SAMARINDA – Belum juga genap tiga bulan, pucuk pimpinan kepolisian di Samarinda, berganti. Selasa (21/2) pagi, Kombes Pol Eriadi melepaskan jabatannya sebagai kapolresta Samarinda.
Apa yang salah dengan Kombes Pol Eriadi, sehingga harus dimutasi? Agar tidak menimbulkan polemik, Kapolda Kaltim Irjen Pol Safaruddin menegaskan, yang bersangkutan tidak membuat kesalahan. “Tidak ada masalah,” jawab Kapolda setelah memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) Kapolresta Samarinda dan Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) di markas Polda Kaltim, Jalan Syarifuddin Yoes, Balikpapan.
Mutasi tersebut, urainya, memang dinamika di kepolisian. “Saya saja pernah, kena mutasi cepat,” tuturnya tersenyum. Eriadi yang kini bertugas sebagai dosen di Akpol Lemdiklat Polri digantikan Kombes Pol Reza Arief Dewanto yang sebelumnya menjabat kasat Brimob Polda Sulawesi Tengah.
Dia berpesan pada pejabat lama, senang atau tidak dengan mutasi ini, bisa diambil hikmahnya. Sementara Direktur Lalu Lintas Kombes Pol Arief Prapto yang 10 bulan menjabat digantikan Kombes Pol Subandriya yang sebelumnya menjabat dirlantas Polda Sulawesi Utara.
Arief menduduki jabatan barunya sebagai kapusdik Lantas Lemdiklat Polri. “Diharapkan program lalu lintas semakin baik dan diteruskan oleh pejabat baru,” kata Arief. Safaruddin menambahkan, sertijab dalam setiap organisasi merupakan hal penting dan strategis dalam memelihara dinamika dan meningkatkan kualitas kinerja organisasi, serta proses regenerasi kepemimpinan dan promosi.
Mutasi dalam rangka promosi, wujud penghargaan yang diberikan organisasi kepada personel yang dinilai telah mampu melaksanakan tugasnya dengan baik atas dedikasi, kinerja dan pengabdian yang tinggi dalam mengukir prestasi. Safaruddin juga berpesan pada pejabat baru, mampu bertugas secara maksimal. Ketika ada masalah agar segera berkoordinasi. “Telepon saya, handphone selalu saya yang bawa, bukan ajudan,” ungkapnya di hadapan peserta. (aim/er/k9)







