya orang-orang tidak mampu yang ada di kawasan tersebut diterima semua, anak-anak yang berprestasi larinya kemana. Sedangkan mereka yang berprestasi sudah bekerja keras untuk mendapat nilai yang baik. Kalau dia tidak dapat masuk ke sekolah unggulan kan kasian juga. Ini menjadi masalah,” tuturnya.

Sehingga ia pun mengimbau agar semua kalangan, dari pejabat hingga masyarakat agar berhenti menyalahgunakan SKTM. Apalagi bagi mereka yang tergolong keluarga mampu. “Pemalsuan SKTM ini masalah moral,” pungkasnya. (*/dev)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Metro SamarindaSKTM
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Membingkai Indahnya Alam

Next Post

PPDB Online Dinilai Sulitkan Siswa 

Related Posts

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10
Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat
Kaltim

Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat

22 Desember 2018, 16:00
Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 
Kaltim

Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 

21 Desember 2018, 16:30
2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 
Kaltim

2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 

21 Desember 2018, 16:20

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1.700 Personel Kawal Demo 21 April di Samarinda, Kantor Gubernur dan DPRD Jadi Sasaran Aksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dana 10 Persen Nelayan Muara Badak Dipersoalkan, Polisi Lakukan Pemantauan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Avtur Naik, Harga Tiket Pesawat dari Samarinda Ikut Melambung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.