• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Sungai Surut Bikin Harga Sembako Melonjak, Satu Karung Beras Dijual Rp 600 Ribu

by Redaksi Bontang Post
8 Agustus 2023, 09:23
in Kaltim
Reading Time: 3 mins read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Satu-satunya akses barang dan jasa, yakni Sungai Mahakam, kini surut. Membuat ongkos jasa angkutan naik dan harga barang ikut melambung di Mahakam Ulu.

bontangpost.id-Ketersediaan air baku dari bendungan atau waduk yang ada di Kaltim diklaim masih dalam kategori aman. Terutama menghadapi musim kemarau yang cukup kering sepanjang Agustus hingga September nanti.

Akan tetapi, jika penurunan terus terjadi, Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV Samarinda terpaksa melakukan pola operasi pemanfaatan air menyesuaikan kapasitas waduk.

Untuk diketahui, ada empat bendungan di Kaltim yang menjadi kewenangan BWS Kalimantan IV. Yakni Waduk Manggar dan Waduk Teritip di Balikpapan, lalu Waduk Samboja di Kutai Kartanegara (Kukar), dan Bendungan Benanga Lempake di Samarinda.

Kemudian, ada empat bendung pengendali (bendali) banjir yang semuanya berada di Balikpapan. Termasuk tiga embung di Balikpapan dan satu embung di Samarinda.

Berdasarkan Rencana Tahunan Operasi Waduk (RTOW), tinggi muka air bendungan atau waduk memang sudah mengalami penurunan, tetapi belum signifikan, seperti di Bendungan Benanga Lempake di Samarinda Utara. Penurunannya hanya 0,06 meter.

Kemudian Waduk Samboja (0,5 meter) dan Waduk Manggar (40 sentimeter).

Baca Juga:  Antispasi El-Nino, Pemkab Bangun Embung 

“Nanti kalau terjadi penurunan yang terus-menerus, pola operasinya akan kami sesuaikan dengan kondisi di lapangan. Saat ini sedang kami monitor terus terkait dengan dampaknya terhadap kekeringan dan volume tampungannya,” kata Kepala BWS Kalimantan IV Yosiandi Radi Wicaksono kepada Kaltim Post (induk bontangpost.id), Minggu (6/8).

Untuk diketahui, BWS adalah unit pelaksana teknis yang membidangi sumber daya air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Yosiandi melanjutkan, penyesuaian pola operasi termasuk dengan penggunaan air untuk irigasi pertanian. Seperti pada Bendungan Benanga Lempake. Dalam waktu dekat, pihaknya akan berkoordinasi dengan petani pemakai air untuk mulai berhemat pemanfaatan air.

“Kami sudah sosialisasi dengan P3A (Perkumpulan Petani Pemakai Air) terkait dengan pemanfaatan airnya. Menyampaikan kondisi waduk sudah mengalami penurunan. Diharapkan para petani melakukan penyesuaian terhadap pola tata tanamnya,” kata mantan Kepala Bidang (Kabid) Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) BBWS Serayu Opak, Jogjakarta itu.

Yosiandi mengungkapkan, berdasarkan pemantauan saat ini, ketersediaan air pada bendungan yang berada di bawah kewenangan BWS Kalimantan IV, masih kategori aman.

Kesimpulan itu berdasarkan hasil evaluasi Rencana Tahunan Operasi Waduk (RTOW).

Baca Juga:  Lawan Kemarau dengan Embung

“Memang di musim kemarau, ada penurunan di RTOW. Inflow-nya memang lebih kecil daripada di musim hujan. Dan pemanfaatan airnya, juga akan kami sesuaikan dengan kondisi inflow yang ada. Harapannya tetap ada inflow dari curah hujan. Karena prediksi BMKG masih ada curah hujan. Walaupun tingkatnya masih rendah. Prediksinya masih ada 20-50 milimeter per hari. Jadi kami berharap ada inflow dari curah hujan tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, efek el nino yang mengakibatkan kemarau lebih kering dari biasanya pada tahun ini, mulai membuat resah di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu).

