bontangpost.id – Empat dari tujuh unit anak Perumda Aneka Usaha dan Jasa (AUJ) kini resmi dinahkodai oleh komisaris dan direktur baru. Sejatinya, mereka yang mengisi kekosongan posisi tersebut merupakan orang lama di BUMD maupun anak perusahaannya.
Pembacaan sumpah jabatan dilakukan dihadapan Wali Kota Bontang Basri Rase pada, Senin (12/12/2022) di Auditorium tiga dimensi.
Untuk komisaris PT Bontang Transport yang bergerak di bidang penyewaan kapal roro kini diduduki oleh Martinus Daniel Baco sedangkan posisi direktur di bawah komando Abdul Malik.
Posisi komisaris di PT Bontang Karya Utamindo yang berfokus di SPBN diisi oleh Winardi sedangkan posisi direktur dijabat oleh Edi Iskandar Zulkarnain.
Adapun PT Bontang Berkah Berjaya perihal bongkar muat jabatan komisaris dipegang Kaharuddin Jafar dan posisi direktur diisi oleh Achmad Nurdin.
Posisi komisaris PT Jasa Amanah Bontang yang bergerak di bidang jasa pengurusan transportasi diduduki oleh Syarifuddin Dilla sementara posisi direktur diamanahkan kepada Arifai.
Ditemui usai acara, Dirut Perumda AUJ Abdu Rahman mengatakan bahwa keempat posisi baru itu ditunjuk secara langsung olehnya tanpa fit maupun proper test. Sebab, dirasa mampu untuk memajukan unit usahanya.
Seharusnya, pada kesempatan tersebut ada lima unit anak perumda AUJ yang diambil sumpah jabatannya. Namun, posisi jabatan baru di PT Bontang Investindo Karya Mandiri (BIKM) terpaksa tidak ikut lantaran belum melakukan rapat umum pemegang saham (RUPS).
“Kami menunggu kelengkapan administrasinya dulu. Soalnya kan belum mereka lengkapi,” ucapnya.
Usai diambil sumpah jabatan, Abdu Rahman bilang di tahun pertama pihaknya tidak bisa menargetkan unit usahanya untuk menghasilkan dividen. Ia lebih menekankan restrukturisasi dan menyusun portofolio perusahaan di tahun pertama jabatan.
“Seperti yang kita ketahui kondisi unit saat ini ibarat hidup segan mati tak mau. Maka dari itu wajah baru yang mengisi saat ini harus menata ulang administrasinya. Sebab banyak yang harus diperbarui,” sambungnya.
Di lokasi yang sama Wali Kota Bontang Basri Rase menegaskan semua anak perusahaan AUJ tidak mendapat suntikan dana dari APBD Bontang. Ia ingin unit usaha berdiri secara mandiri dan menghasilkan provit bagi perusahaan yang diembannya. Dengan keuntungan itu lah yang kemudian dipakai untuk menggaji seluruh staf perusahaan.
“Jelas tidak. Ini pekerjaan rumah bagi mereka. Mereka harus bekerja dulu dan mengembangkan perusahannya jika ingin mendapatkan hasil,” tegas Basri.
Meski diakuinya anak usaha AUJ memiliki catatan kelam, ia optimis di kepemimpinan baru mampu bersinergi dengan pemerintah juga pengusaha lokal lainnya.
“Saya tidak akan mengintervensi mereka. Selaku bagian dari pemerintah saya hanya membantu untuk mendapat jejaring investor,” sebutnya.
Basri berpesan agar seluruh unit AUJ mampu bersaing dengan sehat dan tidak saling menyinggung satu sama lain. Dalam mencari keuntungan perusahaan Basri mengingatkan untuk tidak mengganggu pekerjaan yg telah dikelola kelompok usaha lain.
Basri pun tidak segan untuk menegur secara tertulis ataupun lisan dan meminta inspektorat untuk mengaudit langsung apabila selama menjalankan usaha tidak sesuai dengan ketentuan alias melanggar hukum.
“Harus punya usaha yg baik dan bersinergi. Saya juga tidak segan untuk meminta inspektorat mengaudit kalau ada yang bermain tidak baik,” tutupnya.
Sebagai informasi, dua anak Perumda AUJ lainnya ialah BPR dan PT Laut Bontang Bersinar (LBB). (*)







