BONTANG – Tahun ini, pelajar Kota Taman dari tingkat SD hingga SMA bakal mendapat seragam batik gratis dari Pemkot Bontang. Pengadaan seragam batik ini sebagai salah satu program pendidikan dalam rangka untuk mewujudkan smart city.
Desain seragam batik ini nantinya akan memadukan antara burung kuntul perak sebagai mascot, dengan gambar mangrove yang menjadi ciri khas Bontang. Hal ini dipilih karena Bontang memiliki banyak destinasi wisata mangrove yang tengah dikembangkan. Sehingga perpaduan desain tersebut sekaligus menunjukkan kearifan lokal.
“Saat ini kami masih menyiapkan dan mengkaji mekanismenya. Jika sudah selesai, nanti kainnya kami serahkan ke sekolah. Akan ada uang jahitnya juga nanti. Setelah itu barulah pihak sekolah yang akan berurusan dengan penjahit,” ujar Kepala Dinas Pendidikan (kadisdik) Bontang, Akhmad Suharto belum lama ini.
Kata Akhmad Suharto, alasan hanya penyerahakn kain batik saja ke sekolah yakni agar turut memberdayakan para penjahit-penjahit lokal. Sehingga para penjahit tersebut juga ikut merasakan dampak dari program ini.
Ditambahkan Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bontang Saparuddin, jika opsi kain tersebut benar-benar akan terealisasi, nantinya masing-masing pelajar akan mendapat jatah kain sepanjang 1,5 meter.
“Tapi ini masih dalam kajian kami untuk mekanisme realisasinya nanti,” tambah Saparuddin.
Saat ini kata dia, ada beberapa desain dan warna yang menjadi pilihan, namun kepastian desain yang akan digunakan tetap ditentukan oleh Wali Kota Bontang.
“Tahapannya sudah dalam proses lelang, dan pembagian akan segera dilakukan setelah semua proses rampung. Harapan kami bisa dilakukan dalam waktu dekat,” tutur Saparuddin.
Sebagai informasi, selain seragam batik gratis, tahun ini Pemkot melalui Dinas Pendidikan juga akan kembali membagikan perlengkapan sekolah gratis berupa tas, sepatu, dan seragam sekolah. Namun begitu, perlengkapan sekolah gratis hanya akan dibagikan kepada siswa baru, yakni kelas I SD, I SMP, dan I SMA yang berjumlah 10.156 pelajar. (bbg)