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Mahulu melalui Kepala Bidang Distribusi Pangan Bahalan mengatakan, berdasarkan pemantauan yang dilakukan beberapa hari terakhir, untuk satu karung beras berukuran 25 kg, harganya mencapai Rp650.000 di Kecamatan Long Apari. Sementara di Kecamatan Long Pahangai Rp600.000.

Pekan lalu, stok beras telah kosong di beberapa toko. Dia menuturkan, dua kecamatan itu perlu pasokan sembako untuk kebutuhan pangan sebanyak 2.497 KK.

“Stok kosong mulai tanggal 30 Juli kemarin. Beras hasil lahan 10 hektare sudah tidak ada lagi sampai saat ini, sehingga memang butuh pasokan dari hilir,” ucapnya.

Baca Juga:  Musim Kemarau, Warga Diminta Waspada 

Menurutnya, untuk keperluan sehari-hari, warga masih memanfaatkan stok panen yang masih tersisa. Namun dia berharap segera ada pengangkutan bahan pangan dari luar Mahulu.

“Untuk sementara mungkin ya mereka memanfaatkan lumbung pangan mereka masing-masing. Masalahnya harga juga semakin melambung naik,” paparnya.

Pihaknya juga menghubungi pemerintah provinsi terkait cadangan pangan. Apakah stok yang ada bisa diberikan ke Mahulu. Dalam rapat koordinasi Jumat (4/8) lalu, Wakil Bupati Mahulu Yohanes Avun menambahkan, diperlukan tindakan cepat. Pihaknya butuh pasokan sembako melalui sungai dan darat.

“Kita subsidi yang lebihnya, misalnya naik Rp2.000 atau Rp3.000 dari harga biasa. Supaya mereka juga tidak terbebani,” ungkapnya.

Pihaknya kini sedang merumuskan subsidi ongkos angkut (SOA) untuk dijalankan.

Sementara itu, Kapolres Mahulu AKBP Anthony Rybok mengamini kondisi kenaikan harga dan langkanya barang sembako yang terjadi di dua kecamatan tersebut. Menurutnya itu murni karena terhambatnya jalur distribusi kebutuhan pangan yang selama ini mengandalkan jalur sungai.

“Dalam pengawasan ini murni kondisi, tidak ditemukannya penimbunan oleh pihak tertentu. Bisa dilihat dengan mudah karena jalur cuma sungai,” ungkapnya. (*/sya/riz/k16)

Tags: El-Ninokemarau
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

El Nino Picu Kemarau Panjang, Masyarakat Bontang Diminta Hemat Air

Next Post

Pengerjaan Proyek Diklaim Tak Sesuai Aturan, Dua Perusahaan Melapor ke DPRD Bontang

Related Posts

Bukan Cuma Karhutla, Warga Mulai Menjerit Krisis Air Bersih Akibat Kemarau
Kaltim

Bukan Cuma Karhutla, Warga Mulai Menjerit Krisis Air Bersih Akibat Kemarau

11 September 2026, 11:00
Investor China Tawarkan Pengolahan Air Laut Jadi Air Bersih di Bontang, Pemkot Mulai Kaji
Bontang

Investor China Tawarkan Pengolahan Air Laut Jadi Air Bersih di Bontang, Pemkot Mulai Kaji

5 September 2026, 16:13
El Nino Hantam Pertanian Kaltim, 2.400 Hektare Sawah Kekeringan, 200 Hektare Terancam Gagal Panen
Kaltim

El Nino Hantam Pertanian Kaltim, 2.400 Hektare Sawah Kekeringan, 200 Hektare Terancam Gagal Panen

1 September 2026, 15:50
Kemarau, Warga Pesisir Krisis Air Bersih
Bontang

Kemarau, Warga Pesisir Krisis Air Bersih

4 Oktober 2018, 11:53
Musim Kemarau, Warga Diminta Waspada 
Bontang

Musim Kemarau, Warga Diminta Waspada 

18 September 2018, 06:25
Lawan Kemarau dengan Embung
Breaking News

Lawan Kemarau dengan Embung

20 April 2018, 11:00

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.