SANGATTA-Kala terjadi bencana, baik berupa banjir, kebakaran, dan lainnya, Taruna Siaga Bencana (Tagana) menjadi garda terdepan untuk memberikan pertolongan pertama pada musibah. Mulai melakukan pendataan korban, bantuan tenda, konsumsi, hingga kebutuhan mendasar lainnya.
Wajar keberadaan Tagana kerap ditunggu-tunggu oleh masyarakat pasca bencana ringan maupun berat. Pasalnya, Tagana cukup tanggap, cepat dan tepat dalam mengatasi masalah yang dihadapi korban bencana.
“Dimana ada bencana disana ada Tagana. Wajar jika dikatakan Tagana ujung tombak Kutim. Jadi kami cukup bangga atas keberadaan Tagana,” ujar Kepala Dinas Sosial (Dissos) Jamiatul Khair Daik.
Relawan binaannya ini selalu siap siaga. Tak pandang waktu, baik siang maupun malam. Dikala terjadi bencana, disana mereka terpanggil untuk membantu. Tak sedikit mereka meninggalkan keluarga dan waktu bersenang-senang hanya untuk membantu korban.
“Mereka bekerja secara suka rela. Mereka pekerja relawan. Tanpa pamrih dan tanpa gaji. Meskipun begitu, mereka tak peduli. Yang ada dibenak ialah memberikan bantuan bagi orang yang membutuhkan. Kapanpun ada bencana mereka langsung gerak. Alhamdulillah kita sangat bersyukur,” ujar Jami.
Untuk itu, laik kiranya mereka diberikan sedikit bantuan di Bulan yang penuh berkah ini. Bukan seberapa, namun nilai kebersamaan, silaturahmi merupakan paling utama ketimbang yang lain.
“Mereka semua ada 40 orang. Jadi kami bantu 40 bingkisan. Kami bekerja sama dengan Baznas. Semoga bermanfaat dan tetap semangat dalam bekerja. Mungkin didunia tidak seberapa, tetapi nanti diakhirat kerja mereka akan di balas oleh Allah,” katanya. (dy/ser)







