• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Advertorial DPRD Bontang

Soroti Dampak PLTU Teluk Kadere, Dewan Bakal Panggil Pihak Terkait

by Jelita Nur Khasanah
21 Agustus 2023, 09:51
in DPRD Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Ketua Komisi III DPRD Bontang Amir Tosina

Ketua Komisi III DPRD Bontang Amir Tosina

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Hilangnya permukiman warga RT 15 Loktunggul dalam dokumen Analisis Dampak Lingkungan Hidup (Andal) PLTU Teluk Kadere yang dikelola PT Graha Power Kaltim (PT GPK) berdampak serius pada kehidupan warga RT 15, Bontang Lestari.

Ketua Komisi III DPRD Kota Bontang Amir Tosina mengungkapkan, pihaknya pernah melakukan peninjauan. Ia meminta agar pemerintah bekerja sama dengan perusahaan dalam melakukan relokasi ataupun memberi solusi berupa opsi tempat tinggal.

“Memang salah satu perusahaan yang paling ‘bandel’ ya. Sudah sering kami tegaskan dari awal untuk memberikan fasilitas kepada mereka (warga RT 15),” ungkapnya.

Lambat laun, kata dia, beberapa penerangan jalan dan bantuan berupa rumah ibadah diberikan. “Tapi itu kan memang kewajiban perusahaan,” sambungnya.

Baca Juga:  Maksimalkan Bantuan APD RS Swasta, DPRD Dorong Pemkot Libatkan Perusahaan

Adapun ia menyebut, jika memang perusahaan menganggap warga tidak ada di sana, maka harus ada kebijakan perusahaan untuk menyelesaikannya, sebab kenyataan di lapangan justru berbeda.

“Tolong bagaimana diselesaikan sesuai dengan yang diminta warga,” sebutnya.

Sementara soal perbedaan versi andal antara PT GPK dengan PT Energi Unggul Persada (PT EUP), pihaknya pun akan menelusuri dan mempelajarinya lebih lanjut.

“Kalau dari dua perusahaan ini berbeda, maka mereka harus mempertanggung jawabkan itu. Enggak boleh, dari mana itu didapat,” ucapnya.

Diketahui sebelumnya, pembangunan PLTU tersebut berdampak pada sejumlah aspek, baik sosial maupun kesehatan. Sejak berdirinya PLTU, mata pencaharian sebagian besar warga sebagai nelayan rumput laut pun terpengaruh.

Baca Juga:  Wacana Pemkot Semenisasi di BK, Agus Suhadi: Komunikasi yang Intens dengan Tetua Adat

Limbah yang dibuang langsung ke laut membuat perairan tercemar. Tak hanya itu, sumur yang biasa digunakan warga tidak lagi bisa dipakai.

Tercatat, PT GPK pernah mendapat peringkat merah pada Properda Kaltim 2021-2022, berdasarkan hasil temuan DLH Kaltim karena mengeluarkan limbah cair langsung ke laut yang belum berizin.

Menurut Amir, seharusnya analisis pengelolaan limbah dilakukan dengan baik. Jika terjadi pengelolaan limbah yang tidak sesuai, maka harus diberi tindakan tegas yang didasari peraturan pengelolaan limbah B3.

“Artinya kan sudah menyalahi banyak aturan. Dalam hal ini DLH harus lebih tegas menyikapi persoalan itu (limbah). Kalau mereka (PT GPK) melakukan tindakan yang salah, harus ditindak sesuai undang-undang. Tidak boleh pilih kasih,” sebutnya.

Baca Juga:  DPRD Bontang Dorong Sekolah Jemput Bantuan Pusat, Bisa Raih Dana hingga Rp2 Miliar

Selain itu, kesehatan warga turut terdampak. Pencemaran udara dari PLTU membuat banyak warga mengalami gangguan pernapasan.

Maka dari itu, pihaknya berencana memanggil yang bersangkutan untuk meluruskan masalah ini, sebab dinilai sangat merugikan.

“Ini bukan persoalan yang mudah. Bagaimana bisa dikatakan enggak ada permukiman, padahal kenyataannya warga masih ada di sana. Ini sudah salah. Kami akan panggil pihak terkait, termasuk pemerintah juga,” tandasnya. (*) 

Tags: dprd bontang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Serapan Anggaran Baru 30 Persen, Ketua DPRD Minta Pelaksanaan Kegiatan Tepat Sasaran

Next Post

Tunggakan Pajak PBB di Bontang Capai Rp30 Miliar

Related Posts

52 Eks Karyawan Kaltim Equator Menunggu Pesangon Lebih dari Sedekade, DPRD Bontang Cari Jalan Keluar
Bontang

52 Eks Karyawan Kaltim Equator Menunggu Pesangon Lebih dari Sedekade, DPRD Bontang Cari Jalan Keluar

6 Oktober 2026, 15:23
Sudiyo Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Bontang, Gantikan Maming lewat PAW
Bontang

Sudiyo Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Bontang, Gantikan Maming lewat PAW

29 September 2026, 11:46
DPRD Bontang Pertanyakan Pemadaman Masif, Padahal Punya Tiga Pembangkit
Bontang

DPRD Bontang Pertanyakan Pemadaman Masif, Padahal Punya Tiga Pembangkit

15 September 2026, 14:55
Kursi DPRD Bontang Kosong, PDIP Mulai Proses PAW dan Siapkan Pengganti, Ini Sosoknya
DPRD Bontang

Joni Alla’ Padang Dilantik Jadi Wakil Ketua DPRD Bontang Besok

31 Agustus 2026, 21:15
Antrean Pertalite di Bontang Mulai Terurai, Pasokan SPBU Naik hingga 16 KL
DPRD Bontang

Antrean Pertalite di Bontang Mulai Terurai, Pasokan SPBU Naik hingga 16 KL

31 Agustus 2026, 15:37
Bontang Siapkan Rp4,4 Miliar untuk Porprov 2026, DPRD Sarankan Cari Tambahan dari CSR
DPRD Bontang

Bontang Siapkan Rp4,4 Miliar untuk Porprov 2026, DPRD Sarankan Cari Tambahan dari CSR

29 Agustus 2026, 13:22

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.