BONTANGPOST.ID, Bontang – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Kota Bontang akan mulai dibuka pada pertengahan Mei mendatang. Jalur domisili menjadi tahap pertama yang dibuka dalam proses penerimaan.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Saparuddin, mengatakan tidak ada perubahan signifikan dalam regulasi tahun ini, termasuk terkait kuota penerimaan.
“Kuota jalur domisili untuk jenjang SD sebesar 70 persen, sementara SMP 40 persen,” ujarnya.
Pada jalur ini, calon murid wajib memenuhi syarat jarak tempat tinggal dengan sekolah maksimal 400 meter. Penentuan jarak dilakukan menggunakan aplikasi peta digital untuk memastikan titik koordinat secara akurat.
“Setelah titik ditetapkan, sistem akan menghitung jarak ke sekolah. Jarak terdekat akan berada di urutan teratas,” jelasnya.
Jika jumlah pendaftar melebihi kuota, maka seleksi dilakukan berdasarkan jarak tempat tinggal ke sekolah. Semakin dekat, semakin besar peluang diterima.
Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, beberapa SD di kawasan padat penduduk seperti Bontang Baru dan Tanjung Laut memiliki sisa kuota yang sangat terbatas pada jalur ini.
Untuk persyaratan, calon siswa SD minimal berusia enam tahun. Sementara calon siswa SMP wajib melampirkan surat keterangan lulus dari jenjang SD.
Disdikbud juga memastikan bahwa kuota yang tidak terisi pada jalur domisili akan dialihkan ke jalur lain. Untuk SD, kuota akan bergeser ke jalur domisili berbasis kelurahan. Sedangkan untuk SMP, sisa kuota akan dialihkan ke jalur prestasi akademik.
Pendaftaran SPMB 2026 dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Mei melalui situs resmi yang disiapkan Disdikbud. Proses pengisian data dan verifikasi akan dilakukan oleh operator di masing-masing sekolah. (ak)







