• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Takut Kejatuhan Serpihan, Guru Ngajar Pakai Helm di Sekolah Rusak

by M Zulfikar Akbar
30 Januari 2020, 18:30
in Nasional
Reading Time: 1 min read
0
Uswatun, guru kelas I SDN Selodakon 03, Tanggul, Kabupaten Jember, saat mengajar siswanya kemarin. (Jumai/Jawa Pos Radar Jember)

Uswatun, guru kelas I SDN Selodakon 03, Tanggul, Kabupaten Jember, saat mengajar siswanya kemarin. (Jumai/Jawa Pos Radar Jember)

Share on FacebookShare on Twitter

Guru SD Negeri Selodakon 03, Desa Selodakon, Kecamatan Tanggul, trauma saat mengajar siswa. Ada tiga ruang kelas yang sudah tidak layak, tetapi masih ditempati untuk kegiatan belajar-mengajar (KBM) setiap hari.

Berjaga-jaga agar tidak kejatuhan serpihan plafon, dua guru kelas, yakni Uswatun Hasanah dan Erlina, menggunakan helm saat mengajar. Mereka mengaku trauma karena sering kejatuhan serpihan atap ketika mengajar. ’’Bahkan, pernah ada plafon yang jatuh. Untung, saat itu siswa istirahat,’’ ujar Uswatun.

’’Sebenarnya tiga ruang kelas ini sudah tidak layak ditempati. Ini membuat dua ruang kelas disekat karena tidak ada ruangan lagi. Hanya satu yang ditempati kelas V. Itu pun sudah cukup parah,’’ ungkapnya.

Baca Juga:  Atap Sekolah Ambruk Lagi, DPR Pertanyakan Sistem Pengawasan

Dia mengungkapkan, tiga ruang kelas lainnya sudah lama dikosongi karena ada satu ruang kelas V yang ambruk. Jadi, hanya tiga ruang kelas yang masih ditempati. Siswa kelas VI menempati ruang perpustakaan karena aman.

Sementara itu, tiga ruang kelas yang dipaksakan untuk KBM juga sudah tidak layak. Plafon setiap ruangan sudah banyak yang jatuh. Demikian pula dinding yang retak dan bagian atasnya (wuwung) mulai melengkung.

Kelas III yang ditempati siswa kelas V juga sudah parah. Bagian plafonnya, kata Uswatun, sudah runtuh. Dari tiga ruang kelas yang masih bisa ditempati itu, ada dua ruang kelas yang disekat.

Budiono, guru kelas V, menambahkan, mengajar di ruang kelas yang rusak itu membikin waswas. Kalau hujan, sering bocor. Apalagi, kalau hujan deras, siswa diminta keluar kelas.

Baca Juga:  Kaltim Target Nol Sekolah Rusak 2027, Ribuan Fasilitas Pendidikan Masih Bermasalah

’’Karena takut tiba-tiba ruang kelas ambruk. Atapnya tiga ruang kelas ini mulai melengkung,’’ kata Budiono.

Rencananya, kelas I, II, dan IV menumpang ke MI yang tidak jauh dari sekolah. Pihak sekolah telah berkoordinasi dengan pemilik yayasan MI. ’’Kasihan kalau melihat siswa yang ruang kelasnya digabung. Selain tidak konsentrasi, guru sangat terganggu saat mengajar,’’ kata Budiono. (jpc)

Source: Jawa Pos
Tags: kelas rusaksekolah rusak
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Dewan Belum Setujui Revisi Perda Miras

Next Post

Pedagang Berjualan di Trotoar, OPD Diminta Bertindak Tegas

Related Posts

Kaltim Target Nol Sekolah Rusak 2027, Ribuan Fasilitas Pendidikan Masih Bermasalah
Kaltim

Kaltim Target Nol Sekolah Rusak 2027, Ribuan Fasilitas Pendidikan Masih Bermasalah

4 Mei 2026, 09:45
Atap Sekolah Ambruk Lagi, DPR Pertanyakan Sistem Pengawasan
Nasional

Atap Sekolah Ambruk Lagi, DPR Pertanyakan Sistem Pengawasan

22 November 2019, 08:00
Belajar di Bawah Kecemasan: Kami Takut Atap Ambruk saat Hujan
Feature

Belajar di Bawah Kecemasan: Kami Takut Atap Ambruk saat Hujan

8 November 2019, 15:45

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.